Meletakkan Server di Kantor Sendiri

Di tahun 2002 hingga 2005 saya pernah mengurus server yang melayani akses dari publik dan ditempatkan di rumah. Server tersebut berupa komputer personal biasa, AMD Athlon seingat saya, dipasangi Debian dan bertugas utama menjalankan server web Apache, beberapa aplikasi web yang ditulis di atas PHP, sebagian kecil Perl, dan untuk keperluan komputer desktop saya. Alasan awalnya sederhana: dana hanya untuk beli komputer, tinggal di negara dengan koneksi Net bagus (terakhir kami dapat 4 Mbps downstream), dan petualangan kecil-kecilan.

Infrastruktur lain juga mendukung: tidak pernah ada gangguan aliran listrik, suhu ruang server terjaga dengan cara jendela dibuka: udara dingin subtropis menyediakan temperatur sekitar suhu ruang server selama sembilan bulan dalam setahun dan tiga bulan musim panas memang sedikit mengkhawatirkan — untunglah, selamat. Di musim dingin, justru saya yang harus mengenakan jaket tebal di ruangan tsb. dan Ismail Fahmi — yang sering datang untuk bergabung menulis program miliknya — perlu melapisi jari-jemarinya dengan sarung tangan yang terbuka di ujung.

Continue reading →