<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss  xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" 
      xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" 
      xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" 
      xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" 
      version="2.0">
<channel>
<title>#direktif</title>
<link>https://direktif.web.id/</link>
<atom:link href="https://direktif.web.id/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/>
<description>Catatan pengalaman di lingkungan Teknologi Informasi</description>
<generator>quarto-1.4.554</generator>
<lastBuildDate>Mon, 13 May 2024 16:40:00 GMT</lastBuildDate>
<item>
  <title>9 Catatan Pemrograman di atas Visual Studio Code</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/9-pemrograman/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Editor teks adalah tempat untuk banyak kegiatan para pemrogram. Menulis kode –tentu saja, membuat desain, menyusun skenario, mengumpulkan data, menulis catatan selama <em>debugging</em>, semua dapat dilakukan di atas editor teks. Salah satu editor teks yang banyak digunakan sekarang adalah Visual Studio Code.</p>
<p>Teman pemrogram, Ruslan Nuryadin, berbagi tips menggunakan Visual Studio Code agar lebih produktif, sbb.</p>
<p><strong>1.</strong> Semua hal dikerjakan di dalam Visual Studio Code akan lebih baik.</p>
<p>Sebelumnya alur kerja dia berpindah-pindah sesuai perangkat yang digunakan:</p>
<ul>
<li>Visual Studio Code sebagai editor teks.</li>
<li>Gnome Terminal untuk menjalankan perintah, melihat log, dll.</li>
<li>Insomnium untuk pengujian API.</li>
<li>Dbeaver untuk akses ke basis data.</li>
</ul>
<p>Setelahnya, hanya Dbeaver yang belum dapat digantikan. Gnome Terminal diganti dengan panel terminal di dalam Visual Studio Code dan Insomnium diganti dengan Thunder Client (berbayar).</p>
<p><strong>2.</strong> Tutup layar dengan editor teks.</p>
<p>Di Visual Studio Code dapat dilakukan dengan mode layar penuh (<em>full Screen</em>) (<code>F11</code>) atau mode Zen (<code>Ctrl-K Z</code>), sila diamati perbedaan keduanya. Intinya sedapat mungkin menghindari distraksi; dengan demikian perlu dipertimbangkan juga menonaktifkan notifikasi dari sejumlah aplikasi di komputer.</p>
<p>Bagaimana jika sedang menangani tugas lain yang memerlukan notifikasi cukup sering? Berarti lakukan pembagian tugas, semisal setiap 30 menit kunjungi aplikasi yang sedang dipantau tsb. dan lakukan penelusuran secukupnya. Belajar dari konsep <em>time slice</em>,<sup>1</sup> yakni suatu periode waktu-pendek yang dialokasikan ke suatu program atau pengguna dalam sistem <em>multitasking</em> atau berbagi-waktu (<em>timesharing</em>).</p>
<p><strong>3.</strong> Gunakan single instance untuk semua aplikasi (Visual Studio Code dan peramban, misalnya).</p>
<p><strong>4.</strong> Skrip untuk mengembalikan kondisi tata-letak jendela aplikasi akan membantu. Untuk keperluan ini, Ruslan menyediakan skrip Bash yang menampilkan jendela pada posisi dan ukuran tertentu. Tertarik? Coba dimulai dengan minta dibuatkan ke ChatGPT.</p>
<p>Penjelasan di balik poin (4) ini: “waktu terpalingkan sudah selesai, kembali ke tempat kerja!”</p>
<p><strong>5.</strong> Manfaatkan semua perangkat pendukung, seperti: <em>linter</em>, <em>formatter</em>, atau <em>snippet generator</em>. Pesan khusus: mereka ada buat dipakai, dan memang sangat membantu!</p>
<p>Contoh praktis pemakaian mereka:</p>
<ol type="a">
<li><em>Linter</em> menunjukkan ada bagian sintaksis yang tidak taat aturan atau malah penyebab galat (<em>error</em>).</li>
<li><em>Formatter</em> membantu kita mengetik menjadi lebih tenang. Salah ketik terkait format misalnya, akan dibetulkan saat dokumen disimpan.</li>
<li><em>Snippet generator</em> jelas meringkas kegiatan mengetik.</li>
</ol>
<p><strong>6.</strong> Saat tes API, manfaatkan fitur-fitur terkait lingkungan (<em>environment</em>), tujuannya agar saat pindah mesin (lokal, pengembangan, produksi) lebih mudah, sekaligus simpan dan gunakan ulang (<em>reuse</em>) token yang digunakan.</p>
<p><strong>7.</strong> Monitor berukuran lebih besar akan lebih baik, karena Visual Studio Code dilengkapi fasilitas menyesuaikan tata-letak tampilan kode. Dengan ukuran monitor yang lebih besar, kode-kode yang berkaitan akan ditampilkan bersamaan dan ini membantu. Barangkali ideal pada monitor 32 inch.</p>
<p><strong>8.</strong> Lipat (<em>fold</em>) bagian kode yang tidak diperlukan. Lihat bagian kilasan (<em>overview</em>) dari bagian lain kode dan tetap berfokus pada bagian yang sedang dikerjakan saja, abaikan yang lain.</p>
<p><strong>9.</strong> Desain dulu, jangan terburu-buru menulis kode. Sebagai contoh:</p>
<ol type="a">
<li>Perlu <em>key</em> yang akan diekspos? Cukup dengan <em>auto-increment</em> atau UUID dan variannya?</li>
<li>Struktur basis data.</li>
<li>Struktur Class.</li>
<li>Ada job spesifik yang perlu dipisah Class-nya?</li>
<li>Ada job yang dapat digunakan kembali (<em>reused</em>)? Pisahkan.</li>
</ol>
<p>Praktisnya, tidak perlu dibuatkan desain yang wah, cukup berupa coret-coretan sederhana, yang lebih penting: pikirkan desain sebelum menulis kode!</p>




<div id="quarto-appendix" class="default"><section id="footnotes" class="footnotes footnotes-end-of-document"><h2 class="anchored quarto-appendix-heading">Footnotes</h2>

<ol>
<li id="fn1"><p><a href="https://www.pcmag.com/encyclopedia/term/time-slice">A time slice</a> is a short period of time allocated to a program or user in a multitasking or timesharing system. Time slices are usually in milliseconds.↩︎</p></li>
</ol>
</section></div> ]]></description>
  <category>Pemrograman</category>
  <category>Visual Studio Code</category>
  <category>Ruslan Nuryadin</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/9-pemrograman/</guid>
  <pubDate>Mon, 13 May 2024 16:40:00 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Pengelolaan Versi di Google Keep</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/versi-google-keep/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Sebagai pengguna Google Keep dengan alasan kepraktisan, tertatap pandangan pada fasilitas baru yang sudah muncul di menu mereka namun ditandai <em>Coming Soon</em>, yakni Riwayat Versi (<em>versioning history</em>) konten. Ini akan menarik karena hal-hal yang ditangani dengan penyuntingan (<em>editing</em>) berkonsekuensi penyediaan catatan revisi –atau mudahnya, pengelolaan revisi. Maju-mundur antarversi revisi harus ditangani dengan baik.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/versi-google-keep/revisi-di-google-keep.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Revisi di Google Keep</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Bagaimana antarmuka untuk revisi di Keep nantinya? Tunggu saja. Dugaan sederhana: semacam manajemen revisi di Keluarga Google Docs.</p>



 ]]></description>
  <category>Google Keep</category>
  <category>Produktivitas</category>
  <category>Pengelolaan Versi</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/versi-google-keep/</guid>
  <pubDate>Sun, 10 Dec 2023 07:21:30 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Voucer dari Bing</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/voucer-dari-bing/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Semula tidak terpikir menekuni voucer atau kupon promosi dari Microsoft Bing. Biasanya paling dapat dibelanjakan untuk layanan daring yang belum terlalu diperlukan, apalagi berdurasi pendek; misal ruang ekstra di penyimpanan di komputas awan, tapi hanya berlaku tiga bulan –setelah itu, bagaimana?</p>
<p>Jadi seperti angin lalu saja, pakai Bing pun karena ingin merasakan hasil mesin pencari selain Google. Ditambah beberapa bulan lalu Bing dilengkapi mesin ChatGPT di belakangnya, plus Image Creator berbasis DALL-E. Daripada repot-repot datang di tempat asalnya, apalagi terkena kewajiban akun premium.</p>
<p>Sampai akhirnya dua hari lalu, poin dari <a href="https://rewards.bing.com/welcome">Microsoft Reward</a> sudah sampai 4.000-an dan iming-iming kian gencar. Kira-kira seperti ini informasi di Bing tentang Microsoft Reward,</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/voucer-dari-bing/contoh-microsoft-reward.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Microsoft Reward di Bing</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Tinggal beberapa puluh poin lagi, dikejar, dan tercapailah voucer untuk Alfamart bernilai Rp50.000. Ternyata mengejutkan dan menyenangkan juga, mengingat hadiah diterima untuk keperluan praktis dan nyata keperluan sehari-hari.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/voucer-dari-bing/voucer-alfamart.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Voucer belanja di Alfamart</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Kemarin malam, voucer tsb. digunakan di Alfamart, berhasil. Catatan: jika kasir Alfamart bertanya jenis voucer tsb., jelaskan saja, “Voucer yang diklaim.” Ada menu tsb. di aplikasi pembayaran di sana. Voila, dapat beras sekarung untuk di rumah! Kekurangan pembayaran ditambahi secara tunai dan barang yang dipesan siap diambil.</p>
<p>Terima kasih, Bing.</p>



