Pemodelan Proses Bisnis

Percakapan dengan [Wawan
Sjachriyanto](http://www.facebook.com/sahrya) dua pekan lalu langsung dimulai
dengan paparannya tentang [Business Process Modeling Language
(BPML)](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Process_Modeling_Language)
dan [Business Process Execution Language (BPEL)](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Process_Execution_Language). BPML adalah
meta-bahasa utnuk pemodelan *proses bisnis*, melengkapi XML yang menjadi
meta-bahasa untuk pemodelan *data bisnis*. Akan halnya BPEL,
kependekan Web Services Business Process Execution
Language
(WS-BPEL) adalah bahasa untuk eksekusi standar untuk
menuliskan spesifikasi aksi-aksi dalam proses bisnis dengan layanan
web (web services). Keduanya, seperti disebut di Wikipedia,
merupakan contoh tren Pemrograman Berorientasi Proses.

Wawan yang telah menekuni proses pembuatan Epigoni dari awal hingga
akhir selalu rajin menyodorkan kabar-kabar terakhir perkembangan
alat bantu atau proses pengembangan di sekitar representasi model
bisnis ke perangkat lunak. Di salah satu percakapan kami sambil
menikmati jalan-jalan di Taman Hutan Raya Juanda tahun lalu, Wawan
memaparkan rasa penasarannya akan suatu lingkungan yang memungkinkan
para pengembang aplikasi bisnis, “memogram dengan menyusun
komponen-komponen dalam diagram.” Secara berkelakar saya sebut
kemungkinan kemudahan dalam penghitungan ongkos pembuatan aplikasi,
semisal, “Rp 10 juta per simpul diagram.”

Dengan adanya bakuan dalam penyusunan pemodelan proses bisnis,
seharusnya akan lebih teratur untuk setiap aplikasi bercakap-cakap
antara satu kelompok besar dengan lainnya. Sebagai contoh, aplikasi
penghasil definisi pemodelan proses bisnis menyimpan hasilnya,
metadata, mengikuti standar; sedangkan, aplikasi yang menjalankan
(eksekutor) menggunakan definisi tersebut untuk “dimainkan.”

Tantangannya memang cakupan bagian-bagian proses bisnis yang harus
ditampung dengan notasi dan konvensi — beserta gabungan mereka —
yang dianggap memadai. Begitu juga penerjemahan diagram tsb. saat
eksekusi. Salah satu pendekatan yang digunakan Microsoft adalah
melihat proses bisnis sebagai aliran dokumen-kerja, disusunlah
[Windows Workflow Foundation](http://msdn.microsoft.com/en-us/netframework/aa663328.aspx),

Windows Workflow Foundation menyediakan suatu model pemrograman,
mesin alir kerja dalam proses, dan perancangan yang dapat
ditempatkan ulang (rehostable), untuk menerapkan proses yang
berlangsung panjang sebagai alir kerja dalam aplikasi .NET.

Tampaknya masih akan panjang perkembangan di urusan pemodelan bisnis
ini dengan peluang: menelikung para pemain besar yang biasanya
menghadirkan perangkat lunak berlapis tebal — berakibat lebih
lambat, dan umumnya berharga lebih mahal.