Catatan Budi Rahardjo tentang kesulitan pengalihluaran (outsourcing) sempat dituliskan untuk milis Bandung High Tech Valley. Berikut salinannya:
- pihak pengalihluar ingin ada personil di tempat mereka secara fisik. Hal ini akan menyebabkan ongkos yang sangat mahal secara operasional, sehingga harga akhir akan lebih mahal dibanding dikerjakan sendiri.
- pihak pengalihluar tidak memahmi kemauan mereka sendiri. Proses pengerjaan proyek menjadi lebih susah karena target bergerak terus. Oleh Pak Budi hal ini dimasukkan sebagai masalah manajemen proyek.
- kesulitan mencari sumber daya manusia yang andal. Penulis kode mungkin relatif lebih mudah dicari, yang lebih susah manajer proyek yang andal (dengan harga yang terjangkau). Demikian pula analis lebih susah diperoleh.
- persoalan di arus kas (cash flow), dalam hal ini pembayaran sering terlambat, sehingga menyulitkan perusahaan perangkat lunak lokal yang masih kecil tersebut.
- kaidah siklus pengembangan (Systems Development Life Cycle, SDLC) yang dilanggar.
Dikutip dari arsip milis BHTV.


