“Masa Depan” untuk Pengembang

Jadi bagaimana cara menyiasati “masa depan” untuk seorang pengembang? Saya sempat berdiskusi ringan dengan salah seorang senior di Bandung. Saya jelaskan hasil percakapan saya tentang usaha rintisan yang saya peroleh dari beberapa acara terakhir.

Teman pengembang ini percaya bahwa jika dibuat produk yang bebas digunakan oleh banyak orang (taruhlah dengan lisensi “perangkat lunak bebas”) dan memang membawa manfaat bagi penggunanya, suatu saat si pembuat akan “memetik hasilnya”. Semacam panen yang merupakan kumulasi dari nilai produk yang telah dibuat dan bermanfaat tsb. Dari mana perhitungan tsb.? Ini lebih pada faktor keyakinan daripada perhitungan matematis suatu model bisnis; kendati, tidak tertutup kemungkinan sebenarnya suatu model bisnis yang mendekati keyakinan tsb. dapat disusun.

Continue reading →

Tentang Investasi

Ada yang menyebut sebagai “investor malaikat” (angel investor), ada juga “investor gila”. Intinya adalah pihak investor yang jeli, mengendus potensi produk, dan berani nekat menggelontorkan pundi-pundi. Venture Capital (VC) atau modal ventura, istilah yang lebih resmi digunakan. Di awal-awal ramai-ramai Ventura dua dasawarsa lalu, anggapan yang sudah muncul untuk pengajuan dari sektor TI adalah bahwa industri ini tidak layak disebut UKM karena berisi orang-orang yang berpendidikan. Pengusaha tahu atau pedagang kelontong misalnya, dianggap lebih tepat diayomi Ventura.

Setelah itu tetap ada kesulitan laten menjelaskan aset perusahaan TI, yaitu penilaian terhadap aset dalam bentuk perangkat lunak. Seperti dijelaskan di buku-buku teks, perangkat lunak yang terdiri atas program, data, dan dokumentasi tidak selalu mudah dikonversi dalam penilaian.

Continue reading →