Ulang Tahun Kedua Bloof

Masih semarakkah grup narablog?

Pertengahan hingga akhir Oktober lalu dari kabar-kabar singkat yang
berkelebatan di media sosial, tampak beberapa nama grup narablog
disebutkan. Biasanya berbasis kota, seperti dari Makassar – tempat
penyelenggaraan acara Blogger Nusantara, BN2012, dan saya sempat
baca sahut-menyahut di Twitter berisi nostalgia tentang Cah Andong
dari Yogyakarta.

Secara khusus saya niatkan untuk datang di acara ulang tahun kedua
[Blog of Friendship](http://bloofers.org) (Bloof) di Bandung, berlangsung 15 November lalu. Informasi
dari grup mereka di Facebook, acara ulang tahun dalam bentuk jumpa
langsung atau “kopdar” (kopi darat, istilah yang dibawa dari
zaman komunikasi radio-warga) dilangsungkan secara serentak pada
hari tsb. di Medan, Jakarta, Makassar, dan Surabaya. Untuk Bandung,
kopdar dilangsungkan dengan diawali berkumpul di De Ranch, Lembang,
Kab. Bandung Barat.

Ulang tahun Bloof Jabodetabek, foto oleh Selvi Betharia.

Sepengetahuan saya, Bloof didirikan bermula dari pertanyaan sederhana [Dia
Rediana Putra](http://about.me/qefy) tentang grup narablog yang dapat membuat dirinya
bersemangat menulis dan bertemu rekan-rekan yang lain. Saya tidak tahu persis latar
belakang pertanyaan Dia: apakah memang benar dimulai dari itikadnya pribadi atau
sudah dibahas dalam perbincangan dengan para pendiri lainnya. Saat itu saya
dan teman-teman baru saja mencoba memulai Bandung Flickr, sehingga
jawaban saya untuk Dia adalah fenomena grup-grup narablog di Bandung
yang pernah saya datangi di acara mereka, yakni Bandung Blogger
Village (BBV) dan Batagor. Ringkasnya, saya memberi gambaran kondisi
grup narablog yang berbasis kota.

Ternyata Dia Rediana melanjutkan ikhtiarnya dengan mengajak beberapa
teman dan dilanjutkan dengan menyebarkan ide tsb. ke teman-teman di
kota lain dan lahirlah Bloof. Saya menjaga pertemanan dengan
Bloof, karena memang sebagian dari mereka sudah saya kenal.
Seperti halnya keikutsertaan saya pada acara-acara grup narablog
sebelumnya di Bandung, saya belum sanggup berkomitmen menjadi
panitia atau penggiat kegiatan di lapangan.

Sebelum saya menghadiri undangan [pertemuan narablog
ASEAN](http://direktif.web.id/2011/11/asean-blogger/ “ASEAN Blogger 2011 Conference”) di
Denpasar, Bali, tahun lalu, saya mendaftar bergabung di grup
Bloof di Facebook. Mendapatkan gambaran atmosfer grup adalah
tujuan utama saya dan ini menjadi bahan pembicaraan dengan
teman-teman narablog lain di Denpasar.

Di acara kemarin, sambil duduk-duduk dan bergerak-gerak ke mana-mana dalam
bentuk seperti gelar wicara, saya ikut berdiskusi
dengan hadirin – yang umumnya para penggiat – tentang kondisi aktual
dan rencana Bloofer terdekat.

Secara umum, Bloof, yang membawa slogan “lebih dari sekadar
persahabatan” bertumpu pada kedekatan dalam bentuk persahabatan.
Selain hubungan fisik sebagai sahabat di ranah maya – mereka telaten
hingga berkirim kabar antarkelompok, berkirim kartu pos, hingga ada
kejadian berkirim kue – mayoritas tulisan anggota Bloof adalah
tentang perasaan dan hubungan (relationship). Contoh yang
paling mencolok pada cara mengenalkan blog anggota dan pemutakhiran
isi blog: jika pada kelompok narablog lain umumnya disediakan
pengumpul entri blog terbaru (ingat masa agregator blog semacam
[Planet](http://www.planetplanet.org/) berjaya?), di Bloof hal ini dilakukan dengan saling
menyapa dan mengundang untuk membaca lewat grup Facebook. Terkadang
beberapa anggota malah menawarkan dirinya untuk berjalan-jalan
membaca (blogwalking) dan teman-teman yang berminat
dikunjungi diminta menuliskan URL
di komentar. Sisi positifnya terdapat komunikasi yang intens antara
penulis dan pembaca – yang memang dianggap “teman kelompok”; sebaliknya,
sebagai korban, grup di Facebook menjadi semacam papan tempel yang
bergerak terlalu cepat. Akibatnya, sejumlah tawaran membaca tulisan
ini terlewat ditanggapi, lebih-lebih untuk sejumlah blog yang
berbeda dari genre arus utama.

Faktor kedekatan personal anggota Bloofer dan sebaran yang cukup luas di
sejumlah kota besar dapat membantu menjaga Bloofer lebih awet
bertahan dibanding kelompok narablog berbasis kota yang sering
menghadapi masalah kronis dengan anggota yang mengalir. Salah satu
usulan dalam diskusi adalah menjaga hubungan “tokoh masyarakat”
antarkota (antarsubkelompok lebih tepatnya) agar Bloofer dapat
bertahan secara terdistribusi di banyak kota. Jadi misalnya Bandung
sedang sepi kegiatan, Jabodetabek tetap dapat meriah, dan demikian
halnya dengan kota-kota lain.

Ada baiknya saat masih awal seperti sekarang – kendati anggota di
grup Facebook sudah 2800 orang lebih – koordinasi antarkota dan
pola regenerasi mulai dipikirkan dalam format lebih resmi. Untuk
Bandung misalnya, sudah terlihat perbedaan para penggiat pada acara
ulang tahun sebelumnya dan sekarang.

Akan halnya rencana dalam waktu dekat, Bloof berniat
menyelenggarakan “temu nasional” yang akan diselenggarakan akhir
Januari 2013. Tentu hal ini merupakan tantangan tersendiri
untuk komunitas yang baru berulang tahun dua kali. Karena mereka
para penggiat yang akan membuktikan kelangsungan Bloof, saya
ucapkan selamat bekerja keras dan menyenangkan dalam melayani
anggota komunitas.

4 Comments

  1. Selamat ulang tahun Bloof dieratkan silaturahimnya buktikan kalau Friendship kita itu bisa menjadi contoh komunitas lainnya atau saling mendukung antar komunitas narablog 🙂

  2. Wah, udah lama ngga ketemu Qefy lagi sejak hunting sore-sore di jalan Braga beberapa bulan lalu… 🙂

  3. So interesting, jadi terpikir pengen ikutan rajin nulis lagi juga.

  4. Sekarang, melihat bagaimana jurnalisme warga berkembang dan menjadi lebih canggih, apakah masih perlu bagi para penulis untuk berdiam diri karena kode etik? Afef Abrougui adalah seorang penulis Global Voices asal Tunisia, dan ia mendiskusikan hal tersebut dalam daftar pribadi surat-menyurat Global Voices baru-baru ini. Rezwan adalah Editor Global Voices Asia Selatan, berbasis di Bangladesh. Ia menyetujui poin-poin Afef dan ia juga berbagi tautan kode etik dari grup narablog di Nepal .

Comments are closed.