Kembali ke LaTeX yang Lebih Indah

Semula pertimbangan kolaborasi, Google Docs dipilih untuk penulisan
dokumen. Berbasis HTML
dan WYSIWYG,
ternyata malah menyulitkan dalam hal konsistensi tata-letak dokumen.
Cukup sulit memastikan bahwa setiap baris berukuran 1,5 dan tambahan
jarak setiap akhir paragraf. Akhirnya benar-benar macet dan menyerah
setelah bertemu dengan senarai bernomor bersarang (nested
numbered list
). Perlu editor sejati.

Google Docs

Tampilan di “Google Docs”

Continue reading →