Instalasi Ulang. Sambung Ulang

Dua masalah bulan lalu yang dituntaskan lewat pengaturan ulang:

  1. Quran Android terganggu pada tampilan terjemahan, teks hilang. Dengan dilakukan uninstall dan dipasang lagi, tampilan Quran Android benar kembali.
  2. Di akun IntenseDebate saya ditampilkan nama blog yang tidak tepat dan gagal menangani komentar. Setelah berkorespondensi beberapa kali dengan layanan bantuan mereka, dari penjelasan mereka bahwa nama blog yang muncul berbeda dengan yang saya miliki, terbetik pikiran untuk melakukan pemutusan IntenseDebate dari akun WordPress.com dan diikuti penyambungan akun lagi. Beres!

Terkadang, beberapa persoalan perlu diputus terlebih dulu dengan tegas, baru setelahnya disetel agar terhubung lagi. Menarik juga mereka berdatangan pada waktu yang berdekatan.

Pemasangan Aplikasi Server TCP di Ubuntu 64-bit

Dari server Ubuntu Keluarga Hardy, saya perlu memindahkan aplikasi server TCP dengan kondisi sbb.:

  1. Aplikasi ditulis di atas Lazarus, melanjutkan tradisi pengembangan aplikasi di atas bahasa Pascal.
  2. Basisdata yang digunakan PostgreSQL.
  3. Modul GIS untuk basisdata digunakan PostGIS.
  4. Tambahan: aplikasi semula dikembangkan di Ubuntu 32-bit.

    Continue reading →

Pemodelan Proses Bisnis

Percakapan dengan Wawan Sjachriyanto dua pekan lalu langsung dimulai dengan paparannya tentang Business Process Modeling Language (BPML) dan Business Process Execution Language (BPEL). BPML adalah meta-bahasa utnuk pemodelan proses bisnis, melengkapi XML yang menjadi meta-bahasa untuk pemodelan data bisnis. Akan halnya BPEL, kependekan Web Services Business Process Execution Language (WS-BPEL) adalah bahasa untuk eksekusi standar untuk menuliskan spesifikasi aksi-aksi dalam proses bisnis dengan layanan web (web services). Keduanya, seperti disebut di Wikipedia, merupakan contoh tren Pemrograman Berorientasi Proses.

Wawan yang telah menekuni proses pembuatan Epigoni dari awal hingga akhir selalu rajin menyodorkan kabar-kabar terakhir perkembangan alat bantu atau proses pengembangan di sekitar representasi model bisnis ke perangkat lunak. Di salah satu percakapan kami sambil menikmati jalan-jalan di Taman Hutan Raya Juanda tahun lalu, Wawan memaparkan rasa penasarannya akan suatu lingkungan yang memungkinkan para pengembang aplikasi bisnis, “memogram dengan menyusun komponen-komponen dalam diagram.” Secara berkelakar saya sebut kemungkinan kemudahan dalam penghitungan ongkos pembuatan aplikasi, semisal, “Rp 10 juta per simpul diagram.”

Continue reading →