Fotoblog Reportase Perjalanan

Jika sebelumnya saya pernah mencoba melakukan reportase perjalanan lewat mikroblog dengan perangkat ponsel sejuta umat, Nokia 2626, kali ini Nokia 2710 perlu “dirayakan” dengan eksperimen baru: reportase dengan fotoblog. Datang juga kesempatan untuk percobaan ini, bersama tim kantor mengikuti acara Jajal Geotrek 5 menelusuri Patahan Lembang hingga Gunung Batu dan Situs Batu Lonceng, semua berada di kawasan Kota Bandung Utara dan Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Untuk persiapan kecekatan pemotretan dan publikasi foto, bulan lalu sudah dicoba sambil berjalan kaki susuri Jalan Wastu Kancana, Jalan Pajajaran, dan kembali ke Jalan Aceh lewat Jalan Cicendo. Akan halnya seri 2710 sendiri, menurut Nokia merupakan ponsel yang dilengkapi GPS dengan harga paling murah — dan terbukti di pasar. Dengan sistem menu yang sangat mirip dengan 2626, kamera 2 megapixel sudah lebih baik dari kamera saku pertama yang dipinjami adik sepupu dan lebih baik pula dibanding kamera ponsel pertama saya di Sony-Ericsson K510i.

Koneksi Internet paling tinggi EDGE, peramban yang sudah tersedia Opera Mini, dan berkas foto sekitar 300 kbps. Paket Internet 50 MB/bulan dari XL dipilih, berharga Rp 20.000, sekaligus akan diamati total pemakaian di akhir periode nanti. Bulan lalu, dengan berhemat-hemat lewat modus teks, dalam sebulan hanya terpakai 20%.

Sama seperti pengalaman untuk mikroblog di perjalanan, persiapan yang paling penting adalah baterai. Pastikan pada saat berangkat kondisi baterai terisi penuh. Demikian pula dengan kamera digital yang juga saya bawa, soal baterai jangan sampai lupa diisi penuh. Jika untuk kamera saku yang saya pakai tersedia baterai cadangan, tidak demikian dengan ponsel, jadi perlu bijak untuk telepon dan SMS, kamera, dan GPS. Salah satu cara penghematan pemakaian baterai dengan menghindari pemakaian pemutar MP3 di perjalanan.

Bersama dengan rombongan yang terus bergerak, ditambah adanya penjelasan bak kuliah di lapangan terbuka, saya perlu cekatan memotret dengan ponsel, memilih beberapa dari foto untuk dipublikasikan langsung di Web, memotret dengan kamera saku, mencatat info koordinat dari GPS, dan mendengarkan penjelasan pemandu jalan-jalan. Karena proses pengunggahan foto perlu waktu cukup lama dan Nokia 2710 tidak mendukung moda pengalihan ke aktivitas lain (multi-task), perlu diatur agar proses unggah dilakukan saat kegiatan agak longgar, misalnya sedang berjalan atau berada di kendaraan. Beruntung sekali hari itu ponsel sangat jarang menerima panggilan telepon atau kiriman pesan singkat.

Yang agak menyulitkan navigasi kotak dialog pemilihan foto dari subdirektori di ponsel. Kotak dialog pemilihan berkas hanya mendukung operasi naik atau turun satu per satu dan berhenti di ujung atas atau bawah, akibatnya sangat merepotkan untuk subdirektori yang berisi puluhan foto. Saya mengakali dengan teknik yang sangat manual, yaitu menyalinkan foto-foto yang hendak dipasang ke subdirektori lain yang berisi berkas lebih sedikit.

Dengan pertimbangan galeri daring untuk foto saya selama ini di Flickr, saya pasang foto-foto eksperimen ini di Flickr. Nokia 2710 tidak dilengkapi dengan menu atau aplikasi pemasangan foto ke Flickr, praktis semua dikerjakan di Opera Mini dan dalam beberapa hal dijumpai redireksi URL yang gagal dieksekusi, sehingga perlu dilakukan pemuatan ulang (reload). Merapikan foto dengan memberi judul dan deskripsi singkat juga saya lakukan di perjalanan, sedangkan kelengkapan tag dilewat dan di Flickr edisi musafir (Flickr Mobile) geotag absen — kalaupun dipaksakan ada, rasanya cukup merepotkan dilakukan di perjalanan.

