Pemodelan Proses Bisnis

Percakapan dengan [Wawan
Sjachriyanto](http://www.facebook.com/sahrya) dua pekan lalu langsung dimulai
dengan paparannya tentang [Business Process Modeling Language
(BPML)](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Process_Modeling_Language)
dan [Business Process Execution Language (BPEL)](http://en.wikipedia.org/wiki/Business_Process_Execution_Language). BPML adalah
meta-bahasa utnuk pemodelan *proses bisnis*, melengkapi XML yang menjadi
meta-bahasa untuk pemodelan *data bisnis*. Akan halnya BPEL,
kependekan Web Services Business Process Execution
Language
(WS-BPEL) adalah bahasa untuk eksekusi standar untuk
menuliskan spesifikasi aksi-aksi dalam proses bisnis dengan layanan
web (web services). Keduanya, seperti disebut di Wikipedia,
merupakan contoh tren Pemrograman Berorientasi Proses.

Wawan yang telah menekuni proses pembuatan Epigoni dari awal hingga
akhir selalu rajin menyodorkan kabar-kabar terakhir perkembangan
alat bantu atau proses pengembangan di sekitar representasi model
bisnis ke perangkat lunak. Di salah satu percakapan kami sambil
menikmati jalan-jalan di Taman Hutan Raya Juanda tahun lalu, Wawan
memaparkan rasa penasarannya akan suatu lingkungan yang memungkinkan
para pengembang aplikasi bisnis, “memogram dengan menyusun
komponen-komponen dalam diagram.” Secara berkelakar saya sebut
kemungkinan kemudahan dalam penghitungan ongkos pembuatan aplikasi,
semisal, “Rp 10 juta per simpul diagram.”

Continue reading →

Fotoblog di Bandung

Terima kasih Dodi Mulyana, [yang telah menyebut
saya](http://dhodie.com/2010/11/03/priyadi-ngeblog-lagi/ “Priyadi Ngeblog Lagi”),
menggalakkan fotoblog, dalam provokasinya menarik kembali
Priyadi Iman Nurcahyo ke ranah blog. Apakah mikroblog dan fotoblog
telah menjadi candu pengalih para narablog dari tradisi menulis
selusin paragraf menjadi 140 karakter atau 5 megapixel?
Tentu tidak ada arahan resmi, tidak ada Dewan Narablog. Bebaslah
kita menikmati aneka media curahan jiwa atau limpahan pemikiran para
narablog.

Tapi sejujurnya, saya *tidak galak* dalam hal fotoblog. *Saya ingin
menjelajah dunia foto dengan keleluasaan yang berkompromi terhadap
kegiatan saya sehari-hari dan memihak pada pengetahuan fotografi
saya yang minim.* Semacam manifesto, seperti yang sudah
diniatkan saat menulis blog beberapa tahun silam. Eksperimen tsb.
melibatkan latihan yang sering dan kemauan berbagi dengan pihak
lain.

Ini berlebihan dan terlalu serius, agar lebih ringan dan renyah,
saya datangi forum-forum yang menjelaskan fotoblog dengan ringan dan
bersifat mengajak partisipasi pihak lain. Demikianlah yang saya
paparkan di depan remaja anggota Karisma Masjid Salman ITB, di Jalan Ganesha,
Bandung. Di acara rutin mereka Ahad pagi, satu sesi dicoba digunakan
untuk mengajak mereka memotret dengan kamera yang sudah ada di
tangan — *ponselmu adalah kameramu* sekarang!

Continue reading →

Internet yang Sehat dan Ramah untuk Keluarga

Di pengajian rutin bulanan forum orang tua siswa Sekolah Alam
Bandung yang diselenggarakan kemarin siang, saya membawakan topik
tentang Internet untuk keluarga. Dalam pikiran saya, diskusi seperti
ini akan mirip dengan tema-tema yang diangkat oleh Internet Sehat.
Saya ambil ketetapan bahwa tema Internet untuk keluarga seyogyanya
berisi hal-hal yang prospektif dan mencerahkan dengan media baru
ini, dibanding kecemasan dan kehati-hatian yang berlebihan.

Internet adalah media baru dan anak-anak pun generasi mendatang yang
akan menjalani masa depan lebih panjang daripada generasi saya.
Fakta-fakta tentang media baru saya paparkan di bagian depan
presentasi, termasuk “pencapaian” negara kita terutama dalam hal
kuantitas konsumen. Sesuatu yang terkadang disikapi dengan kernyitan
dahi, sindiran, namun tetap saja ini potensi masa mendatang yang
harus diarahkan.

Continue reading →

Pengelolaan Surat Elektronik Kita

Siapa yang masih bersedia mengurus infrastruktur surat elektronik
(email) kita?

Pertanyaan ini mulai muncul setelah Gmail menyediakan tempat
penyimpanan email yang melompat jauh dari tradisi waktu itu, dari
orde Megabita menjadi Gigabita. Pengguna email pribadi mulai merasa
nyaman “menyimpan apa saja” di Gmail dibanding kerepotan email di
kantor misalnya, dengan dalih kapasitas. Email lokal, yaitu yang
dikelola di intranet atau “Internet tapi bersuasana domestik”, masih
punya daya saing, yaitu kecepatan akses. Ada teman yang
mempertahankan webmail di Plasa, kendati berukuran super-terbatas,
untuk keperluan berkirim berkas di kantor klien yang berkoneksi
Internet “akses ke mancanegara dicekik, akses ke IIX jor-joran.”

Continue reading →