Recently in Alternatif Category

Google Buzz dan Pilihan Pengguna

| 4 Comments | No TrackBacks

Peluncuran produk baru Google selalu menimbulkan reaksi, apalagi dengan adanya jejaring sosial dan blog-mikro: cetusan komentar terlihat lebih spontan. Bagaimana komentar tentang Google Buzz yang kemarin mulai digunakan meluas?

Berikut komentar yang saya baca dari beberapa kontak:

Layanan Pemendek URL dan Siteous

| 6 Comments | No TrackBacks

Saya kenal dan mulai menggunakan jasa pemendek URL lima tahun lalu, TinyURL. Saat itu TinyURL diperlukan untuk membantu penulisan URL dalam email. Selain memang tidak nyaman melihat URL yang super-panjang (apalagi saat itu tautan permanen yang rapi belum populer seperti sekarang), beberapa klien email memenggal URL di dalam pesan email dengan semena-mena, tidak jarang menjadi cacat dan gagal digunakan.

Hari-hari ini jasa pemendekan URL laris-manis, antara lain disebabkan oleh popularitas blog-mikro yang memang berlomba meringkas pesan sepanjang ukuran SMS. Secara logis, URL yang pertama harus dibuat super-pendek, karena dia diperlukan oleh komputer, bukan manusia. Pengguna dan klien alat bantu Twitter terlihat paling getol menampilkan variasi layanan pemendek URL. Untuk produk dalam negeri, dengan sedikit kegaduhan, akhirnya Siteous yang ditulis dan dikelola Adham Somantrie, diluncurkan.

Inovasi FanBox

| 6 Comments | No TrackBacks

FanBox adalah contoh layanan inovatif namun terkesan kurang yakin sehingga berpromosi dengan cara brutal. Sebelum mendaftarkan diri di Facebook, saya diajak bergabung ke sebuah situs jejaring sosial oleh beberapa kenalan. Salah satunya, seingat saya, FanBox ini. Sayang arsip email dua tahun lalu yang masuk kategori sampah sudah dihapus. Saat itu, gara-gara tampilan situs tersebut “kurang menjanjikan”, saya abaikan.

Ada belasan layanan jejaring sosial, untuk memilih salah satu perlu objektif tertentu.

KBBI Daring

| 7 Comments | No TrackBacks

Salah satu harapan saya dalam hal alat bantu kebahasaan sudah direalisasikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, yakni penyediaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Bagian pertama yang menarik adalah lema daring itu sendiri.

Awalnya, saya anggap daring adalah semacam “identitas kode” (codename) yang digunakan untuk pengembangan situs web tersebut. Suatu kelaziman di dunia pengembangan perangkat lunak, seperti halnya Ubuntu) memiliki Feisty dan Gutsy, Microsoft Windows berlabel Cairo hingga Longhorn. Dengan tipografi sans serif, sempat terbaca darling pada awalnya, dan akhiran ing tersebut memunculkan kesan kata serapan dari bahasa Inggris.

Keluarga Flickr

| 2 Comments | No TrackBacks

Apabila ada pemilihan Keluarga Flickr, saya mengusulkan Keluarga Witoelar sebagai salah satu kandidatnya. Barangkali belum ada yang berpadanan terhadap keunikan Keluarga Witoelar di Flickr. Apa itu?

Mereka adalah pemakai Flickr intensif. Satu dari anggota Keluarga Witoelar, yaitu Satya, memotret banyak hal unik yang ditemui dalam kesehariannya. Salah satu photoblogger dengan tingkat pemasangan foto “harian.” Saya mengenal Satya pada awalnya dari Flickr, setelah saya menetapkan mencoba blog foto, dan di Pesta Blogger lalu untuk pertama kali bertemu langsung dengannya. Dari pertemanan lewat Flickr itulah saya mengetahui “jejaring” Keluarga Witoelar dan kegiatannya yang berkelindan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Groningen, Belanda Utara.

Pemakaian Foto di Flickr oleh One Comm

| 10 Comments | No TrackBacks

Sepekan sebelum lebaran kali ini, ada “THR” istimewa: One Comm, salah satu perusahaan periklanan di Jakarta, menghubungi saya. Perwakilan mereka menanyakan kemungkinan pemakaian salah satu foto saya di Flickr untuk keperluan iklan komersial.

