Perubahan Setelan Subdomain di ZoneEdit

Bermula dari laporan teman yang menggunakan salah satu situs web
kami untuk aplikasi pelacakan (tracking), subdomain `www`
gagal diakses. Saya coba banding-bandingkan hasil antara menggunakan
`www` dan tidak, ternyata memang ada perbedaan hasilnya dan ini
persoalan di DNS.

Hasil pemeriksaan lanjutan: domain tsb. dikelola lewat
[ZoneEdit](http://zoneedit.com) dan dilanjutkan dengan kunjungan ke
situs ZoneEdit, tampilan berubah. Penjelasan dari layar log masuk,
mereka sedang melakukan migrasi pengguna dan sebagian yang belum
selesai tetap dapat mengakses antarmuka lewat `legacy.zoneedit.com`.
Hasil query DNS dengan perintah `host` diketahui bahwa
subdomain `www` diarahkan ke subdomain ZoneEdit. Agak janggal dan
berakibat kegagalan diakses oleh pengunjung terutama yang selalu
menambahi `www` di depan.

Continue reading →

Meletakkan Server di Kantor Sendiri

Di tahun 2002 hingga 2005 saya pernah mengurus server yang melayani
akses dari publik dan ditempatkan di rumah. Server tersebut berupa
komputer personal biasa, AMD Athlon seingat saya, dipasangi Debian
dan bertugas utama menjalankan server web Apache, beberapa aplikasi
web yang ditulis di atas PHP,
sebagian kecil Perl, dan untuk keperluan komputer desktop saya.
Alasan awalnya sederhana: dana hanya untuk beli komputer, tinggal di
negara dengan koneksi Net bagus (terakhir kami dapat 4 Mbps
downstream), dan petualangan kecil-kecilan.

Infrastruktur lain juga mendukung: tidak pernah ada gangguan aliran
listrik, suhu ruang server terjaga dengan cara jendela dibuka:
udara dingin subtropis menyediakan temperatur sekitar suhu
ruang server selama sembilan bulan dalam setahun dan tiga bulan musim panas memang sedikit
mengkhawatirkan — untunglah, selamat. Di musim dingin, justru
saya yang harus mengenakan jaket tebal di ruangan tsb. dan Ismail Fahmi — yang
sering datang untuk bergabung menulis program miliknya — perlu
melapisi jari-jemarinya dengan sarung tangan yang terbuka di ujung.

Continue reading →