Menyongsong Hari Blogger Nasional

Tiga hari mendatang, 27 Oktober, Hari Blogger Nasional (dapatkah disebut “Hari Narablog Nasional”?). Saat dicanangkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, di tahun 2007, Pesta Blogger pertama, saya membayangkan: sebenarnya tanggal tsb. diperoleh dari upaya “mendekati Hari Sumpah Pemuda”, dan jadilah tanggal 27 Oktober 2007 hari Sabtu — libur akhir pekan yang cocok untuk perhelatan besar. Tidak terlalu mengherankan juga, karena banyak peristiwa penting di dunia ini terjadi “begitu saja” dan menjadi peringatan berikutnya.

Untuk kali ini, tahun 2011, Pesta Blogger, yang seharusnya dihelat kelima kali, tidak ada. Sejak sekitar bulan Juli-Agustus lalu, seingat saya bersamaan dengan Ramadan, terdapat perubahan besar: Pesta Blogger berganti menjadi On|Off. Keributan sempat terjadi di Twitter saat itu dan berlanjut dengan beberapa tulisan di blog yang bersuasana sentimental. Sesuatu yang wajar, jika diingat kelompok dan seksi sibuk yang telah mengupayakan Pesta-pesta sebelumnya dan di banyak tempat, jika sudah berhubungan dengan penggalangan massa, romantisme menjadi pengikat.

Continue reading →