Komunitas Narablog di Kota-kota Besar

Salah satu sesi di acara XL Net Rally pada hari Sabtu, 23 Juli lalu,
adalah [kunjungan ke Toko Oen](http://direktif.web.id/a/2011/07/xlnetrally-2011-02/ “XL Net Rally 2011 (02): Anjangsana di Semarang”). Tempat ini disebut legendaris,
walaupun demikian saya baru pertama kali mengunjungi Toko Oen. Di
setiap kunjungan ke keluarga di Semarang beberapa tahun lalu belum
pernah mendapat rujukan tentang toko tsb.

Sambil menikmati hidangan traktiran XL, saya bercakap-cakap dengan
perwakilan komunitas narablog Semarang, [Loenpia](http://loenpia.net), dan satu lagi
undangan dari Surabaya. Loenpia disebut cukup aktif: dari sekitar
seribu anggota yang terdaftar di milis mereka, dengan persyaratan
yang longgar termasuk tidak harus berdomisili di Semarang,
partisipan aktif di kegiatan-kegiatan berkisar dua puluh orang. Jika
dapat bertahan dengan jumlah sekitar itu per kegiatan, itu sudah
bagus sebagai komunitas. Jika pun berganti-ganti peserta kegiatan
justru bagus, berarti aktivis beragam.

Meet and Talk with Bloggers at "Toko Oen"

[Amril T Gobel](http://www.daengbattala.com) yang bulan-bulan lalu
sempat berkeliling ke beberapa kota mengikuti acara
[IdBlogNetwork](http://idblognetwork.com) menyebut antusiasme
kegiatan menulis blog masih terlihat di kota-kota besar kita,
umumnya di ibukota provinsi. Di ujung timur ada [Anging
Mamiri](http://angingmamiri.org) di Makassar, salah satu kota blog
awal yang mencuat di luar “sabuk kota kreatif” Jakarta, Bandung,
Yogyakarta, dan Denpasar.

Di Sumatra saya ingat beberapa [tulisan Adham Somantrie tentang Awak
Medan](http://adha.ms/p/298/merdeka-20-deklarasi-awakmedan/) saat
dia harus tinggal di Medan saat mengerjakan proyek,
Palembang dengan Wongkito, komunitas Bandar Lampung saya kenal lewat
[Geri Sugiran A.S.](https://plus.google.com/102873330251083192868), narablog yang mondar-mandir Bandar
Lampung-Sukabumi, kota asalnya. Amril juga sempat menyebut aktivitas
di Padang, Sumatra Barat, yang sempat menjadi tanda tanya saya
mengingat kota ini salah satu ikon besar sastra klasik negeri ini.

Bagaimana dengan Bandung? Saya amati sifat kota migran dengan
mahasiswa sebagai basis kegiatan blog masih terasa, setidaknya dari
regenerasi komunitas blog di Bandung. Sejak Bandung Blog Village
(BBV) kemudian Batagor, aktivitas menjadi semarak saat partisipan
berada masa yang tepat untuk bertemu sebagai mahasiswa dan langsung
menurun drastis begitu mereka harus meninggalkan Bandung. Angkatan
berikutnya tidak selalu dapat melanjutkan “masa yang tepat” tsb.
Untuk sekarang, saya sempat mendengar Bloofer (Blog of Friendship)
dan kabarnya ada juga kegiatan di luar Kota Bandung, barangkali dua
Kabupaten Bandung di sekitar.

Yang lebih riuh terdengar adalah pertemuan komunitas Koprol, yang
tampaknya mendapat tempat berbasis kampus, semisal Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI) di Utara, Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri di Timur, Institut Teknologi Telkom di Selatan. Sentimen
kelompok urban yang diangkat Koprol menjadi potensi acara-acara
mereka berskala nasional.

Untuk Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jaya, tampak lebih terwakili
kawasan Jabodetabek, jika diperhatikan kegiatan komunitas di Bekasi
dan Depok. Jakarta adalah tempat mencari nafkah, sedangkan menulis
blog dan berkumpul tetap dilakukan di tempat tinggal, yaitu daerah
sekitar.

4 Comments

  1. Di era globalisasi dan digital ini, isu geografis tidak terlalu relevan. Apalagi komunitas narablog kini sudah semakin matang, topik yang menjadi pengikat, bukan lokasi geografis. Itu opini saya.

    1. Sebenarnya sejak awal kehadiran blog sudah global, toh tempatnya juga di web. Namun karena untuk sebagian pihak, rasa berkelompok, saling menyemangati itu masih dianggap penting adanya, dibentuklah komunitas. Begitu turun di lapangan, faktor geografi jadi penting, agar lebih praktis.

      1. akses internet tidak semudah saat ini pada 10 tahun lalu, makanya 10 tahun lalu itu isu geografis masih dominan, karena para narablog ini acapkali bertemu luring untuk diskusi yang intens. saat ini, diskusi intens sudah dapat difasilitasi dengan internet penuh, tanpa perlu temu wajah luring.

Comments are closed.