Kisah Server Surel dari Lapangan

Berkesempatan bertemu dengan tim teknis dari salah satu
penyelenggara layanan Internet di Bandung, hari Rabu lalu, saya
mengulang pertanyaan lama, Masih adakah klien mereka yang
menyediakan server surel sendiri?

Seperti saya duga sebelum bertanya, jawaban mereka sama dengan
kondisi yang pernah saya tulis [tentang server
surel](http://arc03.direktif.web.id/arc/2010/05/teknologi-gmail “Teknologi di Dapur Gmail: Bagaimana Yang Lain?”).

Continue reading →

Kisah Lama Koneksi Internet Kita

Sebenarnya ada apa sih, kok Internet di Indonesia masih juga
mahal?

Akhirnya pertanyaan klise yang senantiasa diamini di forum-forum di
ranah maya tsb. tercetus juga di obrolan kami dua hari lalu.
Beberapa bulan sebelumnya sebagian dari peserta diskusi tsb. merasa
cukup dengan kondisi yang ada (dan tentu saja bukan perbandingan
dengan kondisi di mancanegara yang pernah dialami oleh sebagian dari
peserta diskusi).

Seorang menimpali bahwa keadaan negara kita yang sedemikian luas,
berpenduduk banyak, boleh jadi penyebab kesulitan perbaikan koneksi
Internet. Setidaknya, menurutnya, tidak dapat dibandingkan begitu
saja dengan Vietnam dan negeri-negeri jiran. Namun hal ini direspon
balik: baiklah, memang kondisi tsb. tidak dapat diingkari, namun
tidak dapatkan dilakukan perbaikan dalam ukuran lebih terbatas,
Jakarta atau Bandung misalnya? Toh, di Jakarta juga belum terasa
yang disebut “Internet layak” tsb. (ini klaim dalam diskusi, saya
tidak melakukan penelaahan lebih memadai), lebih-lebih Bandung.

Continue reading →

Interkoneksi Nasional (IIX) dan Akses Lewat Koneksi Seluler

Awalnya kami melihat koneksi dalam negeri, yang disebut IIX, cocok untuk layanan
pemantauan. Digunakan di dalam negeri, mengandalkan koneksi seluler
untuk akuisisi data, dan laporan diakses pengguna lewat koneksi
ADSL,
semisal Telkom Speedy. Ongkos akses lebarpita dalam negeri yang
lebih murah, seperti halnya keuntungan industri permainan lokal yang
diakses Warnet lewat
“akses dalam negeri”, adalah nilai plus untuk meletakkan server
(colocation) di salah satu simpul IIX. Hal ini sudah
berjalan sekitar dua tahun.

Sampai akhirnya awal tahun 2011 ini: kami membuka layanan ini untuk
klien (B2B) yang memiliki
konsumen “rumahan”: datanglah pengakses layanan kami via telepon
seluler. Setelah aplikasi untuk jenis peralatan ini disediakan,
kabar dari klien kami: koneksi ke aplikasi kami di server sangat
lambat, malah kerap gagal. Padahal berasal dari mesin yang sama dan
server web yang sama pula dengan aplikasi yang diakses lewat jalur
ADSL. Ada apa dengan rute untuk koneksi seluler?

Continue reading →

Internet yang Sehat dan Ramah untuk Keluarga

Di pengajian rutin bulanan forum orang tua siswa Sekolah Alam
Bandung yang diselenggarakan kemarin siang, saya membawakan topik
tentang Internet untuk keluarga. Dalam pikiran saya, diskusi seperti
ini akan mirip dengan tema-tema yang diangkat oleh Internet Sehat.
Saya ambil ketetapan bahwa tema Internet untuk keluarga seyogyanya
berisi hal-hal yang prospektif dan mencerahkan dengan media baru
ini, dibanding kecemasan dan kehati-hatian yang berlebihan.

Internet adalah media baru dan anak-anak pun generasi mendatang yang
akan menjalani masa depan lebih panjang daripada generasi saya.
Fakta-fakta tentang media baru saya paparkan di bagian depan
presentasi, termasuk “pencapaian” negara kita terutama dalam hal
kuantitas konsumen. Sesuatu yang terkadang disikapi dengan kernyitan
dahi, sindiran, namun tetap saja ini potensi masa mendatang yang
harus diarahkan.

Continue reading →