Layanan Berbagi Foto di Google

Kedatangan Google Plus juga disambut semarak di lingkungan narablog foto (photoblogger). Karena Plus langsung diintegrasikan dengan Picasa sejak awal peluncuran dan kemudian disadari bahwa pemasangan foto di Plus dapat disiasati agar tanpa batas, tidak mengurangi jatah ruang di Picasa, Google Plus menjadi alternatif terhadap layanan berbagi-foto yang umumnya berbayar. Thomas Hawk menuliskan pembandingan yang dia lakukan.

Fotoblog perlu porsi percakapan yang cukup dengan pengunjung foto: suasana ini yang agak berbeda dengan fotografi profesional, dan hal ini juga akan terbantu jika dilihat potensi Google Plus yang dibekali pengguna Google.

Selain Plus, perlu diingat bahwa Google tetap menyediakan Panoramio sebagai tempat berbagi foto dengan catatan layanan ini sudah sohor dan kental dengan suasana “foto untuk peta” — jadi geotag salah satu panglima. Di Panoramio tidak ada keterangan bahwa pemasangan foto di sana mengurangi jatah ruang yang disediakan Google dan menarik karena terhubung dengan Google Maps dan Google Earth. Galeri foto tersedia lebih luas dari sekadar di halaman web Panoramio.

Kabar lain adalah rencana Google dengan Photovine — layanan foto baru lagi. Dari halaman depan yang menampilkan foto di ponsel (dan bukan kamera), Photovine akan membidik pemotret berbekal ponsel dan ini berarti bersaing dengan Instagram yang memiliki pengguna loyal dan memikat pendatang baru dengan foto bergaya nostalgia. Foto berbasis ponsel-kamera atau kamera yang terpasang di tablet akan memiliki gaya sendiri, yaitu pemasangan foto seketika, menghilangkan proses pemindahan foto dari kamera ke media komunikasi. Kendati kamera DSLR mutakhir sudah dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi, kepraktisan memotret-dilanjutkan-mengunggah di ponsel-kamera tetap lebih unggul. Cerita dari dua teman yang aktif memasang foto di Instagram meyakinkan hal tsb. Nilai tambah “kedekatan sebagai komunitas” penting dalam hal ini.

Betul, faktor komunitas: kecocokan pengguna Net sebagai komunitas dengan layanan dapat mendului sekian feature teknis. Bukan semata-mata tentang keberuntungan terhadap komunitas, sebaliknya, fenomena dan perilaku komunitas yang dibidik perlu dipelajari lebih serius.

2 Comments

  1. Tapi sayangnya google plus terlalu berat untuk dibuka.. Apalagi tau sendiri kan koneksi internet di negara kita itu gimana..?? Jadi makin lemot aja dan gak bisa menikmati 🙁

    1. Di tempat saya Google Plus masih layak untuk diakses.

Comments are closed.