“Kami Memotret Bandung”

Berawal dari perjalanan kembali dari bertemu calon klien di
Pasar Induk Caringin, Bandung, Jawa Barat: Angkutan Kota (angkot)
Caringin-Dago berwarna oranye yang saya naiki berliku-liku melewati
daerah Pasir Koja, dilanjutkan Pasar Andir dan Pasar Induk
Ciroyom. Sekitar pukul 19, pasar-pasar tersebut sudah mulai ramai
untuk calon pembeli malam dan salah satu kejutan: terdapat ruas
jalan yang dilewati angkot di tengah pasar. Tipis perbedaan antara
angkot menerobos jalan di tengah pasar atau pedagang di pasar yang
tumpah ke jalan.

Tampaknya hal ini menarik difoto, menambah keinginan saya sebelumnya
untuk merekam Kota Bandung yang lebih luas, lebih lengkap. Bandung
*tidak hanya Dago*, tempat saya beraktivitas sehari-hari. Kawasan
Tengah berciri bangunan bersejarah, Timur dipenuhi perumahan, Barat
bercorak industri, dan Selatan “lautan api”? Ini akan melengkapi
koleksi foto hutan kota dan pohon di Utara.

Street Cleaning Service

Continue reading →

Perubahan Sudut Pandang: Cerita dari Mencetak Pasfoto

Untuk keperluan cetak pasfoto, saya merangkai susunan foto dalam
tiga ukuran populer: 2 × 3, 3 × 4, dan 4 × 6 memenuhi bidang berukuran
[kertas foto 5R, 127 × 178 mm](http://en.wikipedia.org/wiki/Photo_print_sizes “Wikipedia: Photo print sizes”).
Tujuan saya memang mendapatkan harga yang lebih murah. Cuci cetak
foto “ukuran besar”, seperti 4R dan 5R, lebih murah dibanding paket
pasfoto yang biasanya terdiri atas sekian helai pasfoto berbagai
ukuran. Dengan hasil kolase yang saya buat, sehelai cetakan terdiri
atas tiga ukuran dan memadai untuk beberapa keperluan yang terkadang
meminta berbagai ukuran.

Pasfoto berukuran 5R Pada mulanya cara saya di atas tidak dipermasalahkan oleh gerai
layanan cuci cetak foto. Saya berpendapat hasil yang ada di atas
foto — baik itu langsung dari kamera atau luaran perangkat lunak
olah digital — bebas saja bentuknya dan layanan yang saya perlukan
adalah pencetakan. Cukup adil atau saya justru berkompetisi langsung
dengan bisnis mereka?

Continue reading →