Google Ebookstore: Kembangkan Kebiasaan Membaca Dulu

Di halaman depan [Google Ebookstore](http://books.google.com/ebooks) tertulis bahwa saya belum dapat
memanfaatkan fasilitas pembelian buku berkaitan dengan aspek legal,

The latest Google eBooks are not available for sale in your
location, yet…
Google is working with publishers around the world to let you buy the latest ebooks from top authors. In the meantime, you can still browse millions of free and public domain Google eBooks and read them effortlessly across your devices.

Jadi yang lebih penting sekarang membiasakan diri membaca buku-buku
yang menarik dalam format yang lebih nyaman, memperluas cakrawala
agar retorika “buku mahal” lebih dikurangi. Tetap yang lebih mahal
adalah motivasi kita, oleh karena itu perlakukan sepadan.

Ebookstore juga menampilkan iming-iming buku dibaca di banyak
tempat lewat aneka peralatan. Ini juga menggiurkan, namun sekali
lagi, pertimbangkan dulu agar tidak “hilang akal” digempur
iming-iming Android, iPad, hingga ponsel cerdas. Optimalkan baca di
Web dulu dan ingat-ingat koleksi buku di rak pribadi yang belum
semua dibaca masih layak dibawa di perjalanan, sebelum tertimpa
durian iPad runtuh.

Saya lihat versi gratisan pun berisi koleksi buku menarik, terutama
koleksi klasik. Sudah baca langsung [Frankestein, or, The
Modern
Prometheus
](http://books.google.com/ebooks?id=2Zc3AAAAYAAJ)
atau [Wonderful Stories for
Children
](http://books.google.com/ebooks?id=ey8EAAAAQAAJ)?

Yuk, membaca!

3 Comments

  1. MenegaskanL bahkan kegiatan membaca pun tak bisa bebas gengsi 🙂
    Salam kenal, izin follow y mas…

    1. Demikianlah, untuk itu perlu berhati-hati agar tidak "hilang akal" gara-gara gengsi.

      Silakan dan terima kasih.

  2. Iya, semangat saya, ketika baca artikel para blogger indonesia. Ternyata semakin saya banyak baca, semakin banyak yang tidak saya tahu. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Comments are closed.