BlanKonf 4 di Bogor

Setelah lama saya absen dari kegiatan klub pengguna Linux — biasanya di Bandung, saya menetapkan datang ke BlanKonf 4, Konferensi BlankOn keempat. Semula saya hanya melihat sekilas undangan mereka di Google+, namun setelah Arif Syamsudin mengirim undangan lewat email lengkap dengan informasi acara, saya tergerak berangkat. Apalagi acara diselenggarakan di Bogor dan saya berkemampuan untuk datang. Faktor penting lain: ada Mohammad Dhani Anwari (MDAMT), teman di ranah maya yang belum pernah saya temui langsung.

BlankOn adalah distribusi Linux yang dikembangkan di Indonesia dan bertahan lebih awet dibanding yang lain. Berbeda dengan acara klub pengguna Linux yang berorientasi wilayah, BlanKonf bersifat nasional dan berorientasi pada produk.

Dengan bus menuju Bogor, saya sudah perkirakan tidak dapat mengikuti pembukaan, sehingga di hari pertama, Sabtu, Desember, saya tiba di lokasi tengah hari. Beruntung langsung bertemu Zaki Akhmad — kami sudah berkabar sebelumnya, saya mendapat pemandu yang tepat di lingkungan “anak-anak muda Linux”. Satu kebetulan juga pertama kali saya datang di acara KLuB (Klub Linux Bandung) 2007 Zaki juga hadir.

Dua hari konferensi, 1-2 Desember di CICO, Cimahpar, Bogor, Jawa Barat, diisi dengan beragam acara. Pembukaan oleh Direktur BlankOn tidak dapat saya ikuti karena kedatangan saya yang terlambat tsb. — sayang sebenarnya. Setelah makan siang saya ikuti kelas uji keamanan pentest, dengan gembira pula bertemu Budi Wijaya dan Putu Wiramaswara Widya. Berlanjut kemudian di kelas musik di BlankOn, disajikan Kukuh Syafaat, gitaris Marsmellow Band, dan terlihat antusiasme peserta. Meretas peladen hingga lengking gitar listrik ditangani dengan dingin oleh BlankOn adalah prestasi tersendiri dalam merangkul keperluan pengguna.

Kukuh Syafaat

Pada malam hari saya sempatkan mengobrol dengan teman-teman baru, salah satu yang juga hadir Akhmat Safrudin, teman peserta acara APICTA 2010 di Kuala Lumpur. Tema-tema pembicaraan di seputar kegiatan sebagai relawan, status sebagian besar peserta. Sedangkan sambil makan malam saya berkesempatan mengobrolkan BlankOn dengan MDAMT; termasuk keterangannya tentang rencana badan usaha untuk BlankOn. Sangat wajar jika diingat potensi Blankon sebagai distribusi Linux buatan Indonesia yang masih bertahan hingga hari ini.

Dari pagi hari Minggu hingga penutupan sekira pukul 14, saya masih menikmati acara di Kelas HTML5, instalasi server SMS, dan kisah peluang bisnis. Keragaman kelas yang disediakan untuk peserta selama dua hari menandakan bahwa BlankOn dapat dipakai siapapun, sedangkan kehadiran para narasumber di bidang masing-masing menunjukkan harapan kelompok-kelompok tsb. pada distro nasional ini.

Hacking SMS Software after Presentation

Saya pribadi walaupun bukan pengguna BlankOn merasa terbawa oleh keadaan yang kondusif dari teman-teman selama acara berlangsung. Mudah-mudahan saya berkesempatan hadir di perhelatan BlankOn lainnya mendatang.

5 Comments

  1. Yudha P Sunandar 5 January 2013 at 23.34

    saya sudah tidak lagi menggunakan blankon. sekarang sedang meresapi cita rasa ubuntu dalam sistem operasi yang proprietary. hehe 😀

    1. Ikhlasul Amal 13 January 2013 at 18.07

      Sudah naik kasta. 😛

  2. Hmm, mantap pak 😀

    1. Ikhlasul Amal 13 January 2013 at 18.07

      Terima kasih.

Comments are closed.