Instant Client dari Oracle

| No Comments | No TrackBacks

Pengembang aplikasi desktop kami lebih suka menggunakan basisdata Firebird dan memilih jenis embedded untuk aplikasi selama proses pembangunan. Aplikasi yang ditulis di atas Borland Delphi tersebut nantinya akan berjalan menggunakan basisdata Oracle. Tugas saya mengganti koneksi dari Firebird ke Oracle dan aplikasi sudah mengantisipasi perubahan tersebut dengan meletakkan setelan koneksi ke basisdata di berkas konfigurasi.

Berikut catatan pengalaman saya melakukan perubahan koneksi basisdata tersebut.

Pada mulanya, saya tengarai perubahan tersebut cukup dengan memindahkan dua berkas pengendali Oracle yang diperlukan, dbxora.dll dan oci.dll, ke subdirektori di bawah aplikasi. Sebagaimana yang disediakan untuk Firebird. Ternyata kurang, dan kami memaklumi sebagai, “Beginilah perlakuan untuk kelas enterprise…”

Korupsi yang Memprihatinkan

| No Comments | No TrackBacks

Di akhir tahun lalu kantor kami kedatangan tim survei yang dilakukan oleh teman-teman di Bandung High Tech Valley (BHTV). Kuesioner yang diajukan berasal dari salah satu instansi pemerintah daerah (saya lupa, Pemkot Bandung atau Pemda Jawa Barat). Pertanyaan terakhir tentang harapan pelaku bisnis terhadap iklim usaha, di Bandung secara khusus sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. Bos di kantor — ya, ini UKM, bos sendiri yang menjawab survei — merespon sudah bosan dengan korupsi.

Barangkali ini jawaban klise, namun saya tetap berharap dengan sangat bahwa tidak perlu menjadi pahlawan untuk lantang menolak korupsi, melainkan sepatutnya menjadi keniscayaan sehari-hari. Terutama bagi kami, para pelaku usaha kecil (jika Anda merasa tergerak, langsung ubah menjadi kita!). Korupsi sering menjengkelkan: sudah harus akrobat menyiasati hidup, masih juga dicekik di sana dan di sini dengan pat-gulipat angka. Bahkan pengalaman saya sendiri, secara pribadi, sering sebal dengan tipu-tipu recehan seperti permainan tanda tangan, daftar hadir, dan sejenisnya. Kesannya sepele dan semacam “menipu untuk kebaikan” (white lies), namun mana ada seperti itu? Lebih mengerikan lagi, jika kita menyepelekan suatu bentuk kemungkaran, dampaknya akan menjadi akut dan sudah berbatas sangat tipis dengan kejahatan yang lebih besar lagi.

Bukan, bukan saya sok suci, sudah imun dari hal buruk seperti korupsi. Justru sebaliknya, karena merasakan betapa mengerikan tinggal di negara yang seperti tidak peduli lagi dengan kebusukan lewat korupsi, seringkali masa depan terasa gelap. Seolah-olah kita menganggukkan setuju untuk semua kompromi terhadap keadaan di luar dan kemudian mencari berbagai pembenaran.

Jejaring Sosial dan Blog-Mikro

| 3 Comments | No TrackBacks

Walaupun media sosial, yaitu media web yang digunakan untuk bersosialiasi dengan pengguna lain, terlihat mirip satu dengan yang lain, fasilitas utama yang disediakan oleh media tersebut membedakan dalam dua kelompok, jejaring sosial atau blog-mikro. Batasan dua kelompok ini relatif longgar dan untuk beberapa orang dianggap tidak penting dibanding ikut saja.

Jejaring sosial lebih mengutamakan fasilitas pertemanan dan mendorong penggunanya untuk bertemu dengan teman yang diharapkan. Facebook sebagai misal, meletakkan pertemanan sebagai sendi utama mobilitas layanannya. Mulai dari menampilkan teman yang sama dari dua pengguna, mencarikan teman yang cocok berdasarkan preferensi, menyarankan teman baru, hingga menyediakan aneka cara agar pengguna tetap saling menegur. Fasilitas tambahan seperti status yang mengalir, album foto, koleksi tautan, hingga grup, semua dikerahkan agar pengguna Facebook bersosialisasi dengan pengguna lain. Sebelumnya Friendster melakukan hal serupa. Jika Facebook berupa portal besar dan hampir “segala ada”, Koprol mengambil satu bagian: menghubungkan antarpengguna lewat lokasi.

