Interkoneksi Nasional (IIX) dan Akses Lewat Koneksi Seluler

Awalnya kami melihat koneksi dalam negeri, yang disebut IIX, cocok untuk layanan pemantauan. Digunakan di dalam negeri, mengandalkan koneksi seluler untuk akuisisi data, dan laporan diakses pengguna lewat koneksi ADSL, semisal Telkom Speedy. Ongkos akses lebarpita dalam negeri yang lebih murah, seperti halnya keuntungan industri permainan lokal yang diakses Warnet lewat “akses dalam negeri”, adalah nilai plus untuk meletakkan server (colocation) di salah satu simpul IIX. Hal ini sudah berjalan sekitar dua tahun.

Sampai akhirnya awal tahun 2011 ini: kami membuka layanan ini untuk klien (B2B) yang memiliki konsumen “rumahan”: datanglah pengakses layanan kami via telepon seluler. Setelah aplikasi untuk jenis peralatan ini disediakan, kabar dari klien kami: koneksi ke aplikasi kami di server sangat lambat, malah kerap gagal. Padahal berasal dari mesin yang sama dan server web yang sama pula dengan aplikasi yang diakses lewat jalur ADSL. Ada apa dengan rute untuk koneksi seluler?

Serangkaian pengujian dilakukan: dari pemisahan BlackBerry atau bukan — karena BlackBerry ditengarai mengakses aplikasi kami lewat simpul RIM mereka, peramban ponsel Opera atau bukan — Opera memiliki fasilitas Opera Turbo yang mengakses situs web yang “dianggap lambat” lewat tembolok di server mereka. Baik RIM atau tembolok Opera Turbo terletak di mancanegara, yang berarti perlu koneksi server ke mancanegara.

Memang mahal membuka lebarpita internasional: dengan kecepatan yang sangat terbatas, harga berlipat. Hasil serangkaian percobaan dan laporan klien belum menghasilkan kesimpulan memadai ihwal jalur internasional.

Karena pengguna tidak dapat berlama-lama menunggu, akhirnya kami mengambil keputusan pindah ke server mancanegara. Entah bentuk server di sana seperti apa — yang sangat mungkin berkonsep “komputasi awan” (cloud) — harga sewa bulanan dalam orde ratus ribu Rupiah lebih murah dibanding investasi server secara fisik dalam orde belas juta. Lebih-lebih ditambah pertimbangan tidak perlu ongkos pemeliharaan perangkat keras (cakram keras rusak atau kartu jaringan jebol misalnya) dan nilai kepemilikan server untuk layanan ini bukan sesuatu yang signifikan.

Akuisisi data yang saya khawatirkan bermasalah dengan jalur internasional “yang lebih jauh dan dihemat-hemat” oleh penyedia jasa koneksi Internet kita ternyata masih dapat berlangsung dengan baik. Memang waktu respon untuk akses konsol lewat SSH lebih lambat dibanding server yang disimpan di simpul IIX, namun masih dapat ditoleransi dan toh, yang lebih penting keperluan pengakses layanan lewat koneksi seluler terpenuhi.

Saya juga belum yakin benarkah akses koneksi seluler di Indonesia tidak melewati jalur IIX langsung, melainkan berputar terlebih dahulu ke mancanegara. Ada yang tahu dan bersedia menjelaskan? Yang jelas, niat semula ingin menyemarakkan koneksi Internet cukup dengan jalur koneksi IIX kandas juga. Akhirnya malah semua diboyong ke mancanegara lagi. Apa hendak dikata.

11 Comments

  1. Ada traceroute result dari pengguna jaringan seluler tersebut ke server yang di IIX? Dari hasil traceroute bisa keliatan routing-nya lewat mana.

    1. Ikhlasul Amal 28 April 2011 at 17.05

      Hasil <code>traceroute</code> yang dilakukan di Bandung (lokasi kantor kami): untuk akses lewat koneksi seluler (GPRS dan 3G) via modem tidak ada simpul mancanegara yang terlewati. Dalam pikiran kami: seharusnya jalur yang sama (atau sekitarnya) kalaupun diakses oleh pengguna ponsel. Kami tidak melakukan pengujian secara signifikan di BlackBerry, termasuk belum tahu apakah mekanisme berselancar layanan Web di BB sama dengan rute <code>traceroute</code>?

      Persoalan lain: komplain dari klien datang dari kota lain, bukan Bandung. Apakah ada perbedaan rute dalam hal ini?

      Terima kasih, Mas Indra. πŸ™‚

  2. Barangkali yang bekerja sebagai network administrator di operator seluler bisa menjelaskan. Oh ya ada kesalahan pengetikan tuh Mas Amal, "fasilias" maksudnya "fasilitas" kan.

    1. Ikhlasul Amal 28 April 2011 at 16.55

      Terima kasih, sudah dikoreksi.

  3. mas amal,

    bukannya kalo bb itu memang akan melalui proxy RIM yg ada di canada? begitu juga opera?

    eh, ini aplikasinya web based kan?

  4. Ikhlasul Amal 29 April 2011 at 16.49

    Benar, ya? Setahu saya memang begitu sih, seperti penjelasan Kang Onno waktu ramai-ramai kasus RIM beberapa bulan lalu. Opera Turbo jelas, sudah terbukti di log Apache.

    Ya, aplikasi web.

  5. Sepengetahuan saya, Opera Turbo dan Opera Mini menggunakan "proxy" di luar negeri (kabarnya di Amerika dan Norwegia) sehingga menyebabkan website yang dihosting pada jalur IIX akan cukup lambat ketika diakses menggunakan Opera (dengan fitur Turbo aktif) dan Opera Mini.

    Kemudian saya pernah mencoba melakukan traceroute ke sebuah server di Jakarta, waktu itu saya menggunakan Speedy, ternyata saya harus lewat luar negeri (maaf, lupa nama negaranya) dahulu sebelum sampai Jakarta. Berarti agak sia-sia menggunakan server lokal karena ISP lokalnya pun lewat luar negeri dahulu.

    1. Ikhlasul Amal 2 May 2011 at 14.02

      Opera Turbo jelas terlihat di Opera untuk desktop. Untuk Opera Mini di ponsel, karena setelan Turbo tidak ditemukan, kami belum mengambil kesimpulan soal rute koneksi. Jangan-jangan dengan modal koneksi di Indonesia yang masih lemah-gemulai dianggap lambat terus, sehingga dilewatkan mekanisme Turbo mereka. πŸ™

  6. traceroute -T -p 80 …

    mungkin membantu?

    1. Ikhlasul Amal 2 May 2011 at 14.04

      Terima kasih. Yang jadi pertanyaan: bagaimana <code>traceroute</code> di BB? (kantor kami UKM, belum sampai riset pakai BB segala, hahaha).

      Selain memang ada dugaan kasus khusus untuk Opera.

  7. kecurigaan saya adalah di sisi operator seluler yang cenderung ingin menghemat trafik jaringan mereka dengan memasang server proksi yang berlapis2. ini cuma tuduhan ya, belum ada bukti πŸ™‚

Comments are closed.