Kantong Tanaman untuk Kelola Sampah

Tulisan ini diniatkan sebagai kelanjutan tulisan tahun 2011 tentang pengelolaan sampah di kantor. Jika di tulisan sebelumnya kantor kami disebut memiliki lahan luas di belakang, sehingga saya dapat mengubur sampah organik dengan rotasi terhadap beberapa galian, sejak satu setengah bulan lalu kantor kami pindah ke lokasi baru yang berbeda sama sekali: lahan kosong terbatas.

Sampah tetap diproduksi dari kegiatan kantor. Tradisi lama untuk sampah saset camilan atau minuman harus dipertahankan: tempat sampah khusus sudah disiapkan sejak awal di lokasi baru. Bersama dengan kertas, jenis ini sudah terdefinisi jelas, tinggal diteruskan. Karena tidak memiliki pepohonan lagi sekarang, sampah daun kering jauh lebih sedikit. Sampah sisa makanan berjumlah tetap, hanya saja sekarang kami tidak memiliki binatang yang menghabiskan sisa makanan tsb. –sebelumnya penjaga kantor memelihara ayam dan sisa makanan habis dilahap ayam.

Salah seorang kenalan dekat menceritakan inisiatifnya menggunakan komposter untuk sampah buangan dapur di rumahnya. Semua tinggal dimasukkan ke dalam tong komposter, diciprati cairan pemercepat pembusukan, dan kira-kira 3 bulan kemudian setelah komposter penuh, pupuk kompos hasilnya dapat dipanen. Ini solusi praktis, di beberapa toko penyedia komposter, Kencana Online misalnya untuk Bandung, tersedia dengan harga kisaran Rp 700 ribu untuk ukuran sedang. Harga yang layak dibandingkan manfaatnya; walaupun buat yang suka kerajinan, membuat sendiri wadah komposter juga dimungkinkan dengan memanfaatkan tong bekas.

Continue reading →

Instalasi Ulang. Sambung Ulang

Dua masalah bulan lalu yang dituntaskan lewat pengaturan ulang:

  1. Quran Android terganggu pada tampilan terjemahan, teks hilang. Dengan dilakukan uninstall dan dipasang lagi, tampilan Quran Android benar kembali.
  2. Di akun IntenseDebate saya ditampilkan nama blog yang tidak tepat dan gagal menangani komentar. Setelah berkorespondensi beberapa kali dengan layanan bantuan mereka, dari penjelasan mereka bahwa nama blog yang muncul berbeda dengan yang saya miliki, terbetik pikiran untuk melakukan pemutusan diikuti penyambungan akun lagi. Beres!

Terkadang, beberapa persoalan perlu diputus terlebih dulu dengan tegas, baru setelahnya disetel agar terhubung lagi. Menarik juga mereka berdatangan pada waktu yang berdekatan.

Akhirnya Terkena Gangguan Google Indonesia Juga

Dua hari lalu saya baca kabar gangguan terhadap akses ke Google Indonesia (google.co.id), tampaknya ada aksi pengubahan server NS mereka secara ilegal.

Di beberapa laporan di Twitter ditampilkan halaman depan Google yang berubah menjadi berlatar belakang gelap dengan tulisan, Security is just an illusion.

Continue reading →

Membayangkan Sabak Windows di Windows 8.1

Karena Microsoft punya keinginan kuat menjadikan Windows membawa keseragaman antarmuka pengguna di komputer personal, laptop, dan gawai, merasakan sabak Windows misalnya, dapat dilakukan di PC atau laptop dengan Microsoft Windows 8 (versi yang sekarang sudah 8.1). Lebih mudah mendapati komputer dipasangi Windows 8 daripada Chromebook misalnya.

Kisah dimulai dari keterangan yang beredar di kantor bahwa Windows 8.1 lebih ringan daripada pendahulunya, Windows 7. Ini pernyataan penting, kendati tanpa bukti survei ilmiah. Instalasi dan proses boot berlangsung lebih cepat, sedangkan pindah antaraplikasi terasa lebih ringan. Antarmuka yang dirombak total dengan tujuan menggabungkan gaya klasik vs. gaya baru Windows berpotensi membuat pengguna akhir mengernyitkan dahi, namun tidak akan terlalu lama. Bonus gaya Metro –rata (flat) dan bersudut siku– cocok dengan preferensi saya untuk desain tampilan. Benarlah, sejak instalasi Windows 8.1 terasa lebih ringan. Seperti seketika saja muncul tampilan pembuka dan Windows siap digunakan.

Continue reading →

Ubuntu 14.04 dan Gangguan Fatal yang Saya Temui

Sejak April lalu saya menggunakan Ubuntu 14.04 atau Trusty Taher. Sudah waktunya untuk memutakhirkan sistem operasi komputer desktop, setelah sebelumnya bertahan di 12.04. Saya tidak berharap feature baru, karena sepertinya belum terdengar kabar perubahan radikal di lingkungan Linux. Jadi instalasi baru ini lebih sebagai “agar tidak tertinggal ramai-ramai” dan kemungkinan persyaratan sejumlah aplikasi.

Instalasi mudah dilakukan — ini abad XXI dan Linux sudah menjadi sistem operasi “rumahan”, cukup ikuti serangkaian tombol Next.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya kutu (bug) yang sangat mengganggu: sistem terkunci mati (freeze). Gangguan ini terjadi di komputer saya setelah layar terkunci-otomatis (auto screen lock) oleh sistem. Kursor tetikus pun berhenti dan sistem hanya dapat dipulihkan dengan bantuan tombol reset. Fatal, karena adanya kemungkinan berkas yang rusak (corrupt) atau tidak ditutup dengan sempurna.

Continue reading →