 ]]></description>
  <category>Microsoft Reward</category>
  <category>Bing</category>
  <category>Voucer</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/voucer-dari-bing/</guid>
  <pubDate>Thu, 09 Nov 2023 05:29:45 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Diska Lepas Tercemplung Air</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/diska-lepas-tercemplung/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Sejumlah diska lepas<sup>1</sup>, kabel, dan pengisi ulang baterai ponsel semua dikumpulkan dalam kantung kain mungil agar praktis, tidak tertinggal, dan tidak tercecer. Semua aman terbawa dalam ransel, sampai suatu hari kantung tersebut terjatuh sedikit ke kuah pempek, jadilah ujung kantung basah, bau, dan harus dicuci. Semua isi kantung dikeluarkan, aman, dan dimasukkan begitu saja ke mesin cuci bersama setumpuk cucian rutin lainnya.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/diska-lepas-tercemplung/diska-lepas-dan-kantung.jpg" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Diska lepas dan kantung yang tercemplung</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Tidak ada yang baru, sampai pada saat pencucian selesai, kantung kain dari mesin cuci dibentangkan untuk dijemur. Ada yang terasa keras di pojok kantung –wah, <em>flash drive</em>! Gawat, 1&nbsp;jam 45&nbsp;menit diaduk-aduk di dalam air, bagaimana perangkat mungil ini akan selamat? Merasa sewot sendiri karena kecerobohan diri sendiri, kenapa tidak dipastikan bahwa kantung tsb. sudah benar-benar kosong. Baru beberapa hari lalu dapat hadiah diska lepas, yang ini malah terendam total! Impas dong …</p>
<p>Dengan penasaran, diska diperiksa, ditiup-tiup (ini tanpa penjelasan ilmiah), tampaknya tidak ada yang basah, dan dijemur pada sinar matahari pagi sebentar. Semoga masih dapat diakses, demikian harap-harap cemas sambil menyelesaikan penjemuran.</p>
<p>Sekitar 10&nbsp;menit kemudian, sudah di depan Ubuntu, diska lepas dicolokkan ke salah satu pangkalan, dan … label <code>Koper</code> tampil di Files dari Ubuntu. Alhamdulillah, spontan ceria kembali.</p>
<p>Untuk meyakinkan bahwa diska ini tidak bermasalah, dilakukan sejumlah uji sederhana:</p>
<ol type="1">
<li>Hapus dan bikin ulang partisi, lengkap dengan diformat cepat.</li>
<li>Masih penasaran, bombardir dari <code>/dev/zero</code> dengan <code>dd</code>, misal</li>
</ol>
<blockquote class="blockquote">
<p><code>dd if=/dev/zero of=dummy.img bs=1000000 iflag=fullblock,count_bytes count=25G</code></p>
</blockquote>
<p>Syukurlah, berakhir bahagia.</p>




<div id="quarto-appendix" class="default"><section id="footnotes" class="footnotes footnotes-end-of-document"><h2 class="anchored quarto-appendix-heading">Footnotes</h2>

<ol>
<li id="fn1"><p><em>diska lepas USB</em> adalah <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Diska_lepas_USB">padanan untuk istilah <em>USB flash drive</em></a>.↩︎</p></li>
</ol>
</section></div> ]]></description>
  <category>Pengalaman</category>
  <category>USB</category>
  <category>Diska Lepas</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/diska-lepas-tercemplung/</guid>
  <pubDate>Tue, 07 Nov 2023 01:54:30 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>LibreOffice Conf. Asia &amp; Ubucon Asia 2023</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/louca23/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Demikianlah, beberapa pekan lalu dari beberapa grup terbaca rencana perhelatan besar LibreOffice di Indonesia, termasuk pernah terbawa berkomentar di status sindir-sindiran ringan di Facebook, “Mana nih, sponsor dari Microsoft?” Sedikit menghangatkan, beberapa hari lalu tampil peringatan potensi penggunaan atau penyalahgunaan data kita sebagai pengguna oleh pabrik-pabrik perangkat lunak komersial –dan dalam hal ini LibreOffice menawarkan keunggulan.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><a href="https://www.facebook.com/libreoffice.org/posts/pfbid0DWik1gSzXhQHeYireBdVcksQTmGHCqqgBfYcZnHbvkJJcLQ6Zwu5a5qxyCRxmEPWl"><img src="https://direktif.web.id/posts/louca23/no-telemetry.png" class="img-fluid figure-img" alt="No Telemetry"></a></p>
<figcaption>No Telemetry</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Ringkasnya, cukup gaung perihal LibreOffice, yang mengarah “sedang ada apa-apa, nih.”</p>
<p>Pekan lalu di Surakarta, seperti ditampilkan dengan cantik di halaman depan <a href="https://louca.id/">LibreOffice Conf. Asia &amp; UbuCon Asia 2023 (LOUCA23)</a>. Selamat dan terima kasih untuk teman-teman panitia, pengisi acara, dan peserta yang telah menyelenggarakan dan berkontribusi pada acara akbar tsb.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/louca23/louca23.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>LOUCA23</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Lebih dari sekadar seremonial, Didiet Agus Pambudiono menceritakan pengalamannya, <a href="https://sitidy.id/experience-with-libreoffice-conf-asia-ubucon-asia-2023-372ad1b362f9">Experience with LibreOffice Conf Asia &amp; Ubucon Asia 2023</a>, dengan pengantar sangat meyakinkan,</p>
<blockquote class="blockquote">
<p>I am pleased because I was chosen as one of the parallel class speakers at this event, this is my fifth event on an international scale event. I used to be a speaker for openSUSE Asia Summit 2016 in Yogyakarta, LibreOffice Indonesia Conference 2018 in Surabaya, openSUSE Asia Summit 2018 in Taipei, and openSUSE Asia Summit 2019 in Denpasar.</p>
</blockquote>
<p><em>Proficiat!</em></p>
<p>Walaupun saya bukan pengguna LibreOffice, turut mengapresiasi inisiatif mempromosikan alternatif perangkat lunak seperti ini. Lebih-lebih juga dapat ditampilkan kontribusi orang-orang yang bersedia repot dari negeri kita sendiri.</p>



 ]]></description>
  <category>LibreOffice</category>
  <category>Ubucon</category>
  <category>Surakarta</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/louca23/</guid>
  <pubDate>Mon, 16 Oct 2023 02:39:03 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Pembersihan Lingkungan Aplikasi Bank Muamalat Indonesia</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/aplikasi-bmi/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Setelah lama jarang digunakan, aplikasi perbankan dari Bank Muamalat Indonesia (BMI) bermasalah, yakni aplikasi gagal melanjutkan setelah log masuk (<em>login</em>). Tidak ada penjelasan penyebab gangguan, diulang beberapa kali pun tidak membawa perubahan.</p>
<p>Sudah direncanakan untuk dibawa ke kantor cabang BMI terdekat, guna mendapatkan solusi atas kasus ini. Spontan saja, sebelum berangkat terpikir: barangkali dapat diatasi sendiri dengan cara aplikasi diset agar “bersih kembali”. Jika misalnya perlu aktivasi tertentu lewat layanan pelanggan, barulah harus dibawa ke kantor cabang.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/aplikasi-bmi/tangkapan-layar-aplikasi-bmi.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Tangkapan layar aplikasi BMI</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Ternyata aktivasi akun untuk aplikasi BMI termasuk yang mudah dilakukan, yakni berupa: nomor rekening, nomor ponsel, dan kode yang dikirim ke nomor ponsel tsb. Yang berarti kode yang dikirim ini sangat penting; jika terdapat kode masuk sedangkan tidak ada permintaan aktivasi, berarti ada usaha-usaha untuk masuk ke dalam akun.</p>
<p>Setelah semua beres, dicoba log masuk kembali, dan … alhamdulillah, berhasil. Untunglah, tadi tidak perlu datang dan merepotkan layanan konsumen BMI.</p>
<p>Selamat menggunakan layanan Bank Muamalat kembali!</p>
<p>Ringkasnya: lakukan pembersihan lingkungan aplikasi dengan instal ulang atau hapus tembolok (<em>cache</em>) dan data. Siapkan informasi yang diperlukan untuk aktivasi ulang.</p>



