Ada Apa dengan Telkom Speedy?

Layanan Telkom Speedy kok terasa mulai mengkhawatirkan?

Perasaan ini bermula menjelang akhir 2013 lalu. Sebelumnya, kantor kami beruntung termasuk “pelanggan terpilih” dan mendapat promosi koneksi 2 Mbps untuk paket Office, yang tertulis 1 Mbps. Kami anggap masa promosi yang wajar, antara lain karena kami pernah menjadi korban salah setelan di server, hanya diberi jatah 512 kbps. Pada “masa promosi” tsb. ada pemasar Telkom yang menelepon ke kantor dan menawari paket 3 Mbps: tentu menggiurkan walaupun tidak langsung saya tindaklanjuti, mengingat anggaran untuk koneksi saat itu “masih cocok dengan paket Office dasar”.

Berselang kira-kira dua bulan kemudian ada keperluan kantor dan anggaran baru yang memungkinkan peningkatan lebar pita koneksi Internet. Saya hubungi Speedy lewat telepon dan gerai Plasa mereka, setelah diperiksa dari catatan lokasi kantor kami, disimpulkan: koneksi lebih cepat tidak dimungkinkan, karena kondisi kawat telepon di lingkungan kantor kami terbatas hanya sampai 2 Mbps. Repot dibantah jika sudah berurusan dengan kawat. Seperti kata mati karena sudah menyentuh infrastruktur. Petugas layanan konsumen Telkom juga tidak tahu kemungkinan perbaikan di daerah kantor kami.

Pada masa-masa itu pula promosi 2 Mbps ternyata berakhir. Koneksi mulai terasa tersendat-sendat di jam kerja. Karena yakin kawat telepon di sekitar kantor dapat digunakan sampai 2 Mbps, saya mencari paket layanan yang cocok untuk kantor. Mengherankan melihat halaman depan situs web Telkom Speedy hari ini: informasi layanan koneksi berkurang drastis, sangat minim, malah diganti dengan aneka layanan di atasnya, atau “materi Internet” (content). Termasuk salah satu menu registrasi paket koneksi Internet malah diarahkan ke telkom147.com dan kandas di halaman kosong dengan pesan: Unable to find a route to match the URI: berlangganan/speed.

Laman Telkom147.com

Bagaimana di Twitter?

Akun Dhany Speedy menjadi terproteksi dan diarahkan ke Telkom Care. Tentu lumrah saja ada pergantian akun untuk layanan konsumen, sehingga akhirnya saya tanyakan lewat Twitter ke Telkom Care tadi pagi dan belum ada jawaban.

Jadi terbayang kasus Flexi dari Telkom yang akhirnya tumbang.

One Comment

  1. […] … dilanjutkan menjadi Ada Apa dengan Telkom Speedy? […]

Comments are closed.