Layanan Berbagi Foto di Google

Kedatangan Google Plus juga disambut semarak di lingkungan narablog
foto (photoblogger). Karena Plus langsung diintegrasikan
dengan Picasa sejak awal peluncuran dan kemudian disadari bahwa
[pemasangan foto di Plus dapat disiasati agar tanpa batas](http://www.readwriteweb.com/archives/thanks_to_google_plus_picasa_gets_unlimited_storage_for_photos_and_videos.php “Thanks to Google Plus, Picasa Gets Unlimited Storage for Photos & Videos, Also Better Tagging”), tidak
mengurangi jatah ruang di Picasa, Google Plus menjadi alternatif
terhadap layanan berbagi-foto yang umumnya berbayar. Thomas Hawk
menuliskan [pembandingan yang dia lakukan](http://thomashawk.com/2011/07/google-vs-flickr-vs-facebook-vs-500px-vs-twitter.html “GOOGLE+ VS. FLICKR VS. FACEBOOK VS. 500PX VS. TWITTER”).

Fotoblog perlu porsi percakapan yang cukup dengan pengunjung
foto: suasana ini yang agak berbeda dengan fotografi profesional,
dan hal ini juga akan terbantu jika dilihat potensi Google Plus yang
dibekali pengguna Google.

Continue reading →

“Kami Memotret Bandung”

Berawal dari perjalanan kembali dari bertemu calon klien di
Pasar Induk Caringin, Bandung, Jawa Barat: Angkutan Kota (angkot)
Caringin-Dago berwarna oranye yang saya naiki berliku-liku melewati
daerah Pasir Koja, dilanjutkan Pasar Andir dan Pasar Induk
Ciroyom. Sekitar pukul 19, pasar-pasar tersebut sudah mulai ramai
untuk calon pembeli malam dan salah satu kejutan: terdapat ruas
jalan yang dilewati angkot di tengah pasar. Tipis perbedaan antara
angkot menerobos jalan di tengah pasar atau pedagang di pasar yang
tumpah ke jalan.

Tampaknya hal ini menarik difoto, menambah keinginan saya sebelumnya
untuk merekam Kota Bandung yang lebih luas, lebih lengkap. Bandung
*tidak hanya Dago*, tempat saya beraktivitas sehari-hari. Kawasan
Tengah berciri bangunan bersejarah, Timur dipenuhi perumahan, Barat
bercorak industri, dan Selatan “lautan api”? Ini akan melengkapi
koleksi foto hutan kota dan pohon di Utara.

Street Cleaning Service

Continue reading →

Fotoblog Reportase Perjalanan

Jika sebelumnya saya pernah mencoba melakukan [reportase perjalanan lewat
mikroblog](http://arc03.direktif.web.id/arc/2009/10/blogmikro-mudik-lebaran) dengan perangkat ponsel sejuta umat, Nokia 2626, kali ini
Nokia 2710 perlu “dirayakan” dengan eksperimen baru: reportase
dengan fotoblog. Datang juga kesempatan untuk percobaan ini, bersama
tim kantor mengikuti acara Jajal Geotrek 5 menelusuri Patahan
Lembang hingga Gunung Batu dan Situs Batu Lonceng, semua berada di
kawasan Kota Bandung Utara dan Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Untuk persiapan kecekatan pemotretan dan publikasi foto, bulan lalu
sudah dicoba sambil berjalan kaki susuri Jalan Wastu Kancana, Jalan
Pajajaran, dan kembali ke Jalan Aceh lewat Jalan Cicendo. Akan
halnya seri 2710 sendiri, menurut Nokia merupakan [ponsel yang
dilengkapi GPS dengan
harga paling murah](http://www.gsmarena.com/nokia_2710_navigation_edition_does_voice_guidance_on_the_cheap-news-1308.php) — dan terbukti di pasar. Dengan sistem menu yang
sangat mirip dengan 2626, kamera 2 megapixel sudah lebih baik
dari kamera saku pertama yang dipinjami adik sepupu dan lebih baik
pula dibanding kamera ponsel pertama saya di Sony-Ericsson K510i.

Continue reading →

Fotoblog di Bandung

Terima kasih Dodi Mulyana, [yang telah menyebut
saya](http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/ “Priyadi Ngeblog Lagi”),
menggalakkan fotoblog, dalam provokasinya menarik kembali
Priyadi Iman Nurcahyo ke ranah blog. Apakah mikroblog dan fotoblog
telah menjadi candu pengalih para narablog dari tradisi menulis
selusin paragraf menjadi 140 karakter atau 5 megapixel?
Tentu tidak ada arahan resmi, tidak ada Dewan Narablog. Bebaslah
kita menikmati aneka media curahan jiwa atau limpahan pemikiran para
narablog.

Tapi sejujurnya, saya *tidak galak* dalam hal fotoblog. *Saya ingin
menjelajah dunia foto dengan keleluasaan yang berkompromi terhadap
kegiatan saya sehari-hari dan memihak pada pengetahuan fotografi
saya yang minim.* Semacam manifesto, seperti yang sudah
diniatkan saat menulis blog beberapa tahun silam. Eksperimen tsb.
melibatkan latihan yang sering dan kemauan berbagi dengan pihak
lain.

Ini berlebihan dan terlalu serius, agar lebih ringan dan renyah,
saya datangi forum-forum yang menjelaskan fotoblog dengan ringan dan
bersifat mengajak partisipasi pihak lain. Demikianlah yang saya
paparkan di depan remaja anggota Karisma Masjid Salman ITB, di Jalan Ganesha,
Bandung. Di acara rutin mereka Ahad pagi, satu sesi dicoba digunakan
untuk mengajak mereka memotret dengan kamera yang sudah ada di
tangan — *ponselmu adalah kameramu* sekarang!

Continue reading →