CameraAwesome dan tentang Pengembangan di Android

Salah seorang teman yang kerap menjadi narasumber diskusi TI di kantor adalah penggemar
Apple sejati: walaupun dia belum memiliki produk Apple satu pun,
apresiasinya terhadap kebijakan di Apple (terutama di era Steve
Jobs) dan perolehan pundi-pundi perusahaan selalu disampaikan dengan
semangat menggelora. Cocok dengan penjelasan tentang ekosistem suatu
merk, yaitu dibela oleh pihak-pihak yang cocok dengan produk tsb.

Demikian pula anggapannya terhadap kondisi pengembangan aplikasi di
iPhone dan ponsel berbasis Android. Lingkungan terbatas di iPhone
memudahkan pengembangan aplikasi karena tidak perlu mengakomodasi
terlalu banyak variasi; sebaliknya di Android, yang memang dilepas
bebas, pengembang aplikasi perlu bertimbang-rasa pada lebih banyak
hal. Walaupun, tentu, penyokong Android akan mengajukan dalih bahwa
hal tsb. diurus sistem operasi.

Keragaman spesifikasi gawai (gadget) dapat menjadi dilema:
bakuan dasar perlu dituruti agar aplikasi dapat diterima di aneka
spesifikasi, namun pada saat bersamaan nilai lebih kekhususan gawai
kurang termanfaatkan. Hal ini yang tercetus di tulisan Robert Scoble
kemarin di Google Plus [tentang aplikasi CameraAwesome dari
SmugMug](https://plus.google.com/111091089527727420853/posts/1UqAt2HUfzt).

Dia (Don MacAskill dari Smugmug) berpikir bahwa kesulitan
mengembangkan untuk suatu platform itulah alasan tunggal kamu tidak
melihat aplikasi seperti Instagram di Android dan mengapa kamu harus
menunggu CameraAwesome datang di piranti berbasis Android milikmu.

Demikian disebut Scoble.

2 Comments

Comments are closed.