Menemani Pemasar Produk

Dalam beberapa pekan terakhir ini saya ikut menemani teman
memasarkan produk kantor kami, sebuah aplikasi untuk pengelolaan
Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan tempat pemasaran kami di
perusahaan menengah ke bawah atau UKM,
keadaan pertama yang kami temui adalah produk untuk penjualan (POS)
paling dulu dipenuhi, karena pintu gerbang kedatangan pelanggan dan
pendapatan; dilanjutkan dengan aplikasi akuntansi, sekali lagi
tentang duit. SDM setelah itu, jika karyawan sudah meningkat,
kesejahteraan perusahaan membaik, dan syukur-syukur kesadaran penuh
pemilik usaha akan aset penting berupa SDM.

Hal kedua yang menarik adalah perwakilan perusahaan yang kami temui
saat presentasi. Jika kami disambut oleh perwakilan divisi
kepegawaian atau SDM, boleh dikata diskusi lebih lancar karena
antara tim pemasar kami dan calon pembeli sama-sama perlu.
Tawar-menawar biasanya terjadi pada fasilitas yang disediakan
aplikasi dan relevansi terhadap keperluan urgen calon pembeli.
Terlalu lengkap terkadang tidak menyelesaikan masalah (memberangus
nyamuk menggunakan meriam?), jika kurang tentu mengecewakan, harga
dapat sangat jatuh. Tarik-ulur ini pada penyesuaian, fleksibilitas,
dan layanan migrasi serta purna-jual.

Continue reading →

“Masa Depan” untuk Pengembang

Jadi bagaimana cara menyiasati “masa depan” untuk seorang pengembang? Saya sempat berdiskusi ringan dengan salah seorang senior di Bandung. Saya jelaskan hasil percakapan saya tentang [usaha rintisan yang saya peroleh dari beberapa acara terakhir](http://direktif.web.id/2011/12/tentang-investasi/).

Teman pengembang ini percaya bahwa jika dibuat produk yang bebas digunakan oleh banyak orang (taruhlah dengan lisensi “perangkat lunak bebas”) dan memang membawa manfaat bagi penggunanya, suatu saat si pembuat akan “memetik hasilnya”. Semacam panen yang merupakan kumulasi dari nilai produk yang telah dibuat dan bermanfaat tsb. Dari mana perhitungan tsb.? Ini lebih pada faktor keyakinan daripada perhitungan matematis suatu model bisnis; kendati, tidak tertutup kemungkinan sebenarnya suatu model bisnis yang mendekati keyakinan tsb. dapat disusun.

Continue reading →