Recently in Pengalaman Category

Kesulitan Pengalihluaran

| 2 Comments | No TrackBacks

Catatan Budi Rahardjo tentang kesulitan pengalihluaran (outsourcing) sempat dituliskan untuk milis Bandung High Tech Valley. Berikut salinannya:

  1. pihak pengalihluar ingin ada personil di tempat mereka secara fisik. Hal ini akan menyebabkan ongkos yang sangat mahal secara operasional, sehingga harga akhir akan lebih mahal dibanding dikerjakan sendiri.
  2. pihak pengalihluar tidak memahmi kemauan mereka sendiri. Proses pengerjaan proyek menjadi lebih susah karena target bergerak terus. Oleh Pak Budi hal ini dimasukkan sebagai masalah manajemen proyek.
  3. kesulitan mencari sumber daya manusia yang andal. Penulis kode mungkin relatif lebih mudah dicari, yang lebih susah manajer proyek yang andal (dengan harga yang terjangkau). Demikian pula analis lebih susah diperoleh.
  4. persoalan di arus kas (cash flow), dalam hal ini pembayaran sering terlambat, sehingga menyulitkan perusahaan perangkat lunak lokal yang masih kecil tersebut.
  5. kaidah siklus pengembangan (Systems Development Life Cycle, SDLC) yang dilanggar.

Dikutip dari arsip milis BHTV.

Melatih Diri dengan Hal-hal Keseharian

| No Comments | No TrackBacks

Awal tahun menjadi penanda waktu yang mudah untuk memulai kegiatan baru. Ditambahi dengan komitmen dalam kerangka waktu tertentu, jadilah semacam awal latihan disiplin. Itu yang saya lihat di awal Januari tahun ini oleh beberapa teman Flickr. Foto-foto mereka ditandai dengan nomor urut, misalnya #1 dan setiap hari muncul di daftar foto kontak di halaman depan Flickr. Saya mengikuti dua teman waktu itu, koleksi foto Boy Avianto di New York dan Candra Marsono di Jakarta.

Setelah itu, saya menyadari gerakan foto 365 dalam setahun diikuti oleh beberapa narablog dan dengan baik dimotivasi oleh Pitra Satvika.

Idenya sederhana: buatlah satu foto setiap hari dan pasang di blog. Pelaksanaannya perlu kesungguhan tingkat tinggi. Saya pernah mencoba sekitar bulan November tahun lalu, ternyata hanya bertahan sepekan, dan saya hentikan. Belum siap.

OpenNTPd di Ubuntu

| No Comments | No TrackBacks

NTP adalah syarat mutlak layanan yang perlu dipasang di setiap komputer. Baik hanya sebagai klien yang mengambil informasi waktu dari server NTP di luar, atau — dalam skenario di intranet — sebuah server NTP lokal disiapkan. Sebelumnya saya pasang ntpd di Debian Lenny, namun kali ini di Ubuntu Hardy Heron, dari daftar paket mereka, disebut OpenNTPd. Seperti halnya OpenSSH, OpenNTPd perluasan dari proyek OpenBSD yang elegan.

Berbeda dengan persiapan yang cukup lengkap untuk blog-mikro di perjalanan menggunakan ponsel, saya terlalu yakin mengandalkan Gnome NetworkManager untuk laptop dan koneksi via IM2 selama mudik lebaran akhir September lalu. Ternyata bermasalah!

Sebelum menaikkan versi Ubuntu di laptop menjadi 8.10, Intrepid Ibex, saya masih berlama-lama dengan Gutsy Gibbon (7.10). Untuk keperluan akses ke modem Huawei E320 berbulan-bulan saya percayakan pada Vodafone Mobile Connect. Tidak ada masalah dan jauh lebih nyaman dibanding menelisik sekian setelan di konfigurasi Wvdial.

Interpid lebih memudahkan lagi: saat instalasi untuk jaringan, saya langsung ditanya lokasi negara, terpampang daftar penyedia layanan, saya pilih Indosat, dan cukup mengganti nama titik-akses, Access Point Name (APN), memasukkan identitas dan sandi akses, beres. Kecuali sejumlah kegagalan akses yang langsung mengunci sistem (dan belum terpecahkan hingga hari ini, walau jarang terjadi), saya gunakan NetworkManager Gnome ini di Bandung dan Jakarta. Tidak sempat diuji untuk koneksi di kondisi nyata “dunia ketiga”, yaitu Daerah Tingkat II.

Blog-mikro Selama Perjalanan Mudik Lebaran

| 6 Comments | No TrackBacks

Pada liburan lebaran tahun 2008 lalu, saya sudah mencoba menulis laporan perjalanan via blog-mikro. Eksperimen tahun lalu dilakukan dengan Sony Ericsson K510i untuk rute perjalanan Bandung-Mojokerto-Porong-Jember. Ongkos Rp 10/kB untuk XL saat itu membuat saya iri dibandingkan IM3 yang sepersepuluhnya.

Di tahun 2009 ini, semula saya tidak berencana mengulang eksperimen tahun lalu, namun pada pertengahan Ramadan 1430 H, paket Rame XL menggoda untuk dicoba. Saya pasang target:

  1. eksperimen dilakukan dengan ongkos layanan terjangkau,
  2. alat bantu selama eksperimen memanfaatkan yang sudah tersedia,
  3. materi mikro-blog berupa reportase subjektif,
  4. kepraktisan dan keberlangsungan reportase dijadikan prioritas.