Tentang pengunggahan foto ke Flickr ini, saya pernah mencoba C3 (jenis ponsel QWERT paling murah dari Nokia) dan Flickr sudah terintegrasi: di foto sudah tersedia menu “Send to Flickr.” Kemudahan seperti ini akan sangat membantu pemasangan lebih banyak foto langsung dari perjalanan. Sayangnya C3 tidak dilengkapi GPS dan bentuknya yang melebar-buncit karena mengakomodasi tombol lebih banyak tidak saya sukai.

Kuncen Batu Lonceng

Bagaimana dengan kamera 2 Megapixel? Karena ini acara di luar dengan cahaya matahari melimpah, saya cukup percaya diri hasil bidikan lebih jernih dibanding sejumlah foto teman yang melakukan reportase keadaan sekitar mereka di dalam ruangan berbekal ponsel. Lumayan juga, dalam sehari acara terkumpul empat belas foto yang langsung ditampilkan selama perjalanan, dalam format hitam-putih.

Tertarik mencoba? Sangat mudah dilakukan: tinggalkan meja, aktifkan kamera di ponsel, dan pasang ke galeri daring. Tidak perlu hunting, tidak usah fotomodel.

12 Comments

  1. Yup, sepakat: ponselmu adalah kameramu sekarang 🙂

    1. Untuk kasus-kasus tertentu, seperti fotoblog di atas, benar adanya. Sedangkan untuk keindahan yang lain, tetap perlu kamera. 🙂

  2. eh bukannya di flicker bisa upload foto via email, kalau ga salah loh, jadi upload foto dari ponsel akan sangat mudah tanpa kemacetan operamini 🙂

    1. Saya lihat klien Gmail untuk Nokia tidak tersedia fasilitas "lampiran" (attachment). Jika dikirim lewat Gmail versi web, rasanya sama saja dengan langsung ke Web Flickr.

      1. Dikirim melalui Gmail lewat mail client HP (SMTP) lebih asik pak.

  3. Nah, asik ini!

    Saya (sempat) juga ikut-ikutan ini, tapi kadang dalam perjalanan, lebih banyak otomatis ke Twitter daripada ke Flickr. Di Nokia saya (hey! sama-sama pakai NOK kita!) padahal sudah saya lengkapi dengan aplikasi Pixelpipe untuk distribusi konten dengan membuat "pipe" sendiri, tapi lebih sering lupa untuk langsung upload 😀

    Mungkin sudah mulai harus ikutan ini. Eh, ada alasan kenapa tidak coba kirim by email?

    Oh ya, untuk paket data, saya kebetulan pakai Telkomsel yang 100rb/bulan flat. Kalau XL, dulu cuma pernah coba yang harian untuk sekadar mencoba kecepatannya, lumayan juga. Oh ya, yang kadang bikin saya "agak" malas itu karena foto-foto saya kadang ukurannya agak ajaib. Di N8 saya — gara-gara saya patch — 1 foto ukuran bisa mencapai 9 MB. Jadi kadang harus di resize dulu ini. Huhuhuh..

    loh, kok malah curhat.. 😀

    1. Tentang email sudah dijelaskan di atas.

      Ukuran foto 9 MB? Wah, bersaing dengan RAW dari DSLR. 🙂

      1. Nah, itulah mas. Ini foto ukuran jadi 9 MB karena keisengan saya saja. Ceritanya ada semacam patch gitu yang membuat foto disimpan dalam ukuran asli. Jadi memang RAW gitu. Foto yang sama (sebelum ada patch untuk kamera-nya), berukuran sekitar 1 MB saja. 😀 Tapi biasanya sih, memang saya resize dulu gitu sebelum di-unggah. Demi alasan hemat proses unggah. 😀

        1. Jangan-jangan satu-satunya pengguna Nokia di dunia ini yang menyimpan dalam format RAW.

          husyah

  4. saya pakai posterous melalui email.

    sejauh ini lumayan meningkatkan produksi konten.

  5. Ha, saya juga sedang doyan fotoblog sekarang (kadang ada konten video juga sih). Beda pilihan media publikasi, saya upload snapshot ke posterous, via email. Kamera yg digunakan juga 2 megapixel tanpa flash, dari gadget blackberry gemini. Sayangnya gemini nggak dilengkapi feature gps, jadi belum bisa komplit dg geotagging.

    1. GPS di ponsel saya juga belum terhubung dengan fasilitas geotag di EXIF. Itu keperluan saya sendiri, mencatat koordinat jika berada di suatu tempat. Supaya gampang saat dipasang di Flickr.

Comments are closed.