Tanpa Ponsel dan Pencetak dengan Botol Tinta

Hujan ringan masih turun dan dengan sedikit kerepotan mengenakan jas hujan, ponsel diputuskan untuk ditinggal. Risiko paling jauh paling panggilan yang gagal diterima, pikir saya. Karena tidak terlalu sering menerima panggilan telepon, risiko tsb. saya anggap rendah; lagipula di luar jam kantor. Sampai di tujuan, sambil menunggu hujan reda dan instalasi pengendali (driver) untuk pencetak, barulah dampak lebih jauh tanpa ponsel terasa: saya tidak dapat masuk ke layanan yang saya gunakan, Google dan Facebook, karena di kedua situs tsb. verifikasi dua langkah saya aktifkan.

Wah, zaman sekarang! Kode dikirim ke ponsel dan tanpa kode tsb., tidak akan dapat diakses. Masak hendak meretas akun sendiri? Belum tentu juga saya sanggup. Sambil pikir-pikir layanan lain yang dapat saya manfaatkan sambil menunggu, ternyata sebagian akun saya di situs web lain pun mengandalkan log masuk (log in) bersama lewat Facebook atau Gmail, jadi tetap tidak mungkin jika pintu log masuk bersama tsb. tidak dapat dibuka.

Continue reading →

Fotoblog Reportase Perjalanan

Jika sebelumnya saya pernah mencoba melakukan reportase perjalanan lewat mikroblog dengan perangkat ponsel sejuta umat, Nokia 2626, kali ini Nokia 2710 perlu “dirayakan” dengan eksperimen baru: reportase dengan fotoblog. Datang juga kesempatan untuk percobaan ini, bersama tim kantor mengikuti acara Jajal Geotrek 5 menelusuri Patahan Lembang hingga Gunung Batu dan Situs Batu Lonceng, semua berada di kawasan Kota Bandung Utara dan Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Untuk persiapan kecekatan pemotretan dan publikasi foto, bulan lalu sudah dicoba sambil berjalan kaki susuri Jalan Wastu Kancana, Jalan Pajajaran, dan kembali ke Jalan Aceh lewat Jalan Cicendo. Akan halnya seri 2710 sendiri, menurut Nokia merupakan ponsel yang dilengkapi GPS dengan harga paling murah — dan terbukti di pasar. Dengan sistem menu yang sangat mirip dengan 2626, kamera 2 megapixel sudah lebih baik dari kamera saku pertama yang dipinjami adik sepupu dan lebih baik pula dibanding kamera ponsel pertama saya di Sony-Ericsson K510i.

Continue reading →