Comic Agustus 2009: Blog Foto yang Menawan Hati

| 10 Comments | No TrackBacks

Setelah rencana berkali-kali yang gagal dilaksanakan di grup Bandung Photoblogger Flickr, akhirnya pelaku blog-foto di Bandung bertemu di acara Comic untuk bulan Agustus. Acara dilaksanakan kemarin sore di Ruang Sekar, Kantor Telkom Jalan Supratman. Tema yang diangkat untuk acara diskusi santai ini adalah Photoblogging: Jurnal lewat Foto, dibawakan oleh Eric Setiawan dan Budi Sukmana. Budi menyampaikan presentasi pengantar selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya-jawab dan obrolan, termasuk godaan Lomografi oleh Puti Karina Puar.

What Is Photoblog?

Bertambah lengkap dengan kedatangan Dicky Juwono, provokasi untuk menyediakan blog-foto kali ini “menyentuh perasaan.” Hal ini terlihat dari aliran diskusi di Twitter satu jam setelah presentasi yang berisi cetusan keinginan hadirin untuk mulai “menenteng kamera ke mana-mana” — sebuah motivasi khas blog-foto.

Jejaring Sosial dan Usia Calon Pengguna

| 5 Comments | No TrackBacks

Jejaring sosial kian ramai dan menarik di sekitar kita, tidak ada yang menyangkal. Bagaimana dengan anak-anak?

Sekitar setengah tahun lalu kedua anak saya — kelas 7 dan 5 — menyebut Friendster dengan merujuk pada teman-teman di sekolahnya. Saya yang sedang memikirkan kegiatan produktif untuk mereka di ranah maya — tanpa pikir panjang — tertarik. Karena saya sudah meninggalkan Friendster, saya jelaskan hal umum tentang jejaring sosial dan secara persuasif mengarah ke Facebook. Melihat saya sering menulis di Plurk, timbul juga pertanyaan dari mereka, “Untuk apa sebenarnya menulis di sana?”

Sebelumnya mereka sudah punya akun di Yahoo! Messenger dan lebih awal lagi di MSN. Alasan yang paling sederhana: keperluan mereka bercakap-cakap dengan teman lewat penyeranta. MSN populer di Groningen, Belanda, dan mereka pindah ke YM setelah memiliki teman daring di Bandung. Saya ingat pendaftaran di Yahoo! saat itu lewat fasilitas “di bawah pantauan orang tua.” Jika tidak keliru, Yahoo! Kids memungkinkan hal tersebut: akun anak-anak dibuat dengan supervisi akun orang tua.

Hari yang Cerah...

| 2 Comments | No TrackBacks

Catatan: Hari yang Cerah terinspirasi dari judul lagu Peterpan, grup musik asal Bandung, Hari yang Cerah untuk Jiwa yang Sepi. Judul itu juga digunakan untuk foto yang saya ambil di depan gedung PAU Mikroelektronika, ITB, dengan membuka lensa lebih lama, agar terang-benderang.

Hari Yang Cerah...

Album foto atau pengelola foto adalah aplikasi penting yang saya gunakan sehari-hari di atas Ubuntu Gutsy di laptop. Dari beragam fasilitas yang disodorkan masing-masing, dua hal paling penting dan selalu saya perlukan, yaitu sebagai katalog dan pengunggah (uploader) ke layanan foto berbasis Web. Fungsi lain seperti olah digital foto sangat jarang saya perlukan, karena saya memotret dalam koridor blog-foto (photoblogging) yang lebih menekankan pada jurnal peristiwa dibanding nilai artistik hasil pemotretan.

Perangkat

Perangkat pemotretan yang saya gunakan dalam rentang tiga tahun terakhir: kamera telepon genggam Sony Ericsson K510i, kamera saku Olympus C150 dan Canon PowerShot A720IS, dan DSLR Nikon D40. Proses transfer data ke laptop yang ditangani Ubuntu sebagai berikut.

Peluncuran "Pasar Kreasi" dan Flexter

| 6 Comments | No TrackBacks

Seperti pernah saya singgung, Ramadan adalah bulan “buka bersama”, kumpul-kumpul, dan berjumpa langsung “di darat” — oleh karena itu disebut juga “kopdar.” Termasuk undangan yang saya terima dari Kuncoro Wastuwibowo lewat Anisah Sofwati tentang peluncuran situs web Pasar Kreasi, hari Rabu, 17 September lalu, berujung buka bersama. Buka puasa yang jauh — dan “rugi” tiga menit menurut Adham Somantrie, di ibukota Jakarta, sehingga kami dari Bandung perlu berangkat waktu lohor.

Teman perjalanan baru lagi: gabungan staf Telkom Flexi Center, Dago, Bandung, perwakilan Batagor (ini saya ketahui dari penyebutan perwakilan hadirin, namun tak bertemu langsung dengan ybs.), perwakilan Flexter (diucapkan oleh pembawa acara di panggung tercampur gaung, sesekali terdengar, “Friendster”), dan rumor di barisan bangku belakang bis menyebut, rombongan ini ibarat, “wisata sekolah IT Telkom.”

Apapun deh, karena toh saya mengikut begitu saja rencana sahibul hajat.

About this Archive

This page is an archive of recent entries in the Pengalaman category.

Pemrograman is the previous category.

Pengembangan is the next category.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Google Friend Connect

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261