Ubuntu 14.04 dan Gangguan Fatal yang Saya Temui

Sejak April lalu saya menggunakan Ubuntu 14.04 atau Trusty Taher. Sudah waktunya untuk memutakhirkan sistem operasi komputer desktop, setelah sebelumnya bertahan di 12.04. Saya tidak berharap feature baru, karena sepertinya belum terdengar kabar perubahan radikal di lingkungan Linux. Jadi instalasi baru ini lebih sebagai “agar tidak tertinggal ramai-ramai” dan kemungkinan persyaratan sejumlah aplikasi.

Instalasi mudah dilakukan — ini abad XXI dan Linux sudah menjadi sistem operasi “rumahan”, cukup ikuti serangkaian tombol Next.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah adanya kutu (bug) yang sangat mengganggu: sistem terkunci mati (freeze). Gangguan ini terjadi di komputer saya setelah layar terkunci-otomatis (auto screen lock) oleh sistem. Kursor tetikus pun berhenti dan sistem hanya dapat dipulihkan dengan bantuan tombol reset. Fatal, karena adanya kemungkinan berkas yang rusak (corrupt) atau tidak ditutup dengan sempurna.

Continue reading →

BlanKonf 4 di Bogor

Setelah lama saya absen dari kegiatan klub pengguna Linux — biasanya di Bandung, saya menetapkan datang ke BlanKonf 4, Konferensi BlankOn keempat. Semula saya hanya melihat sekilas undangan mereka di Google+, namun setelah Arif Syamsudin mengirim undangan lewat email lengkap dengan informasi acara, saya tergerak berangkat. Apalagi acara diselenggarakan di Bogor dan saya berkemampuan untuk datang. Faktor penting lain: ada Mohammad Dhani Anwari (MDAMT), teman di ranah maya yang belum pernah saya temui langsung.

BlankOn adalah distribusi Linux yang dikembangkan di Indonesia dan bertahan lebih awet dibanding yang lain. Berbeda dengan acara klub pengguna Linux yang berorientasi wilayah, BlanKonf bersifat nasional dan berorientasi pada produk. Continue reading →