Blog Berbasis Halaman Statis

Ini penyakit lama jika sudah mulai peduli menulis blog kembali:
otak-atik alat bantu. Ya, mesin blog atau blog engine.
Bertepatan pula, beberapa hari lalu Rizqi Jamaluddin menulis tentang
[alat bantu baru yang digunakan][rizqi], [Kirby][kirby]. Tambah bikin penasaran.

Lebih dari sekadar Kirby, alat bantu blog berbasis berkas
(file-based) menggiurkan dibandingkan pendekatan klasik
basisdata yang lebih umum diterima. Sebenarnya semacam retrospeksi,
kembali ke gaya lama, karena secara umum situs web dimulai dari
halaman statis representasi berkas HTML. Selanjutnya materi yang dinamis diimbangi
dengan halaman web yang dihasilkan secara dinamis pula, lewat
pemrograman dan langkah selanjutnya dibantu basis data.

Sayangnya, koneksi ke basis data berongkos mahal dan dalam hal blog
dapat terlihat mubazir: diakses banyak orang, halaman yang
dibaca berulang-ulang tsb. hasil query berkali-kali ke basis data.
Adanya leher botol dalam hal koneksi basis data ini sudah
berkali-kali dialami situs web ramai. Salah satu penghematan yang
dapat dilakukan misalnya dengan menyediakan tembolok (cache)
di antara aplikasi dan basis data. Untuk WordPress misalnya,
tembolok ini dipasang dalam bentuk [plugin yang memiliki konfigurasi
yang leluasa disetel][supercache]. Kendati demikian, masih terasa sayang jika
disadari bahwa menampilkan judul blog yang pendek pun tetap perlu
query ke basis data.

Ada dua pendekatan penggunaan halaman web statis, tanpa akses ke
basis data:

1. Halaman blog dikompilasi dari berkas-berkas bahan menjadi
halaman HTML dan berkas HTML ini yang disediakan untuk server
web. Alat bantu berbasis bahasa skrip seperti Perl/Python/Ruby
menggunakan pendekatan ini. Hyde, Blaag, Tinkerer sebagai
[contoh dari Python][pythonex] dan jika masih ingat pemain tua
[Movable Type][mt]
di atas Perl juga menggunakan teknik “kompilasi” ini dari basis
data.
1. Halaman blog dihasilkan secara dinamis dengan cara dibaca dari
bahan-bahan berupa berkas yang berlokasi di subdirektori
tertentu. Jadi aspek dinamis dalam bentuk aplikasi penghasil
halaman web masih ada, namun tidak lagi dilakukan query
ke basis data.

Alat bantu blog memang tidak hanya tentang cara menghasilkan format
HTML, melainkan juga perangkat-perangkat lain yang berkontribusi.
Untuk komentar, hampir semua solusi halaman statis ini merujuk pada
[Disqus][disqus] yang menyediakan layanan komentar untuk halaman web statis —
mereka sendiri menggunakan JavaScript. Bagaimana dengan
[IntenseDebate][intense], kok seperti tidak diacuhkan? Apa karena sudah
termasuk Keluarga Automattic? Pemasangan komentar relatif mudah,
[tinggal disisipkan fragmen JavaScript][dqpublish].

Hal kedua yang krusial terutama bagi saya adalah tema yang tersedia.
Bagian ini memang tidak terkait langsung dengan pendekatan
dinamis/statis, tetapi tingkat kesohoran alat bantu blog. Kian
semarak komunitas pengguna alat bantu tsb. biasanya diikuti semakin
banyak tema tersedia. Sederhana dan elegan adalah syarat utama
keperluan saya.

Hasil akhir: Kirby terlihat lebih menjanjikan dibanding alat bantu
lain dalam kriteria ini, perangkat pendukung utama sudah tersedia.
Kendala yang saya hindari sekarang: aktivasi [Kirby perlu dana
USD 39][kirbycost]. Memang bukan harga mahal, namun saya masih ingin
berhemat untuk acara revitalisasi blog ini.

Jadi tunggu dulu hingga ditemukan jenis alat bantu yang memenuhi
harapan atau anggaran murah tsb. saya setujui.

[rizqi]: http://r7.web.id/blog/focus-not-flex “Focus, Not Flex”
[kirby]: http://getkirby.com/
[supercache]: http://wordpress.org/extend/plugins/wp-super-cache/ “WP Super Cache”
[pythonex]: http://wiki.python.org/moin/PythonBlogSoftware “Python Blog Software”
[mt]: http://www.movabletype.com/ “Movable Type”
[disqus]: http://disqus.com “Disqus – Elevating the discussion”
[intense]: http://intensedebate.com “IntenseDebate – Comment/Trackback Moderation”
[dqpublish]: http://disqus.com/for-websites/publishers “Disqus– for websites”
[kirbycost]: http://getkirby.com/answers “Kirby – Answers”

4 Comments

  1. Coba flatpress.org pak.

    1. Terima kasih, saya sempat baca Flatpress, tapi kok terlupa waktu menulis artikel di atas. Cuma setelah saya lihat kembali Flatpress, dukungan tema masih minim, ya.

  2. wah, makasih pak, tambah pengetahuan lagi nih ane tentang blog statis 🙂

    1. Ikhlasul Amal 6 January 2013 at 18.55

      Terima kasih kembali.

Comments are closed.