XL Net Rally 2011 (02): Anjangsana di Semarang

Tulisan ini selain reportase perjalanan mengikuti XL Net Rally 2011 juga diikutsertakan dalam lomba penulisan blog acara tsb. Dengan demikian terdapat penyesuaian terhadap aturan yang ditetapkan panitia. Terbagi dua, tulisan kedua di bawah ini berisi paparan kegiatan di Semarang.

Tulisan pertama: XL Net Rally 2011 (01): Gambir-Tawang.

Perjalanan hingga Semarang berjalan lancar hingga Stasiun Tawang, termasuk sambutan dari pihak XL Semarang yang menjadikan kami seperti mendatangi acara kunjungan wisata. Setelah menempati kamar masing-masing di hotel meletakkan barang bawaan, kami mengunjungi Toko Oen di Jalan Pemuda, yang disebut sebagai salah satu nostalgia masa lalu di ibukota Jawa Tengah ini.

Pada kesempatan ini saya berbincang-bincang di seputar meja makan dengan narablog dari Semarang dan Surabaya. Kami membicarakan perkembangan kegiatan blog di kota masing-masing. Perwakilan dari Semarang misalnya, menjelaskan tentang kegiatan Loenpia, Komunitas Blogger Semarang. Termasuk fenomena terakhir ini dengan pergeseran aktivitas ke mikroblog dan acara pertemuan atau kopdar lokal.

Continue reading →

XL Net Rally 2011 (01): Gambir-Tawang

Tulisan ini selain reportase perjalanan mengikuti XL Net Rally 2011, juga diikutsertakan dalam lomba penulisan blog acara tsb. Dengan demikian terdapat penyesuaian terhadap aturan yang ditetapkan panitia. Terbagi dua, tulisan pertama berikut berisi paparan awal perjalanan Jakarta-Semarang.

Tulisan kedua: XL Net Rally 2011 (02): Anjangsana di Semarang.

Ahad sore, 17 Juli, pesan pendek bernomor seluler asing datang dan setelah saya buka, ternyata Adham Somantrie pengirimnya. Pesan tersebut berisi undangan acara XL Net Rally dan pertanyaan kesediaan saya berpartisipasi. Tahun lalu, dari tulisan Adham pula saya tahu ada acara berkaitan dengan blog dilangsungkan di Semarang oleh XL, namun rincian kegiatan itu sendiri saya tidak menelisik lebih dalam. Saya menyanggupi ikut dan proses administrasi lewat email diselesaikan sehari setelahnya.

Acara tentang blog dan menghadirkan sejumlah narablog akan menarik karena dapat dijadikan sebagai sarana percakapan tentang blogosfer, suasana kegiatan blog di sekitar kami, eksperimen reportase lewat ragam media, dan penambahan koleksi fotoblog saya. Tiga poin tsb. yang saya angkat sebagai acuan kegiatan.

XL Net Rally berlangsung Sabtu dan Ahad, 23 dan 24 Juli, dimulai sejak pagi, dari Jakarta. Dua undangan dari Bandung, saya dan Nita Sellya, mendapat tambahan fasilitas berupa penginapan di Jakarta, untuk Jumat, 22 Juli, malam. Berbeda dengan undangan dari Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, yang berangkat masing-masing, kami dari Bandung disatukan dengan rombongan besar Jakarta. Supaya ramai di perjalanan, demikian penjelasan tak resmi yang saya dengar. Saya bertemu Nita saat menunggu jemputan dari hotel ke stasiun kereta api Gambir dan di ruang tunggu eksekutif Gambir, kami berkumpul sebelum dilepas berangkat.

Continue reading →

Layanan Berbagi Foto di Google

Kedatangan Google Plus juga disambut semarak di lingkungan narablog foto (photoblogger). Karena Plus langsung diintegrasikan dengan Picasa sejak awal peluncuran dan kemudian disadari bahwa pemasangan foto di Plus dapat disiasati agar tanpa batas, tidak mengurangi jatah ruang di Picasa, Google Plus menjadi alternatif terhadap layanan berbagi-foto yang umumnya berbayar. Thomas Hawk menuliskan pembandingan yang dia lakukan.

Fotoblog perlu porsi percakapan yang cukup dengan pengunjung foto: suasana ini yang agak berbeda dengan fotografi profesional, dan hal ini juga akan terbantu jika dilihat potensi Google Plus yang dibekali pengguna Google.

Continue reading →

Sependek Akhir Pekan Ini

Tulisan yang menghadapkan kasus penjualan iPad oleh Dian Yudha Negara dengan kepemilikan iPad oleh presiden kok masih berkembang? Padahal latar belakangnya berbeda: Dian menyelenggarakan perdagangan, Yang penting dinilai secara hukum pada motivasi: menjual barang milik pribadi atau memang membuka usaha perdagangan, demikian pendapat teman saya. Yang pertama oleh presiden adalah milik pribadi, yang kedua perlu mengikuti aturan perdagangan negeri ini. Begitu juga dengan kewenangan: hal ini urusan kepolisian atau aparat Dinas Perdagangan?

Tampaknya karena dakwaan yang dikenakan malah melingkar-lingkar perihal manual berbahasa Indonesia, jadilah esensi sebenarnya berkaitan aturan main perdagangan terlewat atau dilewati. Ini dapat melingkar-lingkar berkelanjutan dan menjadi pemborosan.

Continue reading →

Faktor Kompresi Paket Data di SSH

Berhubung keterbasan kondisi memori di laptop saya dan fasilitas sebagai penjaga server intranet, saya menjalankan beberapa aplikasi GUI
dari server lewat SSH. Dengan bekal sesama Ubuntu (saya belum mencoba dengan distro yang berbeda), setelan untuk menjalankan aplikasi tsb. lintas komputer sudah disediakan, tinggal digunakan.

Sangat jarang terjadi gangguan dan kecepatan respon lewat SSH lebih bagus dibanding lewat VNC. Sampai dengan kedatangan Google Plus sepekan lalu, saya rasakan ketikan di kotak masukan Plus terasa lebih lambat. Cukup mengganggu dengan kecepatan pengetikan saya yang sebenarnya sudah pelan-pelan.

Continue reading →