Pengelolaan Surat Elektronik Kita

Siapa yang masih bersedia mengurus infrastruktur surat elektronik
(email) kita?

Pertanyaan ini mulai muncul setelah Gmail menyediakan tempat
penyimpanan email yang melompat jauh dari tradisi waktu itu, dari
orde Megabita menjadi Gigabita. Pengguna email pribadi mulai merasa
nyaman “menyimpan apa saja” di Gmail dibanding kerepotan email di
kantor misalnya, dengan dalih kapasitas. Email lokal, yaitu yang
dikelola di intranet atau “Internet tapi bersuasana domestik”, masih
punya daya saing, yaitu kecepatan akses. Ada teman yang
mempertahankan webmail di Plasa, kendati berukuran super-terbatas,
untuk keperluan berkirim berkas di kantor klien yang berkoneksi
Internet “akses ke mancanegara dicekik, akses ke IIX jor-joran.”

Continue reading →