Ada Apa dengan Telkom Speedy?

Layanan Telkom Speedy kok terasa mulai mengkhawatirkan?

Perasaan ini bermula menjelang akhir 2013 lalu. Sebelumnya, kantor kami beruntung termasuk “pelanggan terpilih” dan mendapat promosi koneksi 2 Mbps untuk paket Office, yang tertulis 1 Mbps. Kami anggap masa promosi yang wajar, antara lain karena kami pernah menjadi korban salah setelan di server, hanya diberi jatah 512 kbps. Pada “masa promosi” tsb. ada pemasar Telkom yang menelepon ke kantor dan menawari paket 3 Mbps: tentu menggiurkan walaupun tidak langsung saya tindaklanjuti, mengingat anggaran untuk koneksi saat itu “masih cocok dengan paket Office dasar”.

Berselang kira-kira dua bulan kemudian ada keperluan kantor dan anggaran baru yang memungkinkan peningkatan lebar pita koneksi Internet. Saya hubungi Speedy lewat telepon dan gerai Plasa mereka, setelah diperiksa dari catatan lokasi kantor kami, disimpulkan: koneksi lebih cepat tidak dimungkinkan, karena kondisi kawat telepon di lingkungan kantor kami terbatas hanya sampai 2 Mbps. Repot dibantah jika sudah berurusan dengan kawat. Seperti kata mati karena sudah menyentuh infrastruktur. Petugas layanan konsumen Telkom juga tidak tahu kemungkinan perbaikan di daerah kantor kami.

Continue reading

Peranggitan

Di halaman Sony Xperia™ Z1 yang akan tersedia di pasar beberapa hari ini terdapat keterangan “peranggitan (tethering) USB asli”. Teman di Facebook membuka diskusi kata peranggitan, menjadi acara menarik di awal Oktober yang merupakan Bulan Bahasa.

Saya menyangka peranggitan berasal dari kata anggit,

ang·git v, meng·ang·git v 1 menyusun (lalang, bilah, dsb) berangkai-rangkai dng dicocok tali, rotan, dsb: ia ~ lalang untuk dijadikan atap; 2 memasang kulit (pd gendang, rebana, dsb): ~ gendang; 3 menggubah; mengarang: ia ~ gending asmarandana;

Continue reading

OpenERP yang Elok

Dua hari lalu kami kedatangan tamu mantan pengembang yang aktif membanding-bandingkan perangkat lunak atau rangka kerja untuk rencananya. Sepengetahuan saya, pilihannya “berkelas” dan seimbang antara fungsi, keindahan tampilan, dan kemudahan penyiapan hingga pemeliharaan.

Pada kesempatan tsb. dia mempromosikan OpenERP, yang disebutnya, Jika untuk organisasi berskala besar digunakan Adempiere yang tersedia dengan feature lengkap, OpenERP lebih kecil namun mungkin lebih populer sekarang. Pertimbangan lain pilihannya pada kemudahan instalasi dan ketersediaan modul-modul ERP terpisah dan siap ditambahkan ke aplikasi dengan mudah pula. Continue reading

Kopdar Python Indonesia, April 2013

Tanggal 27 April lalu saya berkesempatan menghadiri Kopdar Python Indonesia di Gedung Detik.com, Jalan Warung Buncit, Jakarta. Zaki Akhmad mengundang saya untuk berbagi pengalaman penggunaan Python dan tentang situs web Python.or.id.

Wah, komunitas apa, Python Indonesia, ini? Paguyuban pawang ular? Bukan, Python adalah bahasa pemrograman aras atas (high level language) dalam bentuk skrip dijalankan sebagai interpreter. Python tersedia di banyak platform populer untuk komputer pribadi, termasuk bawaan yang terpasang di keluarga Linux; dan relatif mudah dipasang di OS X di Mac dan Keluarga Windows. Tampil mencolok dengan gaya necis, Python disukai karena membawa tradisi penulisan kode yang mudah dibaca lewat indentasi yang populer, sekaligus bahan kritik oleh sebagian kalangan yang merasa spasi tidak patut untuk dijadikan bagian dari penulisan kode. Perdebatan dapat menjadi sengit, namun akhir-akhir ini kian disadari kurang bermanfaat membanggakan pilihan pribadi dengan sikap berlebih. Continue reading