Kesulitan Pengalihluaran

| 2 Comments | No TrackBacks

Catatan Budi Rahardjo tentang kesulitan pengalihluaran (outsourcing) sempat dituliskan untuk milis Bandung High Tech Valley. Berikut salinannya:

  1. pihak pengalihluar ingin ada personil di tempat mereka secara fisik. Hal ini akan menyebabkan ongkos yang sangat mahal secara operasional, sehingga harga akhir akan lebih mahal dibanding dikerjakan sendiri.
  2. pihak pengalihluar tidak memahmi kemauan mereka sendiri. Proses pengerjaan proyek menjadi lebih susah karena target bergerak terus. Oleh Pak Budi hal ini dimasukkan sebagai masalah manajemen proyek.
  3. kesulitan mencari sumber daya manusia yang andal. Penulis kode mungkin relatif lebih mudah dicari, yang lebih susah manajer proyek yang andal (dengan harga yang terjangkau). Demikian pula analis lebih susah diperoleh.
  4. persoalan di arus kas (cash flow), dalam hal ini pembayaran sering terlambat, sehingga menyulitkan perusahaan perangkat lunak lokal yang masih kecil tersebut.
  5. kaidah siklus pengembangan (Systems Development Life Cycle, SDLC) yang dilanggar.

Dikutip dari arsip milis BHTV.

Comic Februari: Komunitas Pengembang

| 1 Comment | No TrackBacks

Selasa sore lalu, 23 Februari, dilangsungkan pertemuan Comic untuk bulan Februari. Melanjutkan acara rutin yang sempat terhenti sejak bulan September tahun lalu, Comic masih dilangsungkan di Ruang Sekar, salah satu ruang di kompleks Kantor Telkom Divre III, Jalan Supratman Bandung.

Tema yang dipilih untuk bulan Februari ini adalah komunitas pengembang di Bandung. Setelah berdiskusi awal dengan Petra Barus, saya mendapat kandidat teman-teman dari Java Users Group (JUG) Bandung. Petra sendiri aktif di JUG Bandung. Saran berikutnya dari Ismail Hasbullah, yaitu teman-teman di WordPress yang biasanya rajin mendatangi WordCamp.

Saya menduga bahwa perbedaan Java dan WordPress — bahasa pemrograman dan aplikasi jadi — akan mewakili dua kubu yang berbeda. Lebih variatif jika dibanding Java bertemu PHP misalnya. Catatan: WordPress ditulis di atas PHP.

Ternyata lebih dari perbedaan pengelompokan tadi, keadaan keduanya pun menambah jenis perbedaan. JUG memiliki bentuk organisasi yang sudah berwujud, setidaknya yang sekarang sudah memasuki periode kedua, bahkan dilengkapi dengan motivasi dari Sun Community Manager, Alex Budiyanto. Tim WordPress — di sisi lain — malah tidak merencanakan pembentukan klub lokal dengan pertimbangan tulisan tentang WordPress sudah sangat banyak di Web, termasuk diskusi di forum global mereka yang sangat aktif, sehingga lebih praktis dan cepat mendapatkan informasi dari sana dibanding menyediakan forum lokal baru.

Cabang-cabang Subversion

| 2 Comments | No TrackBacks

Kami masih menggunakan Subversion untuk kendali revisi (revision control) dokumen, baik kode perangkat lunak atau dokumentasi. Selain belum digunakan untuk banyak penulis, pekerjaan tersebut baru berpindah-pindah dari server Subversion di kantor dan komputer pribadi. Hubungan server dan klien Subversion dilakukan lewat Apache dan modul WebDAV.

Mengikuti dokumen Subversion yang lengkap, Version Control With Subversion, atau “Kitab Subversion”, saya mengusulkan penggunaan kode revisi trunk dan branches dalam perkembangan dokumen. Aturan sederhana:

  1. trunk berisi cabang utama pengembangan yang berjalan terus. Pengambilan berkas kondisi terakhir (checkout) dilakukan dari cabang ini.
  2. branches berisi kumpulan salinan setiap titik tertentu pengembangan yang dianggap signifikan (milestone). Setiap titik penting revisi tersebut diberi nama khas dan tetap disimpan di bawah branches.

Pengembang yang ingin mengambil revisi tertentu dapat mengambil dari koleksi di bawah branches.

