2015

Hanya enam jam lagi, kami yang berada di zona waktu WIB akan memasuki tahun 2016. Tak terelakkan.

Yang menyedihkan: blog ini tidak memiliki satu tulisan pun untuk tahun 2015. Tidak perlu dicari-cari alasan sebagai pemakluman, karena hal ini sudah jelas-jelas keteledoran dan jauh dari disiplin.

Dengan berjingkat-jingkat, bertekad, dan berniat keras, #direktif tetap akan dihidupkan dengan tulisan. Insya Allah.

Tidak perlu alasan juga, ya, karena hal-hal seperti ini seharusnya kewajaran sehari-hari. Sama sekali tidak ada kaitan dengan pergantian tahun atau resolusi yang kerap menjadi tren di media sosial.

Demikian.

Kantong Tanaman untuk Kelola Sampah

Tulisan ini diniatkan sebagai kelanjutan tulisan tahun 2011 tentang
[pengelolaan sampah di kantor](http://direktif.web.id/2011/04/pengolahan-sampah/).
Jika di tulisan sebelumnya kantor kami disebut memiliki lahan luas di
belakang, sehingga saya dapat mengubur sampah organik dengan rotasi
terhadap beberapa galian, sejak satu setengah bulan lalu kantor kami
pindah ke lokasi baru yang berbeda sama sekali: lahan kosong terbatas.

Sampah tetap diproduksi dari kegiatan kantor. Tradisi lama untuk sampah
saset camilan atau minuman harus dipertahankan: tempat sampah khusus
sudah disiapkan sejak awal di lokasi baru. Bersama dengan kertas,
jenis ini sudah terdefinisi jelas, tinggal diteruskan. Karena tidak
memiliki pepohonan lagi sekarang, sampah daun kering jauh lebih sedikit.
Sampah sisa makanan berjumlah tetap, hanya saja sekarang kami tidak
memiliki binatang yang menghabiskan sisa makanan tsb. –sebelumnya
penjaga kantor memelihara ayam dan sisa makanan habis dilahap ayam.

Salah seorang kenalan dekat menceritakan inisiatifnya menggunakan
komposter untuk sampah buangan dapur di rumahnya. Semua tinggal
dimasukkan ke dalam tong komposter, diciprati cairan pemercepat
pembusukan, dan kira-kira 3 bulan kemudian setelah komposter penuh,
pupuk kompos hasilnya dapat dipanen. Ini solusi praktis, di beberapa
toko penyedia komposter, Kencana Online misalnya untuk Bandung, tersedia dengan
harga kisaran Rp 700 ribu untuk ukuran sedang. Harga yang
layak dibandingkan manfaatnya; walaupun buat yang suka kerajinan,
membuat sendiri wadah komposter juga dimungkinkan dengan memanfaatkan
tong bekas.

Continue reading →

Instalasi Ulang. Sambung Ulang

Dua masalah bulan lalu yang dituntaskan lewat pengaturan ulang:

1. [Quran Android](https://play.google.com/store/apps/details?id=com.quran.labs.androidquran) terganggu pada tampilan terjemahan, teks hilang. Dengan dilakukan uninstall dan dipasang lagi, tampilan Quran Android benar kembali.
1. Di akun IntenseDebate saya ditampilkan nama blog yang tidak tepat dan gagal menangani komentar. Setelah berkorespondensi beberapa kali dengan layanan bantuan mereka, dari penjelasan mereka bahwa nama blog yang muncul berbeda dengan yang saya miliki, terbetik pikiran untuk melakukan pemutusan IntenseDebate dari akun WordPress.com dan diikuti penyambungan akun lagi. Beres!

Terkadang, beberapa persoalan perlu diputus terlebih dulu dengan tegas, baru setelahnya disetel agar terhubung lagi. Menarik juga mereka berdatangan pada waktu yang berdekatan.

Akhirnya Terkena Gangguan Google Indonesia Juga

Dua hari lalu saya baca kabar gangguan terhadap akses ke Google
Indonesia (`google.co.id`),
tampaknya ada aksi pengubahan server NS mereka secara ilegal.

Di beberapa laporan di Twitter ditampilkan halaman depan Google
yang berubah menjadi berlatar belakang gelap dengan tulisan,
Security is just an illusion.

Continue reading →

Membayangkan Sabak Windows di Windows 8.1

Karena Microsoft punya keinginan kuat menjadikan Windows membawa
keseragaman antarmuka pengguna di komputer personal, laptop, dan gawai,
merasakan sabak Windows misalnya, dapat dilakukan di PC atau laptop
dengan Microsoft Windows 8 (versi yang sekarang sudah 8.1). Lebih mudah
mendapati komputer dipasangi Windows 8 daripada Chromebook misalnya.

Kisah dimulai dari keterangan yang beredar di kantor bahwa Windows 8.1
lebih ringan daripada pendahulunya, Windows 7. Ini pernyataan penting,
kendati tanpa bukti survei ilmiah. Instalasi dan proses boot
berlangsung lebih cepat, sedangkan pindah antaraplikasi terasa lebih
ringan. Antarmuka yang dirombak total dengan tujuan menggabungkan gaya
klasik vs. gaya baru Windows berpotensi membuat pengguna akhir
mengernyitkan dahi, namun tidak akan terlalu lama. Bonus gaya Metro
–[rata (flat) dan bersudut
siku](http://en.wikipedia.org/wiki/Flat_UI_Design)– cocok dengan
preferensi saya untuk desain tampilan. Benarlah, sejak instalasi Windows
8.1 terasa lebih ringan. Seperti seketika saja muncul tampilan pembuka
dan Windows siap digunakan.

Continue reading →