Kisah Server Surel dari Lapangan

Berkesempatan bertemu dengan tim teknis dari salah satu
penyelenggara layanan Internet di Bandung, hari Rabu lalu, saya
mengulang pertanyaan lama, Masih adakah klien mereka yang
menyediakan server surel sendiri?

Seperti saya duga sebelum bertanya, jawaban mereka sama dengan
kondisi yang pernah saya tulis [tentang server
surel](http://arc03.direktif.web.id/arc/2010/05/teknologi-gmail “Teknologi di Dapur Gmail: Bagaimana Yang Lain?”).

Continue reading →

Lagi-lagi Google

Kemarin sore saya berkesempatan diundang makan malam teman
pengembang aplikasi berbasis GIS.
Di tengah pembicaraan bebas diselingi beberapa trik ringan optimasi
untuk server Apache, model pengaksesan ke dua basisdata untuk
aplikasi di atas Code Igniter, saya menceritakan “kedigdayaan” dan
kepraktisan penggunaan layanan [Google Apps](http://www.google.com/a/) untuk email yang telah
membantu banyak organisasi.

Dia menambahi dengan pengalaman kerepotan salah seorang pengelola
layanan email kantor yang disusun sendiri. Sejak penyiapan
infrastruktur agar server email tsb. siap mengirim dan menerima,
hingga kemudian komplain-komplain dari pengguna pasal kecepatan dan
galat sistem. Saya pernah mendengar penuturan serupa di tempat lain,
Pakai webmail di kantor sendiri kok malah lebih lambat? Belum
lagi keterbatasan ukuran lampiran yang dapat dikirimkan.

Continue reading →

Perubahan Setelan Subdomain di ZoneEdit

Bermula dari laporan teman yang menggunakan salah satu situs web
kami untuk aplikasi pelacakan (tracking), subdomain `www`
gagal diakses. Saya coba banding-bandingkan hasil antara menggunakan
`www` dan tidak, ternyata memang ada perbedaan hasilnya dan ini
persoalan di DNS.

Hasil pemeriksaan lanjutan: domain tsb. dikelola lewat
[ZoneEdit](http://zoneedit.com) dan dilanjutkan dengan kunjungan ke
situs ZoneEdit, tampilan berubah. Penjelasan dari layar log masuk,
mereka sedang melakukan migrasi pengguna dan sebagian yang belum
selesai tetap dapat mengakses antarmuka lewat `legacy.zoneedit.com`.
Hasil query DNS dengan perintah `host` diketahui bahwa
subdomain `www` diarahkan ke subdomain ZoneEdit. Agak janggal dan
berakibat kegagalan diakses oleh pengunjung terutama yang selalu
menambahi `www` di depan.

Continue reading →

Meletakkan Server di Kantor Sendiri

Di tahun 2002 hingga 2005 saya pernah mengurus server yang melayani
akses dari publik dan ditempatkan di rumah. Server tersebut berupa
komputer personal biasa, AMD Athlon seingat saya, dipasangi Debian
dan bertugas utama menjalankan server web Apache, beberapa aplikasi
web yang ditulis di atas PHP,
sebagian kecil Perl, dan untuk keperluan komputer desktop saya.
Alasan awalnya sederhana: dana hanya untuk beli komputer, tinggal di
negara dengan koneksi Net bagus (terakhir kami dapat 4 Mbps
downstream), dan petualangan kecil-kecilan.

Infrastruktur lain juga mendukung: tidak pernah ada gangguan aliran
listrik, suhu ruang server terjaga dengan cara jendela dibuka:
udara dingin subtropis menyediakan temperatur sekitar suhu
ruang server selama sembilan bulan dalam setahun dan tiga bulan musim panas memang sedikit
mengkhawatirkan — untunglah, selamat. Di musim dingin, justru
saya yang harus mengenakan jaket tebal di ruangan tsb. dan Ismail Fahmi — yang
sering datang untuk bergabung menulis program miliknya — perlu
melapisi jari-jemarinya dengan sarung tangan yang terbuka di ujung.

Continue reading →