 ]]></description>
  <category>Android</category>
  <category>Aplikasi</category>
  <category>Bank Muamalat Indonesia</category>
  <category>Banking</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/aplikasi-bmi/</guid>
  <pubDate>Sun, 15 Oct 2023 20:56:17 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Tak Terbendung</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/tak-terbendung/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Benarlah, perihal dokumen web statis untuk blog tidak dapat menunggu lagi!</p>
<p>Sudah ditetapkan bahwa Hugo untuk blog, Sphinx untuk dokumentasi produk atau gagasan terstruktur, dan VitePress untuk helai-helai catatan, serta … ada lagi Obsidian kelanjutan Gnotes; tapi ternyata tidak berhenti di sana, informasi dari teman menantang: Quarto untuk penulisan blog!</p>
<p>Apa itu? Quarto, <a href="https://quarto.org">seperti ditulis di situsnya</a>, dapat digunakan untuk penyediaan halaman dinamis, salah satu tujuannya untuk ramai-ramai halaman laporan pada era <em>data scientist</em> masa kini. Ternyata tersedia juga fasilitas untuk situs web dan blog. Dari Quarto ini pula jadi tahu posisi Jupyter Notebook, yang selama ini muncul (dan dibiarkan!) begitu saja di Visual Studio Code. Ya ampun, seperti ini toh!</p>
<p>Dipasanglah buat <code>#direktif</code>. Bagaimana dengan materi #direktif yang sudah ada sekarang? Tampaknya tetap diperlukan untuk diakses lewat WordPress sebelum semua konten dipindahkan. Jadi untuk kedatangan gaya baru ini untuk sementara digunakan subdomain <code>next.direktif.web.id</code>. Semoga masa transisi berlangsung cepat dan segera kembali digunakan <code>direktif.web.id</code>.</p>
<p>Ayo, yang lebih penting <strong>harus tetap bersemangat</strong>!</p>



 ]]></description>
  <category>Quarto</category>
  <category>Blogging</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/tak-terbendung/</guid>
  <pubDate>Sat, 23 Sep 2023 16:03:00 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Terima Kasih, Jetpack</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/jetpack/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Terpaksa Jetpack dihentikan sementara dari membantu <code>#direktif</code>. Integrasi dari blog ini ke situs Jetpack atau WordPress gagal terus setelah berkali-kali dicoba. Kegagalan yang memicu ingatan kejadian-kejadian sebelumnya.</p>
<p>Sebagian besar pemakai WordPress tidak asing dengan Jetpack. Keterikatan dengan WordPress meliputi banyak hal –seperti kesehatan situs (<em>site health</em>), keamanan situs, statistik, sampai penyediaan salinan basis data (<em>database backup</em>). Alhasil, jadilah sorotan pertanyaan: dapatkah WordPress digunakan tanpa Jetpack? Atau yang lain: menyediakan pengganti Jetpack agar ada pilihan sepadan untuk WordPress.</p>
<p>Tidak ada keraguan perihal manfaat Jetpack, namun sebagai pemakai versi gratis, kepentingan utama saya adalah: statistik akses ke situs dan hubungan WordPress dengan situs WordPress.com. Kedua keperluan tsb. dapat diaktifkan secara cuma-cuma, praktis tiada kesulitan.</p>
<p>Entah penyebabnya, beberapa bulan lalu menjelang akhir 2022, kaitan antara situs blog ini dengan WordPress.com gagal bahkan setelah beberapa kali disambung ulang, seperti <a href="https://direktif.web.id/2014/10/instalasi-sambung-ulang/">sebelumnya pernah dilakukan dan berhasil</a>. Keperluan pada Jetpack pun berkurang dan akhirnya diputuskan untuk dicopot saja.</p>
<p>Bagaimana dengan penggantinya?</p>
<p>Pertama untuk statistik situs. Pilihan pertama tentu pada pemain lama yang sudah digunakan bertahun-tahun, Google Analytics. Tersedia versi yang sangat memudahkan untuk menghubungkan situs WordPress dengan Google, yakni lewat Google Site Kit. Seperti diduga, penyetelan konfigurasi mudah dilakukan, cukup masukkan identitas Analytics –itu pun sudah dibantu wisaya lewat fasilitas log masuk ke akun Google.</p>
<p>Menyenangkan, sesegera mungkin Site Kit dipasang di dua situs. Ternyata muncul persoalan lain setelah beberapa kali digunakan, datanglah pesan</p>
<blockquote class="blockquote">
<p>There has been a critical error on this website. Please check your site admin email inbox for instructions.</p>
</blockquote>
<p><a href="https://www.google.com/search?q=There+has+been+a+critical+error+on+this+website.+Please+check+your+site+admin+email+inbox+for+instructions.&amp;sourceid=chrome&amp;ie=UTF-8">Hasil pencarian Google</a> tentang pesan tsb. tidak mengatasi masalah, karena potensi gangguan tetap muncul setelah beberapa waktu dan sekilas terjadi secara acak. Lagi-lagi dengan terpaksa Google Site Kit diturunkan dari kumpulan pengaya<sup>1</sup> WordPress yang terinstalasi. Sebagai gantinya, kembali ke pengaya yang pernah dipakai dulu: MonsterInsights.</p>
<p>Urusan beres untuk statistik pengunjung.</p>
<p>Bagaimana dengan kaitan situs web dengan akun di WordPress.com? Apa perlunya?</p>
<p>Pada saat itu, dengan harapan autentikasi lebih baik, log masuk ke dapur situs ini dipilih lewat WordPress.com. WordPress.com tersedia dalam HTTPS dan fasilitas autentikasi dua-faktor (<em>two factor authentication</em>, 2FA) diaktifkan di sana. Bukan pembahasan sisi keamanan secara serius dan ketat, hanya pikiran singkat bahwa cara tsb. lebih baik daripada log masuk akun lewat HTTP.</p>
<p>Akhirnya Let’s Encrypt dapat digunakan untuk penyediaan HTTPS –pun mudah dipasang di atas Nginx dan Ubuntu. Sebagian urusan beres. Baca-baca tulisan untuk keamanan di WordPress, 2FA dapat dipasang cukup lewat pengaya. Ada beberapa pilihan, baik hanya untuk pemasangan 2FA atau bagian dari bundel lengkap keamanan di WordPress. Tidak ada rekomendasi khusus untuk ini, pilih saja yang paling mudah diinstalasi.</p>
<p>Berhasil, dua pokok penting urusan dengan Jetpack dapat diatasi. Apakah suatu saat Jetpack akan digunakan kembali? Dipikir nanti saja, jika memang sudah ada keperluan yang mengharuskan.</p>
<p>Bagaimana pun, dengan dukungan yang diberikan selama bertahun-tahun, “<strong>Terima kasih, Jetpack!</strong>”</p>
<p><sup>1</sup> <em>pengaya</em> adalah padanan untuk <em>plugin</em>.</p>



