Sependek Akhir Pekan Ini

Tulisan yang menghadapkan kasus penjualan iPad oleh Dian Yudha
Negara dengan kepemilikan iPad oleh presiden kok masih berkembang?
Padahal latar belakangnya berbeda: Dian menyelenggarakan
perdagangan, Yang penting dinilai secara hukum pada motivasi: menjual barang milik
pribadi atau memang membuka usaha perdagangan
, demikian pendapat
teman saya. Yang pertama oleh presiden adalah milik pribadi, yang kedua perlu mengikuti
aturan perdagangan negeri ini. Begitu juga dengan kewenangan: hal
ini urusan kepolisian atau aparat Dinas Perdagangan?

Tampaknya karena dakwaan yang dikenakan malah melingkar-lingkar
perihal manual berbahasa Indonesia, jadilah esensi sebenarnya
berkaitan aturan main perdagangan terlewat atau dilewati. Ini dapat
melingkar-lingkar berkelanjutan dan menjadi pemborosan.

Ternyata begitu pula yang dialami Prita Mulyasari: saya sebutkan
bahwa kasusnya mencuat kembali, seorang teman bertanya balik,
Prita yang mana? Tentu bukan semata ingatan pendek atau
amnesia nasional, namun ada mengejutkannya bahwa kasus tsb. masih
berkelanjutan.

Alhasil, diakhiri dengan harapan baik: semua letih ini sebagai bahan
belajar buat siapapun yang bersedia membuka hati dan pikirannya.
Termasuk harapan saya agar umpan retorika dan balikannya tetap
proporsional dan tidak berlebihan tumpah-ruah ke mana-mana.

One Comment

  1. setuju. kasus ipad itu sebetulnya wilayah yang perlu jadi perhatian itu soal perdagangannya. bukan soal manual book.

    tapi kayaknya polisi juga kesulitan mencari celah untuk "menuduh" bahwa mereka bermain dalam sindikat barang "black market", akhirnya muncullah opsi "manual book".

    sayangnya tidak semua pengguna internet belum atau gak mau melihat kasus ini dengan jernih.

    yang jelas, opsi "manual book" untuk menuntut penjualan ipad ini emang sangat lemah.

Comments are closed.