Category Archives: Uncategorized

Presentasi “Keluarga dan Media Baru”

Minggu, 15 April, saya diundang untuk menyampaikan materi berkaitan dengan anak dan risiko pornografi. Penyelenggara acara adalah orang tua (lebih spesifik, “ibu-ibu”) Sekolah Alam Bandung dan merupakan bagian dari tema keorangtuaan (parenting). Ibu Erlyza Prasty yang mengontak saya pada awalnya, lewat Facebook. Bertempat di Rumah Bermain “Bumblebee”, Jalan Cipedes Tengah, Bandung, acara dimulai sesuai rencana, pukul 9 dan usai sekitar pukul 16.30. Saya menjadi salah satu dari tiga pembawa materi, bersama Ibu Rani Razak Noe’man dan Pak Aldino Adry Baskoro. Ibu Rani, dari Komunitas Cinta Keluarga, adalah penyaji materi berkaitan dengan keluarga dan belakangan ini lebih spesifik menangani sejumlah kasus dampak pornografi; sedangkan Pak Aldino guru kelas 6 di Sekolah Alam Bandung — saya sudah kenal baik sejak anak kedua saya duduk di bangku kelas 6.

Continue reading

CameraAwesome dan tentang Pengembangan di Android

Salah seorang teman yang kerap menjadi narasumber diskusi TI di kantor adalah penggemar Apple sejati: walaupun dia belum memiliki produk Apple satu pun, apresiasinya terhadap kebijakan di Apple (terutama di era Steve Jobs) dan perolehan pundi-pundi perusahaan selalu disampaikan dengan semangat menggelora. Cocok dengan penjelasan tentang ekosistem suatu merk, yaitu dibela oleh pihak-pihak yang cocok dengan produk tsb.

Demikian pula anggapannya terhadap kondisi pengembangan aplikasi di iPhone dan ponsel berbasis Android. Lingkungan terbatas di iPhone memudahkan pengembangan aplikasi karena tidak perlu mengakomodasi terlalu banyak variasi; sebaliknya di Android, yang memang dilepas bebas, pengembang aplikasi perlu bertimbang-rasa pada lebih banyak hal. Walaupun, tentu, penyokong Android akan mengajukan dalih bahwa hal tsb. diurus sistem operasi.

Continue reading

Menemani Pemasar Produk

Dalam beberapa pekan terakhir ini saya ikut menemani teman memasarkan produk kantor kami, sebuah aplikasi untuk pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan tempat pemasaran kami di perusahaan menengah ke bawah atau UKM, keadaan pertama yang kami temui adalah produk untuk penjualan (POS) paling dulu dipenuhi, karena pintu gerbang kedatangan pelanggan dan pendapatan; dilanjutkan dengan aplikasi akuntansi, sekali lagi tentang duit. SDM setelah itu, jika karyawan sudah meningkat, kesejahteraan perusahaan membaik, dan syukur-syukur kesadaran penuh pemilik usaha akan aset penting berupa SDM.

Hal kedua yang menarik adalah perwakilan perusahaan yang kami temui saat presentasi. Jika kami disambut oleh perwakilan divisi kepegawaian atau SDM, boleh dikata diskusi lebih lancar karena antara tim pemasar kami dan calon pembeli sama-sama perlu. Tawar-menawar biasanya terjadi pada fasilitas yang disediakan aplikasi dan relevansi terhadap keperluan urgen calon pembeli. Terlalu lengkap terkadang tidak menyelesaikan masalah (memberangus nyamuk menggunakan meriam?), jika kurang tentu mengecewakan, harga dapat sangat jatuh. Tarik-ulur ini pada penyesuaian, fleksibilitas, dan layanan migrasi serta purna-jual.

Continue reading

Dua Langkah Verifikasi untuk Akun di Google

Pertengahan Desember lalu Google menawarkan fasilitas penambahan keamanan akun baru, Verifikasi Dua Langkah (Two Step Verification). Saya tertarik fasilitas ini dan segera mengaktifkan. Proses aktivasi relatif mudah dan tambahan verifikasi dikirimkan lewat pesan singkat (SMS). Saya sempat meragukan penggunaan SMS ini berdasarkan dua hal: operator kartu ponsel yang saya gunakan tidak bekerja sama dengan pengiriman SMS lewat Gmail (memang tidak ada hubungan langsung, hanya prasangka) dan kedua, pernah saya gunakan untuk verifikasi tambahan di layanan lain (jika tidak salah Facebook), kode yang dikirimkan tidak diterima.

Prasangka tsb. muncul karena setelah saya aktifkan tidak ada tanda-tanda kode diterima. Ternyata kode pertama aktivasi baru diterima sekitar setengah hari kemudian. Konyolnya, saya sempat mengulang permintaan pengiriman kode (karena menunggu lama tsb.), sehingga kode yang dikirim pertama menjadi tidak berlaku. Namun hal ini pertanda penggunaan SMS untuk keperluan ini dapat saya gunakan. Pakai!

Continue reading

“Masa Depan” untuk Pengembang

Jadi bagaimana cara menyiasati “masa depan” untuk seorang pengembang? Saya sempat berdiskusi ringan dengan salah seorang senior di Bandung. Saya jelaskan hasil percakapan saya tentang usaha rintisan yang saya peroleh dari beberapa acara terakhir.

Teman pengembang ini percaya bahwa jika dibuat produk yang bebas digunakan oleh banyak orang (taruhlah dengan lisensi “perangkat lunak bebas”) dan memang membawa manfaat bagi penggunanya, suatu saat si pembuat akan “memetik hasilnya”. Semacam panen yang merupakan kumulasi dari nilai produk yang telah dibuat dan bermanfaat tsb. Dari mana perhitungan tsb.? Ini lebih pada faktor keyakinan daripada perhitungan matematis suatu model bisnis; kendati, tidak tertutup kemungkinan sebenarnya suatu model bisnis yang mendekati keyakinan tsb. dapat disusun.

Continue reading