Presentasi “Keluarga dan Media Baru”

Minggu, 15 April, saya diundang untuk menyampaikan materi berkaitan dengan anak dan risiko pornografi. Penyelenggara acara adalah orang tua (lebih spesifik, “ibu-ibu”) Sekolah Alam Bandung dan merupakan bagian dari tema keorangtuaan (parenting). Ibu [Erlyza Prasty](https://www.facebook.com/erlyza) yang mengontak saya pada awalnya, lewat Facebook. Bertempat di Rumah Bermain “Bumblebee”, Jalan Cipedes Tengah, Bandung, acara dimulai sesuai rencana, pukul 9 dan usai sekitar pukul 16.30. Saya menjadi salah satu dari tiga pembawa materi, bersama Ibu Rani Razak Noe’man dan Pak [Aldino Adry Baskoro](https://www.facebook.com/profile.php?id=100002531364572). Ibu Rani, dari Komunitas Cinta Keluarga, adalah penyaji materi berkaitan dengan keluarga dan belakangan ini lebih spesifik menangani sejumlah kasus dampak pornografi; sedangkan Pak Aldino guru kelas 6 di Sekolah Alam Bandung — saya sudah kenal baik sejak anak kedua saya duduk di bangku kelas 6.

Continue reading →

Internet yang Sehat dan Ramah untuk Keluarga

Di pengajian rutin bulanan forum orang tua siswa Sekolah Alam
Bandung yang diselenggarakan kemarin siang, saya membawakan topik
tentang Internet untuk keluarga. Dalam pikiran saya, diskusi seperti
ini akan mirip dengan tema-tema yang diangkat oleh Internet Sehat.
Saya ambil ketetapan bahwa tema Internet untuk keluarga seyogyanya
berisi hal-hal yang prospektif dan mencerahkan dengan media baru
ini, dibanding kecemasan dan kehati-hatian yang berlebihan.

Internet adalah media baru dan anak-anak pun generasi mendatang yang
akan menjalani masa depan lebih panjang daripada generasi saya.
Fakta-fakta tentang media baru saya paparkan di bagian depan
presentasi, termasuk “pencapaian” negara kita terutama dalam hal
kuantitas konsumen. Sesuatu yang terkadang disikapi dengan kernyitan
dahi, sindiran, namun tetap saja ini potensi masa mendatang yang
harus diarahkan.

Continue reading →