Kisah Server Surel dari Lapangan

Berkesempatan bertemu dengan tim teknis dari salah satu
penyelenggara layanan Internet di Bandung, hari Rabu lalu, saya
mengulang pertanyaan lama, Masih adakah klien mereka yang
menyediakan server surel sendiri?

Seperti saya duga sebelum bertanya, jawaban mereka sama dengan
kondisi yang pernah saya tulis [tentang server
surel](http://arc03.direktif.web.id/arc/2010/05/teknologi-gmail “Teknologi di Dapur Gmail: Bagaimana Yang Lain?”).

Continue reading →

Persilangan Pesan dan Surel di Facebook Mail

Akhirnya tawaran surel ([surat elektronik](http://ivanlanin.wordpress.com/2010/05/11/surel/ “Surel”), email) di Facebook datang kemarin, dengan demikian alamat surel saya menjadi empat, diurut secara kronologis pembuatan: di Yahoo! Mail, Gmail, Hotmail, dan Facebook. Semua versi gratis, kecuali untuk Yahoo! Mail saya sempat berlangganan setahun demi jatah ukuran kotak surat yang memadai sebelum Gmail mengubah paradigma surel berbasis web. Empat alamat surel lebih dari cukup buat saya, selain mengingatkan akhir abad lalu, sebelum saya akhirnya menggunakan klien surel berbasis terminal, Mutt di Debian, dasawarsa kedua abad ini ditandai dengan kedatangan surel yang berkurang drastis, disalip oleh volume notifikasi layanan Web dan selebaran komersial.

Saya ceritakan kepada anak kedua saya tentang surel dari Facebook ini, pertanyaan dia tampaknya mewakili sebagian besar pengguna Internet sekarang, Bukannya sudah ada Pesan di Facebook? Jadi perlu saya jelaskan ulang di sini bahwa dengan adanya surel di Facebook berarti pengguna Facebook yang sudah mendapatkan dan mengaktifkan layanan tsb. sekarang dapat mengirim pesan kepada semua pengguna Internet yang memiliki alamat surel kendati dia tidak memiliki akun Facebook.

Continue reading →

Pengelolaan Surat Elektronik Kita

Siapa yang masih bersedia mengurus infrastruktur surat elektronik
(email) kita?

Pertanyaan ini mulai muncul setelah Gmail menyediakan tempat
penyimpanan email yang melompat jauh dari tradisi waktu itu, dari
orde Megabita menjadi Gigabita. Pengguna email pribadi mulai merasa
nyaman “menyimpan apa saja” di Gmail dibanding kerepotan email di
kantor misalnya, dengan dalih kapasitas. Email lokal, yaitu yang
dikelola di intranet atau “Internet tapi bersuasana domestik”, masih
punya daya saing, yaitu kecepatan akses. Ada teman yang
mempertahankan webmail di Plasa, kendati berukuran super-terbatas,
untuk keperluan berkirim berkas di kantor klien yang berkoneksi
Internet “akses ke mancanegara dicekik, akses ke IIX jor-joran.”

Continue reading →