 ]]></description>
  <category>WordPress</category>
  <category>Blogging</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/jetpack/</guid>
  <pubDate>Sun, 19 Feb 2023 10:19:47 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>SMS Perbankan</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/sms-perbankan/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>SMS aplikasi perbankan tak kunjung tiba, ternyata penyebabnya memang karena disetop.</p>
<p>Gangguan ini bermula dari salah satu kartu salah satu bank. <abbr title="Personal Identification Number">PIN</abbr> yang digunakan untuk transaksi dianggap gagal oleh mesin <abbr title="Electronic Data Capture">EDC</abbr>. Karena lama tidak digunakan, dengan mudah dianggap ini faktor lupa. Dicoba permintaan <abbr>PIN</abbr> baru ke bank, <abbr title="Short Message Service">SMS</abbr> pemberitahuan tak kunjung tiba, padahal merupakan isyarat bahwa permintaan diproses oleh sistem. Beberapa kali tetap gagal juga, eskalasi dengan menghubungi layanan pelanggan. Jawaban mereka membuat dahi berkernyit, “Di sini disebutkan bahwa tidak ada masalah dengan kartu. Tertulis <abbr>SMS</abbr> berhasil dikirim.”</p>
<p>Jadi apa penyebabnya? Karena menjelang kartu daluwarsa, masih dimaklumi sebagai “gagal karena sudah uzur.” Permakluman yang menggelikan pada era waktu-digital sudah demikian presisi.</p>
<p>Tidak ada pilihan lain kecuali menunggu kartu baru datang, untuk mematahkan anggapan di atas, gagal karena uzur. Setelah kartu pengganti diterima, proses serupa dilakukan lagi, hasil tidak berubah. Kebetulan ada urusan aktivasi lewat layanan pelanggan via telepon yang memerlukan konfirmasi kode <abbr title="One Time Password">OTP</abbr> yang diterima, gagal juga …</p>
<p>Jadi mengapa semua layanan SMS untuk perbankan terganggu?</p>
<p><em>Cling!</em> –ini yang susah dijelaskan, spontan teringat bahwa beberapa bulan lalu diberi tips oleh teman yang bekerja di operator yang saya gunakan, yakni XL, agar pulsa tidak digerogoti keperluan yang tidak diharapkan, non-aktifkan kondisi tsb.</p>
<p>Ada tiga kondisi yang dapat dikendalikan, sbb.:</p>
<ol type="1">
<li><strong>SMS Berlangganan</strong> – melindungi pulsa terpotong untuk layanan SMS berlangganan.</li>
<li><strong>SMS Banking</strong> – melindungi pulsa terpotong karena transaksi melalui SMS Banking.</li>
<li><strong>Data</strong> – menghindari pulsa terpotong karena penggunaan internet di luar paket.</li>
</ol>
<p>Tersedia pada menu <code>Profil</code> → <code>Kontrol Pulsa</code>.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/sms-perbankan/Kendali-Pulsa.jpg" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Profil → Kendali Pulsa di MyXL</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Yang paling diperlukan bagian Data, untuk mengingatkan agar segera membeli paket data baru jika sampai kehabisan paket data sebelumnya. Karena terlalu bersemangat, semua kendali pulsa di atas diaktifkan, akibatnya urusan SMS Perbankan pun terkena getahnya.</p>
<p>Begitulah, pilihan kedua dinonaktifkan, permintaan <abbr>PIN</abbr> dikirimkan kembali, dan … berhasil, <abbr>SMS</abbr> datang dengan anggun. Perlu waktu sampai dua–tiga bulan untuk menyadari kecerobohan ini.</p>



 ]]></description>
  <category>Messaging</category>
  <category>Banking</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/sms-perbankan/</guid>
  <pubDate>Thu, 29 Dec 2022 10:35:41 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Pindahan</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/pindahan/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Sejak tahun 2004 saya memiliki akun di <a href="https://dreamhost.com">DreamHost</a> dan kemungkinan satu atau dua tahun setelahnya saya berlangganan salah satu layanan mereka. Dianggap murah-meriah karena banyak <em>kebebasan</em> diberikan: bebas nama domain, bebas membuat akun pengguna, bebas ukuran penyimpanan, dan bebas lalu-lintas koneksi. Tentu, di dunia yang fana ini, termasuk di dunia maya, tidak ada sesuatu yang benar-benar tak-terbatas, lebih tepatnya: batas yang disediakan mereka (tersurat atau tersirat) masih jauh di atas keperluan <em>kami</em>, saya dan teman-teman yang akhirnya memanfaatkan layanan <em>hosting</em> di DreamHost.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/pindahan/dh.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>DreamHost pada tahun 2004, diambil lewat Wayback Machine</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Perpanjangan demi perpanjangan langganan per dua tahun senantiasa diusahakan lancar, namun tetap ada pertimbangan akal sehat: apakah kegiatan saya di layanan hosting ini sepadan dengan ongkos yang dibelanjakan. Awal dan paling penting, tujuan saya berbelanja tempat <em>hosting</em> adalah untuk kegiatan blog, atau sesekali diperluas sedikit, untuk media sosial.</p>
<p>“Masih <i>nge-blog</i>?,” adalah pertanyaan yang kerap terngiang, lebih mengharukan lagi jika saudara penanya adalah pemirsa pada tahun-tahun silam –sudah masuk kategori “jadul” untuk generasi sekarang. Saya jawab sejujurnya: masih diusahakan. Bukan jawaban pemanis bibir atau penggembira harapan, namun memang masih merasa terpanggil untuk kembali aktif menulis. Facebook, Twitter, apalagi WhatsApp bukan termasuk tempat tulisan panjang dan serius, walaupun posting panjang di Facebook lumrah saja dan tidak ada jaminan di blog pribadi termasuk kategori serius. Namanya juga persepsi, diterima saja!</p>
<p>Beberapa bulan lalu di salah satu grup WhatsApp, salah seorang anggota menulis tentang usaha mereka menyediakan layanan awan (<i>cloud</i>) dan benar-benar secara fisik dibangun di Indonesia. Ini impresi yang baik, mengingat jumlah penyelenggara layanan tsb. yang benar-benar menekuni sendiri secara teknis belum cukup banyak atau kalah pamor dibanding dengan para perintis di mancanegara. Tergerak untuk mengapresiasi usaha mereka. Terakhir dan penting: harga yang disodorkan mereka terjangkau.</p>
<p>Kembali pada DreamHost yang pada perpanjangan tahun 2021 ini menyodorkan kenaikan harga. Alasan mereka dapat diterima, yakni sudah bertahun-tahun tidak ada kenaikan –namun di sisi saya tetap <i>berubah</i> karena dalam kurs dolar Amerika Serikat. Dihitung, nilai akhirnya terasa besar, berlebih untuk keperluan penyelenggaraan berbagai situs web yang sejauh ini belum sampai dapat dipanen. Belum ada acara monetisasi secara langsung!</p>
<p>Agar berimbang, berikut pertimbangan dengan bertahan di DreamHost:</p>
<ol type="1">
<li><p>Kenaikan harga sebenarnya masih dalam kategori pantas, sayangnya situs yang dikelola di sana belum berhasil mengimbangi kenaikan tsb.&lt;</p></li>
<li><p>Fasilitas yang diperoleh, yakni ruang penyimpanan, lalu-lintas data, dan akun pemakai serta nama domain sudah seperti tak-terbatas untuk skala <i>hosting</i> bersama (<i>shared hosting</i>).</p></li>
<li><p>Terlalu lama menikmati kemapanan. Praktis nyaris semua urusan diselesaikan lewat panel web mereka.</p></li>
</ol>
<p>Pertimbangan agar harus pindah:</p>
<ol type="1">
<li><p>Rencana pindah ini sudah lama dan tertunda selalu.</p></li>
<li><p>Harga layanan hosting di tempat lain lebih sesuai –tidak selalu lebih murah– dengan kondisi keperluan saya yang belum terlalu padat. Dengan kata lain: pemakaian di DreamHost tidak optimal selama ini.</p></li>
<li><p>Terdapat sejumlah keperluan lebih dari sekadar <i>shared hosting</i>, semisal akses ke sistem dengan akun <code>root</code>.</p></li>
</ol>
<p>Setelah bertimbang-timbang beberapa hari (dan waktu mendekati habis!), akun di <a href="https://idcloudhost.com">IDCloudHost</a> dibuat dan ikut skema pembayaran bulanan. Perihal skema pembayaran ini juga meringankan, mengikuti sejumlah tagihan bulanan lainnya, kendati skema beberapa bulan sekaligus dapat menguntungkan karena tenang dalam beberapa periode mendatang dan semisal ada kenaikan harga, baru berdampak pada siklus pembayaran berikutnya nanti.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/pindahan/idc.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Tampilan IdCloudhost pada hari ini, 2 November 2021</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Baiklah, paket minimal pun dihitung cukup, pasang Ubuntu 20.04 LTS yang memang sudah terbiasa dipakai di laptop. Selanjutnya, terjadi arus impor bahan mentah dari negeri jauh di sana lewat <code>scp</code>.</p>
<p>Seperti halnya memiliki server fisik sendiri, semua disiapkan swakarya! Ini tantangan berikutnya dan akan dilanjut pada tulisan mendatang, insyaallah.</p>



