Fotoblog di Bandung

Terima kasih Dodi Mulyana, [yang telah menyebut
saya](http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/ “Priyadi Ngeblog Lagi”),
menggalakkan fotoblog, dalam provokasinya menarik kembali
Priyadi Iman Nurcahyo ke ranah blog. Apakah mikroblog dan fotoblog
telah menjadi candu pengalih para narablog dari tradisi menulis
selusin paragraf menjadi 140 karakter atau 5 megapixel?
Tentu tidak ada arahan resmi, tidak ada Dewan Narablog. Bebaslah
kita menikmati aneka media curahan jiwa atau limpahan pemikiran para
narablog.

Tapi sejujurnya, saya *tidak galak* dalam hal fotoblog. *Saya ingin
menjelajah dunia foto dengan keleluasaan yang berkompromi terhadap
kegiatan saya sehari-hari dan memihak pada pengetahuan fotografi
saya yang minim.* Semacam manifesto, seperti yang sudah
diniatkan saat menulis blog beberapa tahun silam. Eksperimen tsb.
melibatkan latihan yang sering dan kemauan berbagi dengan pihak
lain.

Ini berlebihan dan terlalu serius, agar lebih ringan dan renyah,
saya datangi forum-forum yang menjelaskan fotoblog dengan ringan dan
bersifat mengajak partisipasi pihak lain. Demikianlah yang saya
paparkan di depan remaja anggota Karisma Masjid Salman ITB, di Jalan Ganesha,
Bandung. Di acara rutin mereka Ahad pagi, satu sesi dicoba digunakan
untuk mengajak mereka memotret dengan kamera yang sudah ada di
tangan — *ponselmu adalah kameramu* sekarang!

Continue reading →