Aplikasi Pelacak Kebiasaan

Mengapa kita perlu “melacak” kebiasaan? Tulisan pada bulan Mei 2015 oleh Belle Beth Cooper di LifeHacker dapat dijadikan pertimbangan.

Saya telah melacak kebiasaan-kebiasaan saya –dan menghentikannya, selama beberapa tahun lalu, namun tatkala saya melewati bagian singkat tidak melacak kebiasaan-kebiasaan, saya tidak mengerjakan kebiasaan-kebiasaan itu juga. Sesuatu seperti proses memeriksa suatu kebiasaan setiap hari dan menjaga log kemajuan memang meningkatkan motivasi dan kemampuan saya untuk menyelesaikan kebiasaan tsb. setiap hari.

Continue reading →

Instalasi Ulang. Sambung Ulang

Dua masalah bulan lalu yang dituntaskan lewat pengaturan ulang:

1. [Quran Android](https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.labs.androidquran) terganggu pada tampilan terjemahan, teks hilang. Dengan dilakukan uninstall dan dipasang lagi, tampilan Quran Android benar kembali.
1. Di akun IntenseDebate saya ditampilkan nama blog yang tidak tepat dan gagal menangani komentar. Setelah berkorespondensi beberapa kali dengan layanan bantuan mereka, dari penjelasan mereka bahwa nama blog yang muncul berbeda dengan yang saya miliki, terbetik pikiran untuk melakukan pemutusan IntenseDebate dari akun WordPress.com dan diikuti penyambungan akun lagi. Beres!

Terkadang, beberapa persoalan perlu diputus terlebih dulu dengan tegas, baru setelahnya disetel agar terhubung lagi. Menarik juga mereka berdatangan pada waktu yang berdekatan.

Pemasangan Aplikasi Server TCP di Ubuntu 64-bit

Dari server Ubuntu Keluarga Hardy, saya perlu memindahkan aplikasi
server TCP dengan
kondisi sbb.:

1. Aplikasi ditulis di atas [Lazarus](http://www.lazarus.freepascal.org/), melanjutkan tradisi pengembangan aplikasi di atas bahasa Pascal.
1. Basisdata yang digunakan PostgreSQL.
1. Modul GIS untuk basisdata digunakan [PostGIS](http://postgis.refractions.net/).
1. Tambahan: aplikasi semula dikembangkan di Ubuntu 32-bit.

Continue reading →

Pemodelan Proses Bisnis

Percakapan dengan [Wawan
Sjachriyanto](http://www.facebook.com/sahrya) dua pekan lalu langsung dimulai
dengan paparannya tentang [Business Process Modeling Language
(BPML)](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Process_Modeling_Language)
dan [Business Process Execution Language (BPEL)](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Process_Execution_Language). BPML adalah
meta-bahasa utnuk pemodelan *proses bisnis*, melengkapi XML yang menjadi
meta-bahasa untuk pemodelan *data bisnis*. Akan halnya BPEL,
kependekan Web Services Business Process Execution
Language
(WS-BPEL) adalah bahasa untuk eksekusi standar untuk
menuliskan spesifikasi aksi-aksi dalam proses bisnis dengan layanan
web (web services). Keduanya, seperti disebut di Wikipedia,
merupakan contoh tren Pemrograman Berorientasi Proses.

Wawan yang telah menekuni proses pembuatan Epigoni dari awal hingga
akhir selalu rajin menyodorkan kabar-kabar terakhir perkembangan
alat bantu atau proses pengembangan di sekitar representasi model
bisnis ke perangkat lunak. Di salah satu percakapan kami sambil
menikmati jalan-jalan di Taman Hutan Raya Juanda tahun lalu, Wawan
memaparkan rasa penasarannya akan suatu lingkungan yang memungkinkan
para pengembang aplikasi bisnis, “memogram dengan menyusun
komponen-komponen dalam diagram.” Secara berkelakar saya sebut
kemungkinan kemudahan dalam penghitungan ongkos pembuatan aplikasi,
semisal, “Rp 10 juta per simpul diagram.”

Continue reading →