Kisah Lama Koneksi Internet Kita

Sebenarnya ada apa sih, kok Internet di Indonesia masih juga mahal?

Akhirnya pertanyaan klise yang senantiasa diamini di forum-forum di ranah maya tsb. tercetus juga di obrolan kami dua hari lalu. Beberapa bulan sebelumnya sebagian dari peserta diskusi tsb. merasa cukup dengan kondisi yang ada (dan tentu saja bukan perbandingan dengan kondisi di mancanegara yang pernah dialami oleh sebagian dari peserta diskusi).

Seorang menimpali bahwa keadaan negara kita yang sedemikian luas, berpenduduk banyak, boleh jadi penyebab kesulitan perbaikan koneksi Internet. Setidaknya, menurutnya, tidak dapat dibandingkan begitu saja dengan Vietnam dan negeri-negeri jiran. Namun hal ini direspon balik: baiklah, memang kondisi tsb. tidak dapat diingkari, namun tidak dapatkan dilakukan perbaikan dalam ukuran lebih terbatas, Jakarta atau Bandung misalnya? Toh, di Jakarta juga belum terasa yang disebut “Internet layak” tsb. (ini klaim dalam diskusi, saya tidak melakukan penelaahan lebih memadai), lebih-lebih Bandung.

Continue reading →

Interkoneksi Nasional (IIX) dan Akses Lewat Koneksi Seluler

Awalnya kami melihat koneksi dalam negeri, yang disebut IIX, cocok untuk layanan pemantauan. Digunakan di dalam negeri, mengandalkan koneksi seluler untuk akuisisi data, dan laporan diakses pengguna lewat koneksi ADSL, semisal Telkom Speedy. Ongkos akses lebarpita dalam negeri yang lebih murah, seperti halnya keuntungan industri permainan lokal yang diakses Warnet lewat “akses dalam negeri”, adalah nilai plus untuk meletakkan server (colocation) di salah satu simpul IIX. Hal ini sudah berjalan sekitar dua tahun.

Sampai akhirnya awal tahun 2011 ini: kami membuka layanan ini untuk klien (B2B) yang memiliki konsumen “rumahan”: datanglah pengakses layanan kami via telepon seluler. Setelah aplikasi untuk jenis peralatan ini disediakan, kabar dari klien kami: koneksi ke aplikasi kami di server sangat lambat, malah kerap gagal. Padahal berasal dari mesin yang sama dan server web yang sama pula dengan aplikasi yang diakses lewat jalur ADSL. Ada apa dengan rute untuk koneksi seluler?

Continue reading →

Internet yang Sehat dan Ramah untuk Keluarga

Di pengajian rutin bulanan forum orang tua siswa Sekolah Alam Bandung yang diselenggarakan kemarin siang, saya membawakan topik tentang Internet untuk keluarga. Dalam pikiran saya, diskusi seperti ini akan mirip dengan tema-tema yang diangkat oleh Internet Sehat. Saya ambil ketetapan bahwa tema Internet untuk keluarga seyogyanya berisi hal-hal yang prospektif dan mencerahkan dengan media baru ini, dibanding kecemasan dan kehati-hatian yang berlebihan.

Internet adalah media baru dan anak-anak pun generasi mendatang yang akan menjalani masa depan lebih panjang daripada generasi saya. Fakta-fakta tentang media baru saya paparkan di bagian depan presentasi, termasuk “pencapaian” negara kita terutama dalam hal kuantitas konsumen. Sesuatu yang terkadang disikapi dengan kernyitan dahi, sindiran, namun tetap saja ini potensi masa mendatang yang harus diarahkan.

Continue reading →