Kesempatan ini merupakan pengalaman pertama saya bersinggungan dengan pemakaian komersial hasil foto yang dipasang di Flickr. Saya bukan fotografer dan seperti pengalaman saya di dunia publikasi tulisan, akhirnya saya lebih nyaman menyebut diri sendiri sebagai photoblogger, tukang blog foto. (Tentu ini klaim pribadi, jika ternyata tak tepat dengan definisi, mohon dikoreksi.)

Bedug - Nurul Hadi

Respon terhadap Tulisan Layanan Indosat M2

| 7 Comments | No TrackBacks

Pengguna Indosat M2 (IM2) dengan identitas danubuntu01 membawa tulisan saya tentang layanan koneksi Indosat M2 ke forum Indosat dengan topik, Akses IM2 Saat Travelling ke Kota Lain. Karena forum tersebut tertutup hanya dapat diakses oleh pelanggan IM2, saya kutipkan bagian penting dari diskusi tersebut untuk tulisan ini, sekaligus melengkapi penjelasan tentang IM2.

Pihak Indosat, diwakili oleh M. Ariefandhy, merespon dengan sigap sebagai berikut,

First Media hingga Internet Rp 9/jam

| 8 Comments | No TrackBacks

Beberapa hal yang terpikir berkaitan dengan ramai-ramai kabar koneksi Internet dan layanan seluler saya tuliskan di bawah ini.

First Media

Sejak First Media mulai dikenal lewat iklan, teman-teman di Bandung sudah mulai membicarakannya. Seorang teman lekas mengirim pesan singkat lewat telepon seluler: dengan Rp 99.000,00 sudah berlangganan Internet untuk keperluan pribadi, tentu terobosan baru dari angka pasar kisaran Rp 200.000,00 sekarang ini.

Pencetak Berteknologi "Infus"

| 6 Comments | No TrackBacks

Di awal tahun ajaran 2007/2008 ini saya membantu membelikan pencetak untuk kelas di sekolah anak saya. Berdasarkan informasi dari salah seorang teman yang “berfoya-foya” menggunakan “teknologi tinta botol”, saya mengambil keputusan memilihkan jenis inkjet yang sudah dimodifikasi ini untuk kelas. Pertimbangan sederhana: anak-anak di kelas perlu teknologi yang murah-meriah dan bukan kualitas cetakan. Kami orang tua juga jangan sampai sewot hanya gara-gara pemakaian pencetak oleh anak-anak dengan cara menekan ongkos pengadaan tinta.

Teknologi infus inilah solusinya. Barangkali sekadar nama sembarangan: hanya karena pencetak dimodifikasi dengan tambahan selang dan botol tinta di luar — dan mirip dengan pasien yang digelayuti selang di rumah sakit, para pedagang memberi julukan “infus”. Di mal komputer Bandung, BEC, teknologi ini sudah mapan dan Epson menjadi raja kembali. Hal ini mengingat Epson sudah paten sebelumnya di lingkungan dot-matrix.

IndosatM2: Persoalan dengan Area Jangkauan

| 21 Comments | No TrackBacks

Tentu bukan disebabkan Benny Chandra menyiapkan “palang pintu” di Surabaya, saya mengalami pengalaman yang kurang memuaskan dengan pemakaian IndosatM2 (IM2) 3.5G di ibukota provinsi Jawa Timur. Tanggal 22 hingga 27 Agustus bulan lalu saya melakukan perjalanan ke Surabaya dan Jember, di Jawa Timur. Kendati di brosur IM2 Jember belum termasuk dalam senarai kota yang didukung oleh layanan 3G, saya berharap akses lewat GPRS yang disediakan Indosat dapat digunakan.

Simpul uji coba pertama di ruang tunggu penumpang Stasiun Gubeng Surabaya. Seperti dugaan saya: berhasil dengan baik, justru saya kelabakan mencari colokan listrik dan berakhir dengan duduk manis di belakang grup musik yang menghibur calon penumpang di ruang tunggu. Mereka memiliki sisa colokan dan berbaik hati mengizinkan saya ikut menggunakan. Akses yang saya peroleh: HSDPA.

About this Archive

This page is an archive of recent entries in the Alternatif category.

Administrasi is the previous category.

Anotasi is the next category.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Google Friend Connect

OpenID accepted here Learn more about OpenID
Powered by Movable Type 4.261