 ]]></description>
  <category>Blogging</category>
  <category>Hosting</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/pindahan/</guid>
  <pubDate>Mon, 01 Nov 2021 22:20:13 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>PyCon 2017 di Surabaya dan Undangan untuk Guido</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/pycon-2017-guido/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>PyCon 2017 akan diselenggarakan pada tanggal 9&nbsp;Desember di Surabaya, seperti dipublikasikan di halaman depan <a style="user-select: auto;" title="PyCon Indonesia" href="http://pycon.id/">PyCon Indonesia</a>. Lazimnya perhelatan seperti ini, bagian awal dan penting adalah Undangan Pengiriman Naskah atau <em>Call for Papers</em>.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/pycon-2017-guido/pycon-2017-logo.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>PyCon 2017 Indonesia di Surabaya</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Dari catatan di situs web PyCon, sudah direncanakan:</p>
<ol type="1">
<li>Dua orang pembicara utama (<em>keynote speaker</em>).</li>
<li>Dua ratus partisipan.</li>
<li>Delapan belas pembicara.</li>
</ol>
<p>Semoga angka-angka di atas dapat dicapai dan akan lebih menggembirakan lagi jika bertambah.</p>
<p>Ternyata kemarin sore Fauzan Emmerling, salah seorang penggiat utama Python di Indonesia, menulis <a href="https://www.facebook.com/groups/IndonesianPython/permalink/1765613293479988/">tantangan baru di Facebook</a>: yang berharap Guido bersedia datang ke Surabaya, ayo <em>retweet</em> tulisan Fauzan di Twitter. Barangkali dengan pemanggilan oleh banyak penggiat sampai simpatisan Python Indonesia, Guido tergerak hatinya untuk beranjangsana ke PyCon 2017 Indonesia di Surabaya.</p>
<blockquote class="blockquote">
<p>Hey <a href="https://twitter.com/gvanrossum?ref_src=twsrc%5Etfw"><span class="citation" data-cites="gvanrossum">@gvanrossum</span></a>, Indonesia is hosting its first ever Pycon in Surabaya. Will you be coming? <a href="https://t.co/qmKL1ErVla" class="uri">https://t.co/qmKL1ErVla</a>? <a href="https://twitter.com/hashtag/python?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#python</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/pycon?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#pycon</a></p>
<p>— Fauzan Emmerling (<span class="citation" data-cites="femmerling">@femmerling</span>) <a href="https://twitter.com/femmerling/status/921309842303737856?ref_src=twsrc%5Etfw">October 20, 2017</a></p>
</blockquote>
<p>Guido? Ya, dong: <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Guido_van_Rossum" title="Guido van Rossum di Wikipedia">Guido van Rossum</a> – <a href="https://twitter.com/gvanrossum" title="Guido van Rossum di Twitter"><span class="citation" data-cites="gvanrossum">@gvanrossum</span></a>.</p>
<p>Hanya dalam hitungan jam, Guido menjawab bahwa dia tidak dapat memenuhi undangan yang tampak mendadak seperti ini, “Barangkali tahun depan …”</p>
<blockquote class="blockquote">
<p>Sadly that’s too soon to be planning big trips. Maybe next year if you let me plan long in advance (but not sure then either).</p>
<p>— Guido van Rossum (<span class="citation" data-cites="gvanrossum">@gvanrossum</span>), <a href="https://twitter.com/gvanrossum/status/921406015999844352?ref_src=twsrc%5Etfw">October 20, 2017</a></p>
</blockquote>
<p>Tetap berbesar hati, semoga persiapan PyCon 2017 di Surabaya lancar, teman-teman penggiat Python!</p>



 ]]></description>
  <category>Python</category>
  <category>PyCon</category>
  <category>Pemrograman</category>
  <category>Guido van Rossum</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/pycon-2017-guido/</guid>
  <pubDate>Sat, 21 Oct 2017 01:43:05 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>NTP</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/ntp/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Network_Time_Protocol" title="'Network Time Protocol' di Wikipedia">Network Time Protocol (NTP)</a> adalah protokol untuk keperluan penyelaras jam antara sistem komputer. NTP sudah digunakan sejak tahun 1985, menjadikan NTP salah satu protokol Internet tertua yang digunakan sampai sekarang.</p>
<p>Di lingkungan Windows, servis untuk NTP baru mulai disediakan di Windows XP. Sebelumnya, pengguna komputer yang peduli jam komputer yang akurat (sebenarnya lebih praktis lagi ada beberapa komputer yang perlu disetel jamnya pada saat dihidupkan) memasang utilitas penyelaras jam komputer, misalnya untuk Microsoft Windows 95. Penggunaan Internet masih terbatas pada saat itu, layanan sederhana ini lebih sering dianggap belum penting. Jam komputer yang melenceng sampai orde jam atau puluhan menit bukan dianggap gangguan. Beberapa pemakai komputer membiarkan tanggal sistem salah, baru menyadari jika ada aplikasi yang gagal dipasang karena menuntut jam yang realistis. Kondisi ini berlangsung lama –sepertinya terkait juga budaya di Indonesia secara umum dalam memandang waktu– dan menjadi perhatian setelah kedatangan ponsel cerdas (<em>smartphone</em>).</p>
<p>Sistem operasi ponsel cerdas yang populer sekarang, iOS dan Android, menyediakan pengaturan otomatis untuk waktu dengan mengambil referensi pada server NTP. Faktor lain: pengetahuan bahwa waktu yang akurat untuk keperluan sehari-hari dapat diperoleh dari satelit <abbr title="Global Positioning System">GPS</abbr> –sedangkan perangkat GPS sudah populer sejak awal abad ke-21, menjadikan patokan waktu yang lebih baik keperluan yang lazim saat ini. Praktis, mayoritas ponsel yang terhubung dengan Internet saat ini sekaligus menjadi penunjuk waktu yang lebih akurat dibanding aneka jam di sekitar kita.</p>
<section id="keperluan-ntp-sehari-hari" class="level2">
<h2 class="anchored" data-anchor-id="keperluan-ntp-sehari-hari">Keperluan NTP sehari-hari</h2>
<p>Karena ada jaminan NTP andal untuk keperluan komputer dan relatif mudah digunakan, saya menjadi terobsesi untuk menjadikan jam perangkat akurat hingga satuan detik. Kurang afdal rasanya jika kecocokan jam perangkat hanya pada satuan menit; jadi sekalian sampai orde detik. Beberapa manfaat perangkat dalam kondisi tersinkronisasi dengan benar yang saya rasakan:</p>
<ol type="1">
<li><p><strong>Pengelolaan log</strong>. Dalam jaringan yang terdiri dari berbagai perangkat, pemeriksaan kejadian yang melibatkan beberapa perangkat perlu waktu yang disepakati bersama. Walaupun terdapat atribut lain dalam transaksi, misalnya identitas perangkat, waktu kejadian yang cermat membantu mengurangi jumlah entri log yang perlu diperiksa.</p></li>
<li><p><strong>Sinkronisasi data antarperangkat</strong>. Dua kejadian lepas yang ingin dihubungkan paling praktis menggunakan waktu sebagai penghubung. Contoh yang sering saya perlukan: menghubungkan foto digital dari kamera dan data koordinat dari perangkat GPS. Dengan waktu yang sinkron pada dua perangkat, metadata foto dapat ditambahi informasi koordinat dari hasil pencatatan perangkat GPS.</p></li>
</ol>
<p>Untuk sistem yang kritis terhadap waktu, penggunaan NTP tidak dapat ditawar lagi. Integritas data dapat berantakan akibat ditangani dengan referensi waktu yang tidak akurat; dalam kondisi ekstrem, sistem dapat lumpuh karena faktor ketidaksinkronan waktu, salah satunya dikenal dengan istilah <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Leap_second" title="'Leap Second' di Wikipedia"><em>leap second</em></a>. Untuk keperluan saya pada umumnya, perbedaan kurang dari sepuluh detik belum sampai menyebabkan masalah.</p>
</section>
<section id="penyediaan-layanan-ntp" class="level2">
<h2 class="anchored" data-anchor-id="penyediaan-layanan-ntp">Penyediaan layanan NTP</h2>
<p>Layanan NTP disediakan secara hirarki dalam istilah <em>stratum</em> (jamak: <em>strata</em>). <em>Stratum&nbsp;0</em> berupa perangkat waktu berpresisi sangat tinggi, misalnya jam atom, dilanjutkan dengan <em>stratum&nbsp;1</em> berupa komputer yang terhubung dengan perangkat waktu di <em>stratum&nbsp;0</em>. Hal ini dilanjutkan pada <em>stratum&nbsp;2</em> dst. hingga batas ke-15, dengan <em>stratum-16</em> digunakan sebagai indikasi piranti yang tak-disinkronkan. Untuk kepraktisan, disediakan <code>0.pool.ntp.org</code> dan <code>1.pool.ntp.org</code> untuk server-utama dan server-sekunder yang dijadikan rujukan. Tersedia pula referensi per negara menggunakan kode negara, misal <code>0.id.pool.ntp.org</code> dan <code>1.id.pool.ntp.org</code> untuk Indonesia. Layanan NTP publik juga disediakan oleh beberapa lembaga, komersial atau non-komersial, semisal <code>0.ubuntu.pool.ntp.org</code> yang disediakan Ubuntu atau <code>ntp.metrologi.lipi.go.id</code> yang disediakan LIPI.</p>
</section>
<section id="akses-ke-layanan-ntp" class="level2">
<h2 class="anchored" data-anchor-id="akses-ke-layanan-ntp">Akses ke layanan NTP</h2>
<p>Untuk keperluan sinkronisasi dengan layanan NTP, komputer yang akan disinkronkan harus dapat mengakses server NTP sebagai penyedia layanan. Setidaknya ada tiga pendekatan dalam hal ini:</p>
<ol type="1">
<li><p>Membuka akses ke pangkalan (<em>port</em>) layanan NTP. Di dalam aturan yang disusun di dinding api (<em>firewall’s rules</em>), akses ke pangkalan dibuka, komputer-komputer yang ada di dalam jaringan dibebaskan menggunakan rujukan layanan NTP manapun di luar. Biasanya hal ini diatur sistem operasi masing-masing.</p></li>
<li><p>Disediakan layanan NTP sendiri untuk keperluan semua komputer di dalam jaringan lokal. Layanan ini disinkronisasi dengan layanan di luar dan referensi NTP semua komputer di dalam jaringan diarahkan ke layanan sendiri ini. Keuntungan cara ini: adanya pendelegasian layanan NTP cukup dilakukan di komputer di jaringan lokal.</p></li>
<li><p>Pengembangan dari layanan pada poin 2: semua akses ke layanan NTP dibelokkan (<em>redirected</em>) ke layanan NTP lokal. Dengan demikian, semua komputer tanpa kecuali akan menggunakan layanan NTP lokal.</p></li>
</ol>
<p>Untuk keperluan jaringan lokal yang memiliki banyak komputer di dalamnya, poin ketiga penting dipertimbangkan. Dari sisi keamanan juga seharusnya lebih aman, karena pangkalan yang dibuka keluar dibatasi.</p>