Melatih Diri dengan Hal-hal Keseharian

| No Comments | No TrackBacks

Awal tahun menjadi penanda waktu yang mudah untuk memulai kegiatan baru. Ditambahi dengan komitmen dalam kerangka waktu tertentu, jadilah semacam awal latihan disiplin. Itu yang saya lihat di awal Januari tahun ini oleh beberapa teman Flickr. Foto-foto mereka ditandai dengan nomor urut, misalnya #1 dan setiap hari muncul di daftar foto kontak di halaman depan Flickr. Saya mengikuti dua teman waktu itu, koleksi foto Boy Avianto di New York dan Candra Marsono di Jakarta.

Setelah itu, saya menyadari gerakan foto 365 dalam setahun diikuti oleh beberapa narablog dan dengan baik dimotivasi oleh Pitra Satvika.

Idenya sederhana: buatlah satu foto setiap hari dan pasang di blog. Pelaksanaannya perlu kesungguhan tingkat tinggi. Saya pernah mencoba sekitar bulan November tahun lalu, ternyata hanya bertahan sepekan, dan saya hentikan. Belum siap.

Google Buzz dan Pilihan Pengguna

| 4 Comments | No TrackBacks

Peluncuran produk baru Google selalu menimbulkan reaksi, apalagi dengan adanya jejaring sosial dan blog-mikro: cetusan komentar terlihat lebih spontan. Bagaimana komentar tentang Google Buzz yang kemarin mulai digunakan meluas?

Berikut komentar yang saya baca dari beberapa kontak:

Promosi Flexi dan Telepon Genggam "Tahu Diri"

| No Comments | No TrackBacks

Bermula dari salah satu poster yang dipasang di album foto Facebook tentang produk bundel telepon genggam ZTE S130 dan akses tiga merk sohor di Internet, yakni Yahoo! Messenger, Gtalk, dan Facebook. Harga paling murah Rp 299.000, sudah termasuk voucher Rp 25.000.

Jika dulu Internet direduksi menjadi “sekadar” Web, sehingga beberapa pengguna menguji koneksi dengan mengetikkan URL di peramban. Ping atau traceroute terlalu geeky. Terkadang juga lupa dipastikan komputer sudah mendapat alamat IP valid atau sudah merujuk ke DNS yang tepat. Hari ini sudah lebih jauh: promosi “dapat digunakan untuk Facebook dan Twitter” jadi mantra pemikat. Bukankah jika perangkat sudah mendukung akses Web dan ada peramban berarti kedua situs tersebut dapat ditampilkan? Oh, itu cara pandang lama: tidak selalu keduanya diakses lewat peramban, aneka aplikasi Web yang bekerja lewat jalur API mendudukkan promosi tersebut pada posisi “yang lebih benar.”

OpenNTPd di Ubuntu

| No Comments | No TrackBacks

NTP adalah syarat mutlak layanan yang perlu dipasang di setiap komputer. Baik hanya sebagai klien yang mengambil informasi waktu dari server NTP di luar, atau — dalam skenario di intranet — sebuah server NTP lokal disiapkan. Sebelumnya saya pasang ntpd di Debian Lenny, namun kali ini di Ubuntu Hardy Heron, dari daftar paket mereka, disebut OpenNTPd. Seperti halnya OpenSSH, OpenNTPd perluasan dari proyek OpenBSD yang elegan.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Google Friend Connect

Recent Comments

  • tri: kenapa indosat m2 skr lemot banget kebanyakan untung kenapa gak read more
  • Ikhlasul Amal: Terima kasih, justru saya menunggu pembahasan tentang padanan microblogging. Istilah read more
  • Ivan Lanin: Mas, blog-mikro atau mikroblog? Mikro- sudah dimasukkan sebagai bentuk terikat read more
  • jarwadi: pastinya, twitter bisa dibandingkan dengan plurk read more
  • Ikhlasul Amal: Banyak pihak yang merasa seperti Anda, terasa janggal karena sebelumnya read more
  • Ikhlasul Amal: Terima kasih kembali. Kita ucapkan terima kasih juga kepada para read more
  • Rei: daring = dalam jaringan = online Saya sudah lama penasaran read more
  • dudi: wah menarik mas amal, ada bbrp item yang bisa saya read more
  • Jasman: Problem yg sering terjadi jika komputer mati mendadak, alias listrik read more
  • Dini: Bener tuh, koneksi internet di indonesia memang prihatin read more
OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261