</section>

 ]]></description>
  <category>NTP</category>
  <category>Servis</category>
  <category>Network Protocol Time</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/ntp/</guid>
  <pubDate>Tue, 15 Aug 2017 00:09:43 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Aplikasi Pelacak Kebiasaan</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/pelacak-kebiasaan/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Mengapa kita perlu “melacak” kebiasaan? <a href="http://lifehacker.com/why-you-should-be-tracking-your-habits-and-how-to-do-i-1702100388">Tulisan pada bulan Mei 2015</a> oleh Belle Beth Cooper di LifeHacker dapat dijadikan pertimbangan.</p>
<p>Saya telah melacak kebiasaan-kebiasaan saya –dan menghentikannya, selama beberapa tahun lalu, namun tatkala saya melewati bagian singkat <em>tidak</em> melacak kebiasaan-kebiasaan, saya tidak mengerjakan kebiasaan-kebiasaan itu juga. Sesuatu seperti proses memeriksa suatu kebiasaan setiap hari dan menjaga log kemajuan memang meningkatkan motivasi dan kemampuan saya untuk menyelesaikan kebiasaan tsb. setiap hari.</p>
<p>Dari pengalaman saya: ada aspek permainan (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Gamification"><em>gamification</em></a>) dengan diri sendiri. Pilihan saya pada cara penilaian bersifat catatan pribadi, tidak ada mekanisme publikasi. Dengan kemudahan ketersediaan aplikasi di gawai, saya sempat mencoba beberapa aplikasi dalam kategori “Habit Tracker”, secara umum terdapat batasan untuk aplikasi versi gratis, misalnya jumlah kebiasaan yang dilacak. Sampai akhirnya saya pilih produk berlisensi perangkat lunak bebas, yakni <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.isoron.uhabits&amp;hl=en">Loop Habit Tracker</a>.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/pelacak-kebiasaan/habit-01.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Tampilan Depan Loop Habit Tracker</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Aplikasi pelacak kebiasaan biasanya dilengkapi fasilitas-fasilitas berikut ini.</p>
<ol type="1">
<li>Senarai kebiasaan yang akan dilacak, termasuk dalam hal ini: atribut untuk kebiasaan, kategorisasi, pengingat, dan beragam lainnya.</li>
<li>Frekuensi pengerjaan kebiasaan tsb., misal jumlah pengerjaan per pekan.</li>
<li>Rentang pengerjaan kebiasaan, misal dilakukan pelacakan untuk sekian bulan.</li>
<li>Respon terhadap kegagalan: cara aplikasi merespon jika pengguna gagal memenuhi target.</li>
<li>Laporan pengerjaan kebiasaan, dalam bentuk tabel atau grafik misalnya.</li>
</ol>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/pelacak-kebiasaan/habit-02.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Tampilan detail Loop Habit Tracker</figcaption>
</figure>
</div>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/pelacak-kebiasaan/habit-03.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Tampilan detail Loop Habit Tracker</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Dari sisi pengguna aplikasi, beberapa hal perlu diperhatikan sbb.</p>
<p><strong>Aplikasi hanyalah alat bantu, niat mengerjakan kebiasaan tsb. tetap yang paling utama.</strong> Baik berupa latihan kebugaran sampai dengan ibadah rutin yang dilacak pengerjaannya, niat harus tetap pada koridor pengerjaan tsb. Jangan sampai pemakai aplikasi terpacu <em>hanya</em> untuk membuat statistik pada aplikasi tampak bagus. Tidak ada gunanya juga berbohong pada diri sendiri, karena pencatatan tsb. dilakukan secara mandiri tanpa pemantauan pihak lain. Lebih-lebih jika berkaitan dengan pencatatan ibadah keagamaan, harus diniatkan lurus perihal tsb. dan perangkat pelacak kebiasaan ini <em>hanya</em> membantu aspek kedisplinan.</p>
<p><strong>Dulukan konsistensi daripada jumlah kebiasaan</strong>. Melatih kebiasaan dalam jumlah yang layak dengan tujuan realistis untuk dikerjakan lebih baik daripada mencatat jumlah kebiasaan lebih banyak namun banyak bolongnya. Pilih kebiasaan yang mudah dikerjakan terlebih dulu, selanjutnya pilih frekuensi pengerjaan setiap pekan yang dianggap terjangkau. Setelah mendapatkan pola yang nyaman, frekuensi dapat ditingkatkan, dan selanjutnya tambahan kebiasaan lain dimungkinkan. Sebagian pendapat menyatakan <a href="https://www.brainpickings.org/2014/01/02/how-long-it-takes-to-form-a-new-habit/">perlu waktu 21&nbsp;hari untuk membentuk suatu kebiasaan</a> yang cukup kuat.</p>



 ]]></description>
  <category>Aplikasi</category>
  <category>Produktivitas</category>
  <category>Gaya Hidup</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/pelacak-kebiasaan/</guid>
  <pubDate>Thu, 06 Jul 2017 16:46:52 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Gangguan Injeksi JavaScript</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/injeksi-javascript/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Injeksi JavaScript oleh penyedia jasa internet sudah sering dianggap mengganggu oleh pelanggan: sudah bayar kok masih dititipi iklan?</p>
<p>Gangguan juga buat yang sedang belajar JavaScript, sebagai contoh pada halaman belajar <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/AngularJS">AngularJS</a> yang seharusnya sederhana ditampilkan sbb.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/injeksi-javascript/js-injection.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Injeksi JavaScript di bagian akhir halaman Web</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Bagian bawah yang ditandai kotak jingga dapat membingungkan pengunjung situs yang sedang mempelajari AngularJS karena mendadak muncul, tidak relevan dengan materi yang sedang dipelajari.</p>
<p>Untuk meyakinkan bahwa JavaScript tsb. adalah injeksi penyedia jasa Internet, halaman sama dibuka dengan Opera lewat VPN, hasilnya:</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/injeksi-javascript/no-js-injection.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Lewat VPN, tidak ada injeksi JavaScript</figcaption>
</figure>
</div>



 ]]></description>
  <category>JavaScript</category>
  <category>PJI</category>
  <category>ISP</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/injeksi-javascript/</guid>
  <pubDate>Fri, 20 Jan 2017 04:24:27 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Pelatihan Daring Pertama</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/pelatihan-daring-pertama/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Salah satu rencana kegiatan untuk kantor kami pada tahun 2017 adalah pelatihan daring (<em>online</em>) Epigoni. Kami berharap dengan kegiatan lewat media pelatihan di dunia maya, dicapai beberapa hal berikut:</p>
<ol type="1">
<li>Penyiapan <abbr title="Sumber Daya Manusia">SDM</abbr> yang lebih baik. Daripada mengeluhkan kondisi SDM, lebih afdal memperbaiki, kan?</li>
<li>Promosi produk lewat pelatihan.</li>
<li>Projek rintisan untuk pelatihan-pelatihan lainnya sebagai unit usaha.</li>
</ol>
<p>Sebelumnya saya sudah berencana menyelenggarakan kelas pemrograman yang lebih umum untuk kegiatan kantor, namun seperti tertunda-tunda terus. Menyelenggarakan pertemuan dengan bertatap langsung tidak mudah pada masa sekarang, beberapa tantangan seperti: pengalokasian waktu pemberi materi dan peserta, hasil yang ingin dicapai agar menarik calon peserta, dan perjuangan mencapai lokasi (Bandung kota macet, <em>euy</em>!).</p>
<p>Berikutnya terpikir penyelenggaraan tatap muka lewat media komunikasi masa kini, seperti halnya telekonferensi video. Beberapa kali saya lihat penyelenggaraan seminar mini lewat video Hangouts dipublikasikan di Google+. Seharusnya ini sesuatu yang penting dan menggantikan cara-cara lama karena lebih efisien. Bukan berarti tatap muka langsung tidak perlu, namun dapat dikurangi hanya untuk bagian yang sangat penting. Keuntungan lain dengan cara daring adalah jangkauan yang lebih luas; peserta bukan hanya berdomisili di Bandung.</p>
<p>Salah seorang teman yang sudah mengikuti sejumlah kajian materi keagamaan lewat grup WhatsApp akhirnya menguatkan rencana pelatihan daring ini dan dibukalah <a href="https://www.facebook.com/EpigoniRAD/posts/10154216437195737">pendaftaran sejak 6 Januari</a>. Ditutup kemarin, 15 Januari, hasil yang kami peroleh:</p>
<ol type="1">
<li>Terdapat 5 (lima) calon peserta yang mendaftar.</li>
<li>Terdapat 1 (satu) penanya perihal Epigoni, bukan dari pendaftar nomor (1).</li>
</ol>
<p>Dengan jangka waktu kurang dari dua pekan dan penyebaran promosi masih terbatas, saya anggap hasil tsb. lumayan.</p>
<p>Kami ingin memulai terlebih dulu dan melihat pelatihan ini berjalan dengan lancar, baru setelah itu kemungkinan-kemungkinan perbaikan dilakukan. Jangan sampai mengecewakan peserta pelatihan.</p>



 ]]></description>
  <category>Pelatihan</category>
  <category>Daring</category>
  <category>Epigoni</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/pelatihan-daring-pertama/</guid>
  <pubDate>Mon, 16 Jan 2017 10:31:03 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>2015</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/2015/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Yang menyedihkan: blog ini tidak memiliki satu tulisan pun untuk tahun 2015. Tidak perlu dicari-cari alasan sebagai pemakluman, karena hal ini sudah jelas-jelas keteledoran dan jauh dari disiplin.</p>
<p>Dengan berjingkat-jingkat, bertekad, dan berniat keras, <code>#direktif</code> tetap akan dihidupkan dengan tulisan. Insyaallah.</p>
<p>Tidak perlu alasan juga, ya, karena hal-hal seperti ini seharusnya kewajaran sehari-hari. Sama sekali tidak ada kaitan dengan pergantian tahun atau resolusi yang kerap menjadi tren di media sosial.</p>
<p>Demikian.</p>



 ]]></description>
  <category>Kaleidoskop</category>
  <category>2015</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/2015/</guid>
  <pubDate>Thu, 31 Dec 2015 11:08:22 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Kantong Tanaman untuk Kelola Sampah</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/kantong-tanaman/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Tulisan ini diniatkan sebagai kelanjutan tulisan tahun 2011 tentang <a href="https://direktif.web.id/2011/04/pengolahan-sampah/">pengelolaan sampah di kantor</a>. Jika di tulisan sebelumnya kantor kami disebut memiliki lahan luas di belakang, sehingga saya dapat mengubur sampah organik dengan rotasi terhadap beberapa galian, sejak satu setengah bulan lalu kantor kami pindah ke lokasi baru yang berbeda sama sekali: lahan kosong terbatas.</p>
<p>Sampah tetap diproduksi dari kegiatan kantor. Tradisi lama untuk sampah saset camilan atau minuman harus dipertahankan: tempat sampah khusus sudah disiapkan sejak awal di lokasi baru. Bersama dengan kertas, jenis ini sudah terdefinisi jelas, tinggal diteruskan. Karena tidak memiliki pepohonan lagi sekarang, sampah daun kering jauh lebih sedikit. Sampah sisa makanan berjumlah tetap, hanya saja sekarang kami tidak memiliki binatang yang menghabiskan sisa makanan tsb. –sebelumnya penjaga kantor memelihara ayam dan sisa makanan habis dilahap ayam.</p>
<p>Salah seorang kenalan dekat menceritakan inisiatifnya menggunakan komposter untuk sampah buangan dapur di rumahnya. Semua tinggal dimasukkan ke dalam tong komposter, diciprati cairan pemercepat pembusukan, dan kira-kira 3 bulan kemudian setelah komposter penuh, pupuk kompos hasilnya dapat dipanen. Ini solusi praktis, di beberapa toko penyedia komposter, <a href="http://www.kencanaonline.com/">Kencana Online</a> misalnya untuk Bandung, tersedia dengan harga kisaran Rp700&nbsp;ribu untuk ukuran sedang. Harga yang layak dibandingkan manfaatnya; walaupun buat yang suka kerajinan, membuat sendiri wadah komposter juga dimungkinkan dengan memanfaatkan tong bekas.</p>
<p>Sudah hampir ditetapkan untuk pesan komposter, sekelebat terpikir bahwa sampah sisa makanan relatif cepat terurai hancur dibanding dedaunan. Bagaimana jika saya siapkan kantong tanaman (<em>polybag</em>) dan sisa makanan tsb. diaduk dengan tanah? Menarik juga sebagai percobaan.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/kantong-tanaman/polibag-sampah-dapur.jpg" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Kantong Tanaman untuk Tempat Sampah</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Segera disiapkan: satu kantong tanaman berukuran sedang dapat digunakan untuk sampah makan siang dua hari. Agar bercampur dengan tanah, dibuat berlapis sisa makanan dan lapisan tanah. Ukuran tanah secukupnya sampai dengan bau sampah makanan tidak terasa; hal ini bertujuan agar tidak mengundang lalat. Dengan cara ini, setiap tiga sampai empat hari saya siapkan kantong tanaman baru dan saya letakkan berjajar agar mudah diketahui kantong tanaman yang lebih awal. Dari percobaan yang baru saya lakukan satu setengah bulan, tiga pekan sudah cukup untuk menghancurkan sampah sisa nasi atau sayuran, yang lebih lama daun pisang. Untuk mempercepat penguraian, isi kantong tanaman diaduk-aduk agar lebih merata, sekaligus untuk melihat kondisi sampah, sudah terurai atau belum.</p>
<p>Gangguan tentu ada dan tidak terduga buat saya. Pada pengadaan kantong tanaman keempat, keesokan paginya ditemukan berantakan dan bagian bawahnya robek hasil dikoyak-koyak. Dugaan terkuat diserang tikus yang tergoda bau sisa makanan, apalagi di kantong tanaman terdapat lubang-lubang pembuangan air. Untuk mencegah hal ini, kantong tanaman ditambahi agar rangkap; ternyata beberapa hari kemudian, serangan tikus masih berulang. Langkah terakhir yang dicoba: di antara dua lapis kantong tanaman tersebut diselipkan kertas bekas, dengan tujuan bau sisa makanan di dasar kantong tanaman tidak mudah terhidu dari luar. Untuk sementara, serangan tikus dapat diatasi.</p>
<p>Rencana berikutnya jika kantong tanaman sudah banyak dan yang lebih awal sudah jadi pupuk kering, akan dilakukan rotasi: isi kantong tanaman ditaburkan sebagai pupuk kompos ke tanaman dan kantong tanaman siap untuk digunakan dari awal. Seharusnya tidak terlalu repot mengatur perputaran sampah ini.</p>
<p>Pengolahan sampah seperti ini sangat mudah, hampir tidak perlu bekal teknis khusus, melainkan ketelatenan dan antusiasme membantu pengelolaan lingkungan. Hanya diperlukan waktu 15&nbsp;menit/hari untuk mengangkut sampah dari dapur sampai dengan menguruk dengan tanah. Jika volume sampah dapur terlihat banyak, bantuan zat pemercepat penguraian seharusnya dapat membantu. Saya belum pernah menggunakan zat tambahan seperti itu, jadi belum dapat membandingkan.</p>
<p>Rencana lain jika dengan cara ini ternyata tidak efektif sudah disiapkan, yaitu pembelian tong komposter seperti semula. Nanti saja, setelah tiga bulan misalnya, akan dievaluasi. Yang ada sekarang dikerjakan dulu.</p>



 ]]></description>
  <category>Kelola Sampah</category>
  <category>Komposter</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/kantong-tanaman/</guid>
  <pubDate>Tue, 16 Dec 2014 00:51:11 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Instalasi Ulang. Sambung Ulang</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/instalasi-sambung-ulang/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Dua masalah bulan lalu yang dituntaskan lewat pengaturan ulang:</p>
<ol type="1">
<li><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.labs.androidquran">Quran Android</a> terganggu pada tampilan terjemahan, teks hilang. Dengan dilakukan <em>uninstall</em> dan dipasang lagi, tampilan Quran Android benar kembali.</li>
<li>Di akun <a href="https://intensedebate.com">IntenseDebate</a> saya ditampilkan nama blog yang tidak tepat dan gagal menangani komentar. Setelah berkorespondensi beberapa kali dengan layanan bantuan mereka, dari penjelasan mereka bahwa nama blog yang muncul berbeda dengan yang saya miliki, terbetik pikiran untuk melakukan pemutusan IntenseDebate dari akun <a href="https://wordpress.com">WordPress.com</a> dan diikuti penyambungan akun lagi. Beres!</li>
</ol>
<p>Terkadang, beberapa persoalan perlu diputus terlebih dulu dengan tegas, baru setelahnya disetel agar terhubung lagi. Menarik juga mereka berdatangan pada waktu yang berdekatan.</p>



 ]]></description>
  <category>Android</category>
  <category>Instalasi</category>
  <category>IntenseDebate</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/instalasi-sambung-ulang/</guid>
  <pubDate>Wed, 08 Oct 2014 06:16:49 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Akhirnya Terkena Gangguan Google Indonesia Juga</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/gangguan-googlecoid/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Dua hari lalu saya baca kabar gangguan terhadap akses ke Google Indonesia (<code>google.co.id</code>), tampaknya ada aksi pengubahan server NS mereka secara ilegal.</p>
<blockquote class="blockquote">
<p><a href="https://x.com/metrofx"><span class="citation" data-cites="metrofx">@metrofx</span></a> <a href="https://x.com/snydez"><span class="citation" data-cites="snydez">@snydez</span></a> <a href="https://x.com/onnowpurbo"><span class="citation" data-cites="onnowpurbo">@onnowpurbo</span></a> <a href="https://x.com/asbi_amrullah"><span class="citation" data-cites="asbi_amrullah">@asbi_amrullah</span></a> Pakai OpenDNS baik-baik saja. :)</p>
<p>— Ikhlasul Amal (<a href="https://x.com/ikhlasulamal"><span class="citation" data-cites="ikhlasulamal">@ikhlasulamal</span></a>) <a href="https://x.com/ikhlasulamal/status/518603694892253184">October 5, 2014</a></p>
</blockquote>
<p>Di beberapa laporan di Twitter ditampilkan halaman depan Google yang berubah menjadi berlatar belakang gelap dengan tulisan,</p>
<blockquote class="blockquote">
<p><em>Security is just an illusion</em></p>
<p>Halaman <a href="http://t.co/v0spJUNouz" class="uri">http://t.co/v0spJUNouz</a> berubah menjadi hitam dan bertuliskan “Security is just an illusion”. <a href="http://t.co/dQ9bHGI98n">pic.x.com/dQ9bHGI98n</a></p>
<p>— UZone (<a href="https://x.com/UZoneIndonesia"><span class="citation" data-cites="UZoneIndonesia">@UZoneIndonesia</span></a>) <a href="https://x.com/UZoneIndonesia/status/519094722120667136">October 6, 2014</a></p>
</blockquote>
<p>Karena ada laporan yang menyebutkan bahwa halaman Google tsb. baik-baik saja diakses lewat server <abbr title="Domain Name Service">DNS</abbr> Google, yakni <code>8.8.8.8</code>, saya cukup yakin gangguan ini terjadi pada penyabotan penerjemahan nama domain ke alamat <abbr title="Internet Protocol">IP</abbr> – dan kasus mirip ini terjadi beberapa kali akhir-akhir ini. Benarlah Google Indonesia tampil baik-baik dari komputer saya yang menggunakan OpenDNS.</p>
<p>Namun hari ini, 6&nbsp;Oktober, terjadi respon yang mencurigakan, pencarian saya lewat Chromium gagal terus dengan penjelasan seperti pada tangkapan layar di bawah ini.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/gangguan-googlecoid/google-co-id.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Gangguan di google.co.id</figcaption>
</figure>
</div>
<p>Penasaran, saya akses Google Indonesia lewat peramban mode teks, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/W3m"><code>w3m</code></a>. Ternyata bermasalah juga dengan urutan pesan di bawah ini:</p>
<ol type="1">
<li><code>Bad cert ident from google.co.id: dNSName=ssl2000.cloudflare.com cloudflare.com *.cloudflare.com : accept? (y/n)</code></li>
<li><code>Accept unsecure SSL session:Bad cert ident from google.co.id: dNSName=ssl2000.cloudflare.com cloudflare.com *.cloudflare.com</code></li>
<li><code>This SSL session was rejected to prevent security violation</code></li>
</ol>
<p>Kembali saya gunakan Google.com dan lancar-lancar saja. Seperti telah <a href="https://inet.detik.com/read/2014/10/05/092833/2709933/323/google-indonesia-diserang-hacker">dijelaskan di Detik kemarin</a>, menjelaskan kejadian seperti ini dengan kalimat “Google Indonesia berhasil dibobol <em>hacker</em>” kurang tepat (masa Google seceroboh itu?). Kendati demikian tetap saja dari sisi keamanan, “Google berhasil diganggu.” Pengguna akhir tidak selalu harus tahu urusan dapur, kan?</p>



 ]]></description>
  <category>Google</category>
  <category>Gangguan</category>
  <category>Keamanan</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/gangguan-googlecoid/</guid>
  <pubDate>Mon, 06 Oct 2014 13:30:50 GMT</pubDate>
</item>
<item>
  <title>Membayangkan Sabak Windows di Windows 8.1</title>
  <dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
  <link>https://direktif.web.id/posts/sabak-windows-81/</link>
  <description><![CDATA[ 





<p>Karena Microsoft punya keinginan kuat menjadikan Windows membawa keseragaman antarmuka pengguna di komputer personal, laptop, dan gawai, merasakan sabak Windows misalnya, dapat dilakukan di PC atau laptop dengan Microsoft Windows&nbsp;8 (versi yang sekarang sudah 8.1). Lebih mudah mendapati komputer dipasangi Windows&nbsp;8 daripada Chromebook misalnya.</p>
<p>Kisah dimulai dari keterangan yang beredar di kantor bahwa Windows&nbsp;8.1 lebih ringan daripada pendahulunya, Windows&nbsp;7. Ini pernyataan penting, kendati tanpa bukti survei ilmiah. Instalasi dan proses <em>boot</em> berlangsung lebih cepat, sedangkan pindah antaraplikasi terasa lebih ringan. Antarmuka yang dirombak total dengan tujuan menggabungkan gaya klasik vs.&nbsp;gaya baru Windows berpotensi membuat pengguna akhir mengernyitkan dahi, namun tidak akan terlalu lama. Bonus gaya Metro –<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Flat_UI_Design">rata (<em>flat</em>) dan bersudut siku</a>– cocok dengan preferensi saya untuk desain tampilan. Benarlah, sejak instalasi Windows 8.1 terasa lebih ringan. Seperti seketika saja muncul tampilan pembuka dan Windows siap digunakan.</p>
<div class="quarto-figure quarto-figure-center">
<figure class="figure">
<p><img src="https://direktif.web.id/posts/sabak-windows-81/win81-live-tiles.png" class="img-fluid figure-img"></p>
<figcaption>Windows 8.1 Live Tiles dari selebaran digital Microsoft</figcaption>
</figure>
</div>
<p>“Menyatukan dua gaya”, seperti terlalu ambisius dan pada kenyataannya belum tersedia di banyak aplikasi. Internet Explorer (IE) adalah contoh aplikasi yang dapat ditampilkan dalam dua gaya: klasik dan baru, tergantung latar belakang dia ditampilkan. Aplikasi lainnya malah meragukan: Facebook misalnya, tersedia sebagai aplikasi dari Microsoft Store, tapi kok terlihat terlalu pas-pasan atau dipaksakan dan lebih kaya tampilan Facebook lewat Web di atas IE. Demikian juga Twitter, di samping layanan web lain yang belum tentu tersedia untuk Windows. Versi yang tertinggal atau belum diimplementasikan adalah persoalan sejumlah aplikasi untuk Windows. Bukan selalu berarti buruk, namun jika tetap lebih enak diakses lewat Web, siapa yang ingat aplikasi-aplikasi tsb.?</p>
<p>Mungkin karena saya mencoba lewat laptop, yang sebenarnya bukan tujuan utama keseragaman gaya ini; artinya untuk sabak digital misalnya, memasang aplikasi lebih disukai daripada mengakses lewat peramban untuk sabak.</p>



 ]]></description>
  <category>Microsoft Windows</category>
  <category>Sabak</category>
  <category>Sistem Operasi</category>
  <guid>https://direktif.web.id/posts/sabak-windows-81/</guid>
  <pubDate>Thu, 02 Oct 2014 16:30:33